Ignition

IgnitionTumpeng itu dikelilingi selusinan orang yang khusuk membaca doa. Nasi kuning berbentuk gunungan dan berbagai macam lauk pendamping yang bersahabat erat dengannya, kali ini tidak sendirian, namun ditemani oleh bubur merah dan putih khas simbolisme tekad memulai hal yang baru ala jawa.

Pergantian tahun 2014 dan 2015 ini sangat istimewa buat kakak tertua saya yang akhirnya memutuskan untuk berpindah kuadran menjadi entrepreneur setelah lebih kurang dua dasawarsa berkarier menjadi karyawan. Walaupun posisi terakhir yang ditinggalkannya tidak main-main, direktur sebuah perusahaan multinasional, namun seperti namanya, Teguh, keputusan itu diambil.

Setiap keputusan besar memerlukan tekad yang besarnya sepadan. Bukan hanya mesin yang memerlukan percikan awal untuk menyalakannya, sistem tekad dan motivasi dalam tempurung kepala manusia pun, memerlukan lecutan awal untuk mengundang mood perjuangan agar makin mewarnai tindakan-tindakan. Ignition, sebuah percikan api untuk menyalakan semangat.

Saya yakin, sebagian besar diantara kita telah memiliki resolusi awal tahun yang dirumuskan dengan penuh pengharapan dan tekad. Tahun baru, tekad baru, tindakan baru, hasil baru. Setelah usai hingar bingar kembang api, maka saatnya kita mencari sebuah ignition untuk menggerakkan aktivitas terfokus kita demi mencapai resolusi.

Momentumnya adalah sekarang. Begitu beberapa minggu atau bulan berlalu tanpa percikan api, tekad akan melempem, persis seperti kerupuk lembab terkena embun malam. Maka rencanakanlah sebuah aktivitas yang meresmikan mulainya perjuangan mencapai resolusi tersebut.

Sebuah ignition yang baik menurut saya setidaknya memiliki tiga sifat, yaitu kristalisasi niat, dorongan spiritual dan dukungan orang-orang terdekat.

Yang pertama, suatu acara yang dibuat untuk menandai mulainya program haruslah menunjukkan kejelasan dan mengamplifikasi niat. Hal ini bisa dengan cara menciptakan simbol kesuksesan atau dengan menciptakan theme song tertentu. Ban kepala lazim digunakan di Jepang untuk menandai sebuah perjuangan meraih sesuatu. Buatlah logo Anda sendiri, yang mungkin digunakan untuk menampilkan niat kepada orang lain, dan yang paling penting, kepada diri sendiri.

Yang kedua, ignition mestinya memiliki muatan dorongan spiritual yang kental. Tidak aneh jika kekuatan spiritual adalah kekuatan tertinggi. Sejak lama para praktisi energi metafisik meyakini bahwa aura spiritualitas memiliki energi yang tertinggi diantara semua warna aura. Oleh karena itu, doa menjadi tulang punggung. Buatlah doa yang khas, yang paling menyentuh untuk mengingatkan Anda pada relevansi hasil program dengan tujuan yang lebih tinggi (higher purpose), mendekat kepada Tuhan.

Yang terakhir, ignition merupakan momen untuk merangkum dukungan orang-orang terdekat dalam hidup. Persetujuan ini sangat esensial dalam mengilhami tindakan. Dalam bahasa behavioristik kita mengenalnya sebagai subjective norms, yaitu dorongan yang muncul karena pengharapan orang-orang yang signifikan pandangannya untuk kita. Dengan totalitas niat, muatan spiritual dan dorongan orang terdekat, kira-kira apa lagi yang bisa menghalangi kita meraih mimpi?

Saya ucapkan selamat tahun baru buat jiwa-jiwa pemasar muda yang tak pernah berhenti berjuang. Semoga tahun depan adalah tahun yang penuh kreasi, inovasi, dan tahun yang bersejarah dalam perjalanan hidup kita. Tetap semangat dan salam pembaharu!

*Tulisan ini dimuat Majalah Youth Marketers Edisi 27, Januari 2015.

Wahyu Tri SetyobudiWahyu T. Setyobudi.
Staf Pengajar PPM School of Management
WHY@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s