Global Vision

global visionJika para pemimpin negara sudah bervisi global, pasti kemaslahatan umat manusia jauh lebih penting daripada kepentingan sekelompok orang atau sekelompok negara sekali pun.

Pemimpin sebuah negara haruslah memiliki visi global, begitu kata Sekjen PBB, Ban Ki-moon dalam kunjungan bilateralnya di Nusa Dua Bali. Hampir 200 ribu orang tewas dalam 3,5 tahun terakhir ini di Suriah akibat perbedaan pendapat tajam antara Rusia, Tiongkok, dan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya. Hal yang mungkin tidak akan terjadi jika pemimpin negara telah bervisi global.

Bukan hanya di tingkat negara, seharusnya di tingkat korporasi pun seperti itu. Kondisi dunia saat ini memerlukan visi dari sebuah korporasi yang bernada kontribusi, dukungan, dan komitmen, yang kita sebut dengan Global Vision untuk memecahkan masalah global yang sudah tampak jelas di sekitar kita, bukan lagi visi-visi egois korporasi seperti “menjadi perusahaan terbaik di industri, menjadi world class company” dan lain sebagainya.

Pemimpin hebat biasanya memiliki pemikiran dan wawasan yang luas, jauh lebih luas dari sekadar kepentingan perusahaan yang dipimpinnya. Amanah yang berada di pundaknya tidak serta merta dilihatnya sebagai amanah dari sudut sempit untuk memuaskan ambisi dan jebakan target keuntungan ekonomi berorientasi jangka pendek.

Sustainability atau keberlanjutan usaha adalah kata kunci yang sering digunakan untuk mengingatkan betapa pentingnya eksistensi perusahaan di masa depan. Visi Global dapat dikembangkan dari tiga dimensi keberlanjutan, yaitu dimensi lingkungan, dimensi etika, dan dimensi pendidikan.

Pertama, dimensi lingkungan. Dalam situasi kerusakan lingkungan yang sudah menuju titik kritis saat ini, visi perusahaan seharusnya bukan lagi hanya pandangan reaktif terhadap kerusakan lingkungan, tetapi harus sudah pada posisi proaktif mendorong gerakan hijau.

Itu sebabnya visi yang ditampikan haruslah menggambarkan adanya fokus pada gerakan konservasi, pengurangan tingkat penggunaan sumber daya, terutama yang tidak dapat tergantikan dalam jangka pendek, serta praktek proses manajemen yang peduli lingkungan.

Misalnya program pembelian berwawasan lingkungan, yakni dengan menolak untuk membeli ataupun bekerjasama dengan perusahaan yang aktif melakukan serta berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan.

Kedua, dimensi etika. Kemunduran mental masyarakat akibat praktek-praktek tidak sehat dalam berusaha dan berpolitik yang mendorong korupsi terstruktur, massal, dan sistemik. Sudah saatnya perusahaan muncul kepermukaan dalam bentuk pernyataan visi yang menolak tegas praktek-praktek usaha yang tidak sesuai dengan tata kelola yang baik.

Perusahaan yang menjunjung tinggi etika dalam berbisnis sudah dapat terlihat dari visinya yang mendukung hubungan industrial secara etis, aktif terlibat dengan gerakan-gerakan membina masyarakat, dan berinisiatif mempromosikan perilaku-perilaku bisnis yang beretika.

Ketiga, dimensi pendidikan. Perusahaan yang bervisi global sadar betul bahwa pendidikan adalah alat yang paling ampuh untuk mengubah manusia, bangsa, dan bahkan peradaban. Itu sebabnya perusahaan belum bisa dinyatakan hebat dan sukses kalau tidak ikut aktif mencerdaskan karyawan dan masyarakat di sekitarnya.

Kontradiksi yang begitu nyata terlihat di negara kita, pada daerah-daerah yang sumber dayanya dieksploitasi, masyarakatnya justru terbelakang dalam pendidikan. Kalau Indonesia adalah negara penghasil karet, coklat, dan batu bara terbesar di dunia, maka seyogianya ada sekolah dan lembaga penelitian karet, coklat, dan batu bara berkelas dunia pada daerah tersebut.

Jika titik harapan di masa depan adalah sekadar menjadi nomor satu, pasti bisa tercapai, hanya saja, sekadar sukses sebentar, kemudian habis dan mati. Sementara dengan Global Vision, akan membawa dan menjamin kelangsungan hidup bersama.

*Tulisan dimuat majalah BUMN Track No. 87 Tahun VIII Oktober 2014. Hlm. 114.

Andi Ilham SaidIr. Andi Ilham Said, Ph.D.
Core Faculty PPM Manajemen
ais@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s