Core Competencies

core-competency1Core competeny memerlukan proses yang terencana dan terintegrasi dalam kurun waktu panjang. Namun jika dimanfaatkan secara optimal, akan membawa perusahaan berdaya saing tinggi.

Sungguh mengherankan, di antara semakin sesaknya persaingan dalam negeri, akan tetapi terus saja kita melihat pesaing dari luar begitu antusiasnya masuk ke dalam negeri ini.

Tengok bagaimana PT POS Indonesia berjuang menghadapi menurunnya pengiriman dokumen surat, baik dalam dan luar negeri yang berakibat merosotnya pendapatan. Tapi, sementara itu, DHL Express, perusahaan logistik yang dimiliki oleh PT POS-nya Jerman sangat semangat mengembangkan sayapnya di Indonesia.

Bagi DHL, pastilah keputusan untuk masuk ke Indonesia telah diambil dengan pertimbangan sangat matang. Sudut pandang mereka melihat Indonesia tak lain tak bukan ialah dari sisi pasar internasional sebagai kelengkapan jasa DHL yang ingin menjadi penghubung logistik dunia.

Mereka yakin dan tahu betul bahwa salah satu keunikan dan keunggulan bersaingnya adalah penguasaan jaringan komunikasi dan teknologi tingkat dunia. Inilah kemampuan DHL yang telah menjelma menjadi core competency.

Terdapat empat ciri kemampuan yang telah menjadi core competency. Ciri pertama ialah kemampuan besar yang dapat merengkuh peluang atau menghindarkan ancaman, contohnya di dalam negeri, dibawah kepemimpinan Dwi Soetjipto, PT Semen Indonesia dengan kemampuan sinergi dan inovasi berhasil mengintegrasikan tiga pabrik semen di Indonesia.

Kemampuan ini juga sekaligus dapat menghindarkan ancaman masuknya pesaing semen dunia ke Indonesia. Bahkan senjata itu pula yang kemudian mampu melebarkan sayap PT Semen Indonesia sampai ke tingkat regional dengan mengakuisisi Thang Long Cement Company-Vietnam.

Ciri kedua adalah kemampuan yang jarang ada. Semakin eksklusif suatu kemampuan yang dimiliki perusahaan akan semakin membuat dia sulit tertandingi. Lihat formula Coke yang dimiliki oleh Coca Cola International misalnya, membuat Coca Cola mampu mendominasi pasar dunia.

Wijaya Karya pun juga memiliki kemampuan dalam pengembangan produk dan jasa yang sulit tertandingi. Ini yang kemudian membawa Wika bertransformasi dari perusahaan konstruksi menjadi perusahaan EPC+Investment.

Ciri ketiga adalah kemampuan yang sulit ditiru. Mungkin bisa ditiru, tapi menjadi sangat mahal sehingga tidak menunjang daya saing. Sistem JIT (Just-in-Time) yang diciptakan oleh Toyota telah diakui dunia, dipelajari, serta dicoba dan tiru dimana-mana.

Ternyata tidak mudah diterapkan di tempat lain karena JIT haruslah diterapkan secara menyeluruh dari hulu sampai hilir, mulai dari pemasok sampai ke distributor. Untuk itu diperlukan harmonisasi antar anggota dalam jaringan supply chain, inilah yang tidak mudah untuk ditiru.

Ciri keempat adalah kemampuan yang tidak tersubstitusi. Biasanya kemampuan yang tidak tampak secara fisik yang tidak bisa tergantikan. Kemampuan untuk selalu terdepan dalam inovasi, selalu ingin menjadi pionir adalah nilai-nilai yang dimiliki organisasi yang sulit tersubstitusi.

Kompas Gramedia yang dikenal dengan kedekatan hubungan antar karyawan yang mendorong loyalitas dan retensi talenta-talenta terbaik adalah contoh kemampuan organisasi yang telah terbangun dan teruji dalam waktu lama sehingga sulit tersubstitusi dengan sistem lain.

Membangun core competency memang tidaklah mudah. Memerlukan proses yang terencana dan terintegrasi dalam kurun waktu panjang. Namun core competency yang dapat dimanfaatkan secara optimal akan membawa perusahaan berdaya saing dalam waktu panjang, sehingga mampu menghasilkan laba di atas rata-rata industri.

*Tulisan dimuat majalah BUMN Track No. 88 Tahun VIII November 2014. Hlm. 109.

Andi Ilham SaidIr. Andi Ilham Said, Ph.D.
Core Faculty PPM Manajemen
ais@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s