Rencana Takkan Bermakna Tanpa Eksekusi Jitu

strategy execution successPada penghujung 2014 banyak perusahaan tengah ‘bergulat’ dengan pemilihan strategi yang tepat di era integrasi ekonomi ASEAN tahun depan.

Masyarakat Ekonomi ASEAN telah menciptakan tuntutan agar manajemen (baca: pengelola perusahaan) mulai berpikir untuk memberikan sentuhan ‘spesial’ di setiap strategi yang diusung.

Ada yang menyelipkan akuisisi dan merger untuk membangun sebuah daya saing, ada pula yang memilih untuk bertumbuh secara organik. Mereka yang cenderung memilih opsi kedua kini terlihat tengah akrab berkolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai produsen tenaga kerja potensial. Alhasil secara umum rata-rata rencana strategi yang dikonsep sangatlah menjanjikan. Kini tinggal bagaimana eksekusi di lapangan.

Selang sepuluh tahun terakhir, penelitian yang mengukur kemampuan perusahaan dalam melaksanakan rencana strategisnya, baik di dalam maupun luar negeri, meningkat tajam. Realitas tersebut sekaligus menunjukkan betapa tingginya perhatian akademisi pada kemampuan perusahaan dalam menerapkan alat-alat manajemen untuk meraih kinerja secara lebih baik.

Sederetan model peningkatan kinerja pun kini menghiasi literatur manajemen. Namun satu simpulan yang sama dapat dengan mudah ditemui hampir di setiap penelitian, yakni bahwa efektivitas strategi baru dapat diukur ketika setiap program mampu diterapkan sesuai rencana.

Beberapa studi bahkan menunjukkan ada banyak perusahaan yang dinilai mempunyai rencana strategi yang baik namun tetap tidak mampu mencapai target. Bila dicermati lebih lanjut ternyata penyebabnya hanya satu: kelemahan saat mengeksekusi strategi.

Anda mungkin pernah mendengar nama Kaplan dan Norton. Keduanya adalah perumus balance score card yang hingga kini masih banyak digunakan perusahaan nasional maupun multinasional.

Dalam beberapa referensinya, keduanya mengungkapkan bahwa keberhasilan perusahaan sangat tergantung pada kekuatan eksekusi di lapangan. Turbulensi perekonomian sering menuntut perusahaan untuk merubah arah strategi saat akan diterapkan. Situasi inilah yang perlu dicermati secara bijak. Artinya perusahaan perlu menempatkan orang-orang yang memiliki kepekaan khusus pada perubahan lingkungan.

Saya sering mengibaratkan dengan mereka yang tengah berjaga-jaga terhadap hadirnya pencuri yang bisa datang tiba-tiba. Ketika tanda-tanda (baca: symptom) mulai diendus, maka di titik itulah kecepatan mengambil keputusan akan menentukan akurasi penerapan strategi di lapangan. Nah untuk dapat menyiapkan tenaga andal seperti itu, perusahaan perlu melengkapi dirinya dengan data-data pasar termutakhir, baik yang bersifat data primer maupun sekunder.

Beberapa pemain besar malah kini telah menempatkan data pasar sebagai ‘mitra’ kerja strategis mereka. Sekali saja perubahan teridentifikasi, maka di situlah antisipasi segera dilakukan. Apakah itu berarti kita perlu memasukkan rencana eksekusi dalam sebuah rencana strategis?

Jawabannya sudah pasti iya, sehingga kini suatu rencana strategis wajib memuat detail rencana penerapan di lapangan. Dengan demikian para penanggung jawab program akan paham benar langkah-langkah yang harus diambil, termasuk upaya yang perlu dilakukan sebagai langkah korektif dan mitigatif. Di sinilah kekuatan eksekusi tercipta.

Terakhir, mekanisme ini menuntut adanya rencana yang dipertahankan ‘stabil,’ yakni rencana strategi itu sendiri. Artinya setiap target yang telah direncanakan harus dijaga pada posisi tetap (tidak dengan mudah diubah) sehingga para pelaksana mempunyai ukuran yang sama dan transparan terkait setiap indikator kesuksesan.

Hanya melalui cara ini, setiap anggota perusahaan akan berbicara dengan bahasa yang sama. Dukungan budaya serta komitmen yang kuat niscaya akan mengarahkan perusahaan pada peningkatan produktivitas yang jauh lebih tinggi dari periode-periode sebelumnya. Lebih dari itu, impian-impian yang belum pernah tergapaipun akan mudah tercapai.

Selamat berefleksi sukses senantiasa menyertai Anda!

*Tulisan dimuat pada harian Media Indonesia, 22 Desember 2014 Hlm. 18.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s