Melirik Strategi Perbankan di 2015

bii-maybankGaung penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (baca: MEA) kini mulai terdengar santer. Berbagai kalangan menilai hanya bank yang benar-benar mampu mencetak produktivitas tinggilah yang akan mampu bertahan.

Di sisi lain beberapa pemain besar, sebut saja Maybank dan DBS, kini tengah bersiap tuk mengembangkan sayapnya di nusantara. Alhasil perumusan strategi yang tepat akan mengantarkan perbankan nasional menjadi raja di tanah airnya sendiri. Lalu apa alternatif strategi yang dinilai tepat itu?

Satu agenda yang dapat dijadikan bahan pertimbangan adalah akuisisi. Sebagai salah satu bentuk strategi bertumbuh, dari sudut pandang keuangan akuisisi merupakan sarana bagi perusahaan untuk meningkatkan kekuatan, khususnya dari sisi permodalan dan asset. Terlebih bila perbankan ingin bertumbuh menjadi pusat layanan keuangan bagi masyarakat.

Ketika tuntutan kebutuhan layanan tidak hanya sebatas deposito melainkan asuransi, jasa perantara perdagangan efek serta pembiayaan maka mau tak mau bank-bank di tanah air harus sudah melirik peluang kolaborasi dengan pemain lain. Di situlah kehadiran kekuatan keuangan baru sangat diharapkan.

Meski terkesan sangat ideal namun akuisisi bukanlah hal yang sederhana. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih:

Pertama, harus terdapat kepastian bahwa akuisisi akan mendatangkan kekuatan lebih dalam meraih produktivitas.

Secara konseptual akuisisi baru dikatakan sukses jika proses tersebut berhasil menciptakan sinergi di antara keduanya. Tengoklah bagaimana konsep akuisisi pada jasa layanan keuangan berpotensi menghadirkan kekuatan bisnis finansial baru.

Dengan mengusung tema ‘one stop financial services’, kekuatan perbankan di masa depan akan sangat tergantung pada ketersediaan layanan bagi konsumen sehingga jika konsumen mempercayakan semua kebutuhan keuangannya di satu bank maka di situlah profitabilitas perbankan akan meningkat.

Kedua, akuisisi memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi khususnya dalam hal permodalan.

Sudah menjadi rahasia publik bahwa ketidakberhasilan perbankan nasional dalam mempersempit ‘spread’ antara suku bunga kredit dan deposit lebih disebabkan karena inefisiensi di beberapa hal khususnya yang dipicu oleh tingginya biaya ekonomi di tanah air.

Nah melalui akuisisi di era MEA ini diharapkan apa yang menjadi idam-idaman bank bisa diperoleh dengan mudah. Tak hanya itu, ketika perbankan nasional dapat beroperasi pada biaya yang rendah niscaya seiring dengan peningkatan produktivitas maka nilai perbankan kita akan semakin tinggi. Di situlah daya saing dihasilkan.

Ketiga, dari kacamata lokal akuisisi diharapkan mampu menjadi mesin percepatan perluasan akses perbankan ke pelbagai daerah.

Studi di lapangan menunjukkan bahwa rasio cakupan wilayah pelayanan bank di Indonesia Timur masih rendah. Pertumbuhan per tahun di wilayah tersebut juga masih di bawah 8%. Padahal di sisi lain perputaran roda ekonomi pasca pemberlakuan otonomi daerah menjadi lebih cepat.

Kawasan Indonesia timur yang diyakini menyimpan berjuta-juta komoditas berorientasi ekspor telah siap berkembang di skala internasional. Ini merupakan peluang emas yang patut diincar oleh setiap pemain di era perdagangan bebas.

Sebagian kalangan bahkan mempersepsikan hari-hari ini sebagai awal kompetisi layanan keuangan masa depan antara pemain lokal dan asing. Artinya bila tak segera tergarap niscaya pemain asing akan melebarkan sayapnya di daerah-daerah tersebut.

Secara nasionalis sangat strategis jika semua masyarakat Indonesia dapat memperoleh akses perbankan seluas-luasnya. Sebab dengan cara itu perbankan nasional dikatakan telah menjalankan fungsi dasarnya dalam upaya pembangunan bangsa.

Semoga agenda akuisisi perbankan kita akan mampu berkontribusi positif pada peningkatan daya saing nasional di era integrasi ekonomi dunia.

Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai Anda!

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s