Obat Mujarab Ekonomi RI

eko indonesiaMemasuki pekan ini, perekonomian nasional dihadapkan pada ‘suhu’ yang kian memanas, baik dari sisi politik maupun sentimen global. Satu di antaranya adalah pelambatan perekonomian China. Sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia, pelambatan yang terjadi di negara tirai bambu tersebut secara langsung berdampak pada sisi ekspor-impor pemain lokal di nusantara.

Di sisi produksi, ketergantungan pada bahan baku impor negara tersebut cukup tinggi. Demikian pula dari sisi ekspor. Ketika pelambatan terjadi, maka daya serap produk-produk Indonesia akan mengalami hal yang sama. Situasi ini diperberat dengan dinamika politik dalam negeri di tingkat legislatif. Kisruh di Dewan Perwakilan Rakyat menambah daftar panjang ketidakpastian bisnis di tanah air. Lalu apa obat yang mujarab untuk kondisi ini?

Meski keduanya sama-sama berat, namun pekerjaan rumah yang harus segera terselesaikan adalah memulihkan kepercayaan investor global. Itu sama artinya dengan pembenahan politik dalam negeri. Tensi politik khususnya di tingkat legislatif harus segera diturunkan. Sebab sekecil apa pun sumber api yang menyala dapat dipersepsikan secara negatif di pasar.

Jika tarik ulur antar partai politik belum menemukan titik temu, maka pihak eksekutif harus mampu menunjukkan kinerja secara lebih jelas. Ini bertujuan agar fokus dunia internasional dapat bergeser dari hal-hal negatif menjadi hal-hal positif tentang Indonesia.

Menggagas upaya tersebut bukanlah hal yang mudah. Pemerintah perlu membangun opini positif di setiap kinerja yang berhasil diraih, mulai dari upaya pemberantasan korupsi, peningkatan kesejahteraan, kualitas kesehatan hingga daya saing sumber daya lokal di kancah internasional.

Selain itu beberapa wacana yang menyimpan segudang potensi positif di masa depan seperti peningkatan efektivitas birokrasi dalam mempermudah proses investasi di dalam negeri merupakan hal-hal yang perlu dikembangkan secara serius.

Senada dengan hal tersebut, obat mujarab lainnya adalah sinergi lintas sektoral. Kini telah menjadi rahasia umum bahwa sejumlah kebijakan tidak mengarah pada pencapaian satu tujuan bersama. Karenanya pemerintah perlu segera mengkonsep serta merealisasikan strategi kolaboratif antar sektoral sehingga terjadi kesamaan ritme kerja dalam membangun bangsa.

Pemerataan aktivitas pembangunan di antara setiap wilayah di nusantara hendaknya menjadi perhatian utama. Dengan demikian niscaya percepatan pembangunan ekonomi dapat segera terwujud. Salah satu sektor yang diharapkan mampu mendukung terciptanya keseimbangan pembangunan adalah infrastruktur. Relokasi dana subsidi bahan bakar minyak kepada sektor ini diharapkan mampu memperkuat skema logistik nasional. Sebab dengan itulah Indonesia dapat bersaing di pasar internasional.

Ketika infrastruktur yang ada semakin mendukung maka peluang pemain domestik untuk terhindar dari biaya ekonomi tinggi makin besar. Itu berarti mereka dapat bersaing di tingkat kepemimpinan biaya (baca; cost leaderships). Demikian pula jika relokasi berhasil diserap oleh industri pendukung. Niscaya ketergantungan kita pada bahan baku impor dapat diminimalkan.

Dengan jumlah penduduk lebih dari dua ratus lima puluh juta jiwa, Indonesia adalah pangsa pasar yang sangat potensial. Belum lagi bila disertai dengan kenaikan daya beli masyarakat. Sifat konsumtif yang ada merupakan peluang emas bagi produsen untuk memperoleh keuntungan lebih.

Bila sikap tersebut dibungkus dengan patriotisme kebangsaan, niscaya keberpihakan pasar domestik pada produk-produk lokal akan semakin tinggi. Masyarakat tak hanya berposisi sebagai konsumen, mereka juga akan menjalankan fungsi ‘ambassador’ bagi produk-produk lokal di pasar internasional. Di situlah terdapat oase yang selama ini dicari investor global. Bahkan bila ini berhasil, Indonesia akan dapat mencatat pertumbuhan investasi di atas 10%, jauh di atas negara-negara anggota ASEAN lainnya.

Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai Anda!

Tulisan dimuat di harian Media Indonesia, 10 November 2014 Hal. 19.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s