Melongok Pola Konsumsi Masyarakat

Dalam pemenuhan kebutuhan yang sama, terkadang individu melakukan cara-cara yang berbeda. Perbedaan cara untuk memenuhi kebutuhan yang sama ini tergantung dari learning process dan cognitive process yang dialami oleh masing-masing individu tersebut.

Cukup menarik jika ingin melihat fenomena konsumsi masyarakat Indonesia. Menurut hasil survei keyakinan konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), indeks keyakinan konsumen pada Juli 2014 kemarin kembali menguat jika dibanding dengan bulan Juni.

Tercatat Indeks keyakinan konsumen pada Juli 2014 adalah sebesar 119,8 poin, lebih tinggi 3,5 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 116,3 poin, atau tertinggi dalam dua tahun ini. Pola konsumsi masyarakat Indonesia cenderung optimistis dan percaya diri dalam membelanjakan uangnya. Ini mengarah pada pembelanjaan impulse buying.

Fenomena yang cukup menarik dapat dilihat, jika kita pergi ke pusat perbelanjaan. Tidak jarang kita bertemu dengan konsumen yang menggunakan troli belanja dorong namun di troli belanja dorong tersebut terdapat pula keranjang jinjing di dalamnya.

Jika menggunakan analisis perilaku konsumen, hal tersebut dapat diartikan bahwa konsumen tersebut sebelumnya tidak melakukan perencanaan pembelian sebelum pergi ke pusat perbelanjaan. Perilaku konsumen tersebut jelas menguntungkan bagi produsen dan menjadi tantangan bagi para pemasar untuk mampu mempengaruhi para konsumen agar dapat melakukan pembelian secara spontan.

Jika diperhatikan, banyak bentuk inovasi pemasaran dalam hal display di pusat perbelanjaan. Sebab ini bisa menarik perhatian konsumen, dan diharapkan berujung pada pembelian. Salah satu bentuk yang cukup menarik adalah salah satu produk yang meletakan produknya pada sela-sela antara eskalator naik dan turun yang terdapat pada pusat perbelanjaan 2 lantai. Proses pengambilan produk yang berbeda bisa memberikan sensasi tersendiri bagi konsumen, yang biasanya mengambil produk di rak.

Di sisi lain, konsumen mengalami waktu tunggu ketika berada di eskalator sehingga memungkinkan untuk mengambil produk tersebut. Bisa jadi hal pengambilan ini bukan karena kebutuhan. Fakta lain adalah peningkatan populasi yang mempengaruhi gaya hidup konsumen.

Dari hasil survei itu juga mengungkap bahwa masyarakat berpenghasi lan menengah atas, lebih memilih produk berdasarkan manfaat untuk meningkatkan kualilas kehidupan. Sedangkan, masyarakat kelas menengah ke bawah membeli produk untuk menambah konsumsi terutama barang-barang yamg belum pernah mereka beli.

Di sisi yang lain dengan terpenuhinya kebutuhan dasar mereka, salah satu yang menjadi prioritas kebutuhan adalah kebutuhan hiburan. Masih lekat dalam benak kita perayaan hari raya I dul Fitri pada akhir Juli dipenuhi dengan pemberitaan mengenai membludaknya pengunjung taman wisata baik di kota besar maupun di daerah.

Mayoritas tempat wisata mengalami peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya, Beberapa diantaranya adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dan Ancol yang meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2013.

Menarik jika melihat pola konsumsi liburan masyarakal Indonesia yang juga sudah mulai bergeser ke destinasi luar negeri. Tidak jarang kita menemui kondisi beberapa wisatawan yang mengalami kelebihan bagasi di bandara. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan fenomena keranjang belanja di pusat perbelanjaan. Kasus kelebihan bagasi juga bisa dianalisis sebagai perilaku konsumtif kategori impulse buying.

Seperti kita ketahui, bahwa beberapa low cost airlines memberikan fasilitas bagasi yang terpisah. Dengan alasan meminimalisasi biaya liket, beberapa penumpang memutuskan untuk tidak membeli. Namun, tidak jarang akhirnya mereka membeli tambahan bagasi di bandara, karena ternyata barang yang dibeli dari tempat wisata melebihi ketentuan.

Kemampuan pembelian ditambah kepercayaan diri dalam membelanjakan pendapatan orang Indonesia, menjadi indikator yang cukup menarik bagi investor baik di dalam negeri maupun luar negeri. Indonesia menjadi negara konsumtif dengan potensi pasar yang besar.

*Tulisan dimuat di harian Kontan, 20 Agustus 2014.

meinita-nurulMeinita Nurul
Core Consultant PPM School of Management
MEI@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s