Pentingnya Budaya Korporat & Kepemimpinan Untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi

company-culturePilar keberhasilan pertama untuk mendukung keberhasilan inovasi dapat dilakukan dengan berfokus pada arena pengembangan yang tepat, sesuai dengan kompetensi dan kapabilitas perusahaan sehingga menghasilkan keuntungan.

Pilar kedua yang tidak kalah penting adalah perlunya diciptakan iklim, budaya, serta kepemimpinan organisasi yang mendukung keberhasilan inovasi.

Dalam bukunya Re-Code Your Change DNA, Rhenald Kasali secara jelas mengemukakan definisi budaya organisasi, yang sering disebut sebagai budaya korporat, adalah suatu sistem nilai yang membimbing orang-orang pada suatu institusi untuk berperilaku tertentu.

Hal tersebut diperkuat dengan pemikiran Kluyver dan Pearce II yang banyak menulis tentang strategi organisasi yang menyatakan bahwa budaya organisasi adalah “A shared system of values, assumptions, and beliefs among a firm’s employees that provides guidance on how to think, perceive, and basic assumptions.”

Budaya korporat membentuk perilaku korporasi yang mampu menyejahterakan para pemiliknya, sehingga dituntut pemenuhan kepuasan pelanggan melalui upaya yang kreatif, inovatif, dan pelayanan yang prima. Contohnya seperti yang dilakukan oleh PT XL Axiata Tbk dengan menerapkan metode baru dalam layanan, metode Agile, yang berperan dalam menciptakan budaya inovasi sehingga menjadi agile, adaptif, dan memenuhi kebutuhan pasar.

Kreativitas dan inovasi merupakan dua hal yang saling berhubungan. Inovasi membutuhkan kreativitas untuk merealisasikan kebaruan yang diharapkan memberikan manfaat. Iklim inovatif bisa diciptakan dengan senantiasa menyediakan dukungan di setiap peluang yang ada dan memberikan penghargaan atau hadiah pada inovator atau tim pengembangan produk yang berhasil. Bisa pula dengan senantiasa membuka peluang bagi penyampaian dan pengembangan ide-ide dari karyawan yang bisa menghasilkan inovasi produk lebih baik lagi.

Lalu, bagaimana peran kepemimpinan organisasi dalam mendukung keberhasilan inovasi? Hasil penelitian dalam pengembangan produk menunjukkan bahwa manajemen puncak berperan penting dalam memberikan dukungan dan dorongan atas inisiatif inovasi.

Mereka menciptakan iklim yang positif sehingga tidak ada ketakutan untuk berpendapat atau mengemukakan ide serta menumbuhkan keyakinan pada diri anggota organisasi untuk memperlihatkan kreativitasnya. Sikap berani mengambil risiko juga perlu dipupuk untuk tumbuh, bersamaan dengan keberanian untuk melakukan investasi.

Pemikiran strategis dalam inovasi juga perlu dimiliki agar investasi tidak terbuang percuma. Investasi bisa dilakukan lewat bekerja sama dengan pihak luar atau bermitra dan berkolaborasi sebagai alternatif pilihannya.

Seorang pemimpin yang berorientasi pada keberhasilan inovasi, juga perlu menumbuh-kembangkan passion dari seorang kreatif sehingga ide yang dihasilkan tidak mati begitu saja. Seorang Bob Sadino dikenal kreatif dan memiliki cara berbeda dalam mengelola bisnisnya. Ia mampu menumbuhkan passion dalam diri pegawainya untuk tetap berkreativitas sehingga Kem Chicks tetap bisa bersaing ditengah gempuran peritel besar. Keleluasaan untuk memilih jalan hidup juga diberikan kepada anak-anaknya.

Saat ini, pemberian penghargaan atas keberhasilan inovasi juga banyak diberikan. Media-media terkenal bekerja sama dengan pemerintah atau industri berupaya untuk meningkatkan semangat inovasi melalui ajang penganugerahan penghargaan tersebut.

Seperti yang dikemukakan oleh Centre of Innovation & Collaboration-PPM, Indonesia tidak terkenal dengan kemampuan berinovasi. Maksudnya, bukan tidak ada perusahaan Indonesia yang berinovasi, namun tidak didapati perusahaan Indonesia yang inovasinya menonjol sehingga terkenal di dunia.

Untuk bisa bermain sebagai pelaku inovasi yang bergaung dalam dunia internasional, organisasi perlu terus-menerus berorientasi pada pertumbuhan, punya keberanian untuk berinvestasi, berkomitmen atas proses inovasi yang dilakukan, memberikan ruang dan penghargaan bagi kreativitas, mampu menerima risiko, dan memiliki strategi inovasi jitu yang beradaptasi dengan perubahan zaman. Untuk itu, seorang pemimpin inovatif yang mampu melakukannya.

*Tulisan dimuat pada SWA Online, 10 Februari 2015 dengan judul “The Innovation Diamond: 4 Pilar Untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi (2)”

Pepey RiawatiPepey Riawati Kurnia.
Koordinator PDMA Indonesia, PPM School of Management
prk@ppm-manajemen.ac.id, kurniapepey@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s