Resep Awet Muda di Era MEA

mea-2015Pada penghujung tahun ini, beberapa seminar berusaha untuk mengungkap rahasia sukses di era integrasi ekonomi ASEAN 2015. Sebagian terfokus pada pemahaman aturan dan regulasi baru, sebagian lagi berkutat pada tips jitu beradaptasi di era tersebut.

Dimulai dari taktik pemasaran yang harus mampu merangkul pasar ASEAN hingga bagaimana budaya kerja yang harus dibangun di masa depan mengingat arus pekerja asing akan semakin marak di tanah air. Semua itu berujung pada strategi untuk menjaga stabilitas usia perusahaan di era MEA.

Menjadi awet muda ternyata bukan hanya monopoli manusia. Bisnis pun kini juga mulai berpikir ke arah itu. Tengoklah kebangkitan produk-produk ‘senior’ (yang pernah berjaya di masanya) seperti Vespa dari industry otomotif, atau produk makanan ringan berlabel ‘Khong Guan’.

Kini mereka tampil dengan kecepatan adaptasi yang tinggi. Alhasil perlahan namun pasti merek-merek senior tersebut kini telah berhasil bermain di pasar yang lebih premium dibandingkan masa kejayaannya dulu. Bila demikian, apa sebenarnya resep awet muda di tahun depan?

Pertama adalah kemampuan inovasi. Kata ini sekarang sudah dipahami sebagai pekerjaan rumah rutin hampir di semua industri. Inovasi tidak hanya dilakukan pada produk semata, melainkan juga pemasaran hingga proses dan manajemen.

Beberapa perusahaan bahkan memandang inovasi dalam keempat bidang tersebut sebagai satu kesatuan utuh. Oleh karenanya restrukturisasi perlu menjadi pilihan di awal tahun depan.

Peningkatan ketersediaan ‘skilled labor’ di masa integrasi ekonomi ASEAN menciptakan peluang bagi perusahaan untuk bertumbuh dengan lebih ‘ramping’, sebab di situlah daya adaptasi menjadi semakin tinggi. Prinsip melayani dan bukan dilayani merupakan modal dasar semangat bagi terciptanya inovasi manajemen di dalam perusahaan.

Ketika upaya itu berhasil dilakukan, maka perubahan paradigm khususnya yang langsung berdampak pada peningkatan produktivitas akan terjadi. Pada kondisi tersebut barulah inovasi proses dapat dilakukan.

Dengan memanfaatkan skala ekonomis yang maksimum maka perusahaan akan mencapai produktivitas kinerja tinggi. Faktor inilah yang akan memicu terciptanya inovasi baik di bidang produk maupun pemasaran.

Kedua, terkait kedekatan dengan pasar. PR besar perusahaan di tahun depan adalah menjalin kedekatan hubungan dengan pasar regional, tak hanya dengan pasar domestik. Karenanya pemain harus mampu mengedepankan harmonisasi 3P ‘bottom line’ yakni people-planet-profit.

Konsep tersebut merupakan syarat bagi pemain domestik untuk berkarir internasional. Tengoklah beberapa perusahaan yang terbukti sukses menjalankan prinsip ini, seperti Unilever, The Body Shop serta Astra International. Pola itulah yang berhasil membuat produk-produk mereka sukses diterima di pasar global, bahkan menjadi merek pilihan tunggal di beberapa area.

Strategi kedekatan pasar yang dibangun tak dapat lagi bersifat retorika, namun harus mampu menyentuh tataran praktis di lapangan. Pola agresivitas pemasaran hendaknya bergeser menjadi upaya-upaya positif dalam membangun ‘hubungan’ kemitraan sejak pada fase pengenalan hingga pasca pembelian. Di sinilah kekuatan dalam membingkai masa depan tercipta.

Selanjutnya, dekat dengan pasar berarti memahami karakteristiknya secara tajam sehingga pergeseran sekecil apa pun akan mampu diantisipasi sejak dini. Pemahaman tersebut mengarahkan kita pada resep terakhir, yakni kelihaian dalam mengelola risiko.

Pasar terbuka mau tak mau telah menghadapkan perusahaan pada kompleksitas risiko, baik di sisi operasional maupun keuangan dan moneter. Karenanya kejelian kita dalam menggunakan beberapa instrumen mitigasi risiko sangat menentukan keberhasilan pengelolaannya.

Fluktuasi kurs serta perubahan harga komoditas di pasar internasional merupakan dua objek yang perlu dicermati secara berkala. Bak ‘sedia payung sebelum hujan’, perusahaan perlu lebih disiplin dalam melakukan hedging. Kuncinya satu, selalu bersiap menghadapi musim paceklik di kala panen tiba.

Penguasaan yang baik pada ketiga elemen tersebut akan berujung pada stabilitas operasi perusahaan di masa depan. Semakin awet muda bukan? Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai Anda!

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s