Sharing: Transformasi dari Kepemilikan menjadi Akses

bts-axis-xl“Sharing everything,” begitu kata Jeremy Rifkin penulis buku Best Seller The Third Industrial Revolution menulis dalam bukunya yang terakhir The Zero Marginal Cost Society setelah melihat semakin menyebarnya budaya sharing.

Dampak kemajuan teknologi informasi yang begitu luar biasa menyebabkan banyak hal yang tadinya hanya dalam pikiran dan hipotesa akademis para ahli, akhirnya terbukti secara nyata. Fenomena berbagi (sharing) adalah salah satunya.

Telah lama diketahui bahwa banyak terjadi keborosan material, peralatan, aset, maupun waktu, yang sejatinya dapat dikurangi jika alokasi dan penyamarataan sumber daya dapat dilakukan. Salah satu hambatan terbesarnya adalah informasi, sangat sulit mengetahui siapa yang kelebihan dan siapa yang kekurangan kapasitas.

Contoh soal, ada kapal yang balik dari Indonesia Timur dengan muatan kosong, sementara juga di Indonesia Timur, ber ton-ton hasil panen membusuk di gudang karena kesulitan mencari angkutan yang harganya terjangkau untuk dikirim ke Indonesia Barat.

Sekarang hambatan informasi tersebut mulai bisa terkuak dengan kemajuan komunikasi internet. Sudah bukan hal yang sulit lagi bagi pemilik kapal untuk berkirim berita ke jaringan internet ataupun beriklan di internet tentang kapasitas muatan yang tersedia dan sedang dilegonya dengan discount fantastis.

Demikian pula, bukan hal sulit juga bagi pemilik barang untuk mengakses internet atau juga mem-posting informasi mencari tumpangan kapal murah. Bahkan sangat mudah bagi programmer cerdas Indonesia untuk membuat aplikasi gratisan yang dapat mempertemukan keduanya. Hal ini terbukti sukses dilakukan di Amerika Serikat.

Berita mengejutkan bulan Oktober lalu, XL resmi menjual 3.500 menara BTS-nya. Dengan penjualan tersebut, XL mendapatkan dana tunai sebesar 5,6 Triliun Rupiah. Selanjutnya XL menyewa BTS yang dijualnya tersebut selama 10 tahun ke depan.

Itu artinya XL bersedia untuk sharing penggunaan BTS dengan perusahaan telekomunikasi lainnya, dengan kata lain bersedia berbagi BTS dengan pesaing. Sedangkan dana segar yang diperoleh digunakan untuk mengurangi beban utang perusahaan.

Berita seperti ini hampir tidak mungkin ditemui 5 tahun lalu ketika BTS waktu itu menjadi Key Resources, penentu keberhasilan perusahaan telekomunikasi memenangkan persaingan. Seperti biasanya orang selalu berpikir bahwa semua yang menjadi faktor penentu keberhasilan, haruslah “dikangkangi” sendiri. Karena hanya dengan cara itu maka kendali pemakaian ada di genggaman.

Situasi di industri telekomunikasi mematahkan asumsi itu. Karena ternyata bukan kepemilikan yang dibutuhkan. Yang perlu dipastikan sejatinya adalah akses penggunaannya. Karena ternyata tanpa memilikipun pada dasarnya aset itu dapat dioperasikan sepanjang kita memiliki akses penggunaannya.

Bisa dibayangkan berapa penghematan yang dapat dilakukan oleh XL dengan hanya menyewa BTS pada pihak ketiga. Tidak hanya perusahaan, ternyata industri dan konsumen pun mendapatkan keuntungan dari keputusan ini. Selain biaya komunikasi bisa diturunkan, lingkungan kota juga bisa lebih bersih dari ‘hutan’ BTS yang menjamur dimana-mana.

Boleh jadi fenomena seperti ini sebenarnya dapat dilakukan di banyak BUMN. Dorongan untuk sinergi BUMN seharusnya juga diarahkan pada konsep asset sharing ini. Karena terbukti, jangankan aset yang bersifat supporting saja yang dapat di-share, seperti Rumah Sakit Pertamina dan Rumah Sakit Pelni, atau Tongkang Pertamina untuk angkut Batu Bara, dan sebagainya. Ternyata aset yang sifatnya strategis dan langsung menohok pada inti persaingan pun seperti yang terjadi di industri telekomunikasi ternyata terbukti dapat juga di-share.

*Tulisan dimuat majalah BUMN Track No. 89 Tahun VIII Desember 2014. Hlm. 109.

Andi Ilham SaidIr. Andi Ilham Said, Ph.D.
Core Faculty PPM Manajemen
ais@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s