Resolusi Copas

resolusi 2015Menutup tahun dan menyambut tahun baru menjadi momen yang istimewa bagi banyak orang. Bukan hanya karena hingar bingar tiupan terompet, atau gemerlapan warna-warni kembang api menghiasi langit malam yang biasanya sepi, tahun baru memiliki makna penghargaan pada sang waktu yang mewujud dalam milestone tahun.

Waktu menjadi aset yang membuat hidup menjadi berwarna serta bermakna. Lord Dracula, tokoh utama vampir yang mendunia, selalu digambarkan membenci immortalitas yang dimilikinya dan menyebutnya sebagai kutukan besar. Legenda ini sendiri cukup untuk menunjukkan bahwa tanpa terbatasnya waktu, warna kehidupan itu sendiri menjadi pudar, bahkan justru menyengsarakan.

Bagi para professional, tutup tahun juga bermakna evaluasi atas apa yang telah dilakukan dan apa yang ingin dilakukan. Seakan menjadi trend, momen ini digunakan untuk menetapkan resolusi tahun depan. Adalah suatu fenomena yang jamak ketika berusaha membuat resolusi tahun baru, beberapa profesional muda menemukan bahwa tak satu pun resolusi tahun sebelumnya yang telah menjadi nyata di tahun ini.

Dengan demikian, resolusi tahun ini adalah copas dari tahun sebelumnya. Seorang peneliti bernama Richard Wiseman menemukan bahwa sekitar 88% dari orang Amerika menyatakan tidak berhasil mencapai resolusi yang telah ditetapkannya.

Beberapa resolusi yang populer, seperti berhenti merokok, makan makanan sehat, menurunkan berat badan atau berolahraga secara teratur biasanya membara di awal tahun untuk kemudian padam setelah berjalan dalam hitungan minggu.

Hal ini menunjukkan bahwa berbagai keinginan sebenarnya tidak benar-benar kita inginkan. Menentukan sebuah resolusi tidaklah sesederhana menuliskan keinginan dan menempelkan di dinding meja kerja. Lebih dari itu, Ia memerlukan pemahaman yang baik atas apa yang benar-benar Anda inginkan.

Semua orang tentu ingin memiliki badan yang ideal dengan struktur otot yang sempurna. Namun apakah keinginan ini demikian besar sehingga bisa memaksa Anda untuk menyingkirkan selimut, bangun lebih pagi untuk mengambil beberapa putaran jogging?

Apakah keinginan itu demikian menggelora sehingga Anda bisa menolak potongan donut dengan strawberry yang meleleh menggoda? Benar-benar menginginkan sehingga Anda mau menukarkan apa saja untuk mendapatkannya itulah syarat sebuah resolusi akan tercapai.

Tahun ini, kita coba untuk menganggap resolusi lebih serius. Luangkan waktu beberapa jam untuk merenung dan refleksi. Tanyakan beberapa hal mendasar yaitu antara lain; hal apa yang paling penting bagi Anda?. Beberapa orang mungkin menjawab keluarga. Orang yang lain mungkin menjawab karir, kesempatan belajar, berkenalan dengan banyak orang, atau mungkin tantangan.

Berangkat dari hal yang paling penting itu, renungkan kepuasan atas apa yang telah dicapai hari ini dan seberapa perbaikan tahun depan yang ingin Anda capai. Detilkan pencapaian ini dengan spesifik. Pertanyaan berikutnya adalah apa kekuatan utama Anda? Aktivitas apa dan pada situasi seperti apa Anda merasa lebih baik daripada kebanyakan orang? Dengan demikian, Anda bisa mengaitkan impian dengan kekuatan saat ini.

Dengan perkawinan kekuatan dan impian tersebut, muncullah inisiatif tindakan yang Anda percayai bisa dilakukan. Selamat mencoba, dan salam pembaharu!

*Artikel ini dimuat di majalah Youth Marketers edisi 27, Desember 2014.

Wahyu Tri SetyobudiWahyu T. Setyobudi.
Staf Pengajar PPM School of Management
WHY@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s