Inovasi Pemasaran Ala ‘Furious 7’

Furious-7Setelah sukses dengan sekuel-sekuel sebelumnya, film action yang bertema ‘adu kekuatan mesin kendaraan’ Furious 7 mendulang prestasi emas.

Sampai dengan April tahun ini, Furious 7 berhasil mencatat penjualan tertinggi di seluruh dunia. Artinya jika dapat bertahan selama beberapa pekan ke depan, bukan mustahil bila rekornya akan menggeser beberapa film terlaris, seperti Avatar dan Titanic.

Fenomena ini cukup menjadi alasan untuk mendudukkan Furious 7 sebagai contoh apik dalam manajemen pemasaran. Pada kasus ini, kemampuan produk untuk menguasai mind dan heart share konsumen wajib diacungi jempol.

Ketika tampil dengan sekuel Tokyo Drift beberapa tahun lalu, banyak kalangan yang menilai bahwa episode tersebut adalah puncak dari kejayaan Furious. Namun tanpa disadari ternyata pesan yang tersirat pada film itu merupakan fondasi bagi sekuel berikutnya. Keberhasilan inilah yang kiranya patut diberi label inovasi pemasaran.
Continue reading

Dinasti Dalam Bisnis Keluarga

dinasti dlm bisnis keluargaSeluk beluk bisnis keluarga memang menarik untuk dicermati. Dalam penelusuran kajian pustaka berbasis jurnal penelitian dan buku-buku manajemen selama tiga puluh tahun terakhir, perusahaan keluarga selalu menjadi contoh reflektif yang baik.

Hadirnya tuntutan untuk mempertahankan dinasti kekuasaan di tangan keluarga telah membuat cara pandang profesionalisme di jenis organisasi ini menjadi sangat unik.

Sebagai contoh, studi tentang struktur modal yang dilakukan pada perusahaan tertutup milik keluarga menghasilkan temuan bahwa meski sebuah proporsi pendanaan jangka panjang dinilai sangat efisien, belum tentu itu yang akan menjadi pilihan.
Continue reading

Employee Engagement

Employee-Engagement“Karyawan yang sudah kerja 15 sampai 20 tahun hanya diupah Rp 7 juta. Mana adil itu,” ujar salah satu anggota Serikat Pekerja salah satu perbankan beberapa waktu yang lalu di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), Jakarta.

“Pokoknya saya sudah tidak betah nih kerja di perusahaan saya saat ini. Manajemennya payah. Lingkungan kerja pun sudah nggak nyaman,” ujar rekan yang kerja di salah satu rumah sakit besar di wilayah Kebayoran.

Namun demikian, tidak sedikit pula karyawan yang merasa betah, bangga, dan bahkan semangat kerjanya tinggi sehingga selalu memberikan kontribusi nyata kepada perusahaannya. “Saya bersyukur bekerja di perusahaan ini, karena suasana kerjanya menyenangkan, manajemennya bagus, sehingga saya bisa memberikan kontribusi optimal kepada perusahaan,” ucap seorang karyawan di salah satu perusahaan trading.
Continue reading

Kiat Mengelola Konflik Dengan Cerdas & Produktif

Perseteruan-Ahok-dan-DPRDSetelah tertatih-tatih menyusun APBD 2015, perseteruan antara DPRD DKI dan Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok masih jauh dari kata selesai. Bahkan konflik tersebut memasuki babak baru.

Beberapa anggota DPRD DKI berencana menggulirkan Hak Menyatakan Pendapat (HMP). Sebelumnya melalui Hak Angket, DPRD DKI menyatakan bahwa Gubernur DKI melanggar undang-undang dan etika. Dengan HMP ini, ada beberapa kemungkinan opsi yang terjadi mulai dari teguran keras hingga pemberhentian (pemakzulan) terhadap Gubernur DKI.

Berbagai perdebatan seru terjadi di berbagai media, baik televisi, surat kabar, tak terkecuali media sosial bahkan obrolan dalam warung kopi. Sebagian ada yang mendukung Pak Gubernur dan sebagian lagi mendukung DPRD DKI.
Continue reading

3 Kesalahan Memilih Manajer

3 kesalahan memilih manajerKepantasan beberapa nama yang ditunjuk pemerintah untuk menempati posisi direksi dan komisaris sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diperdebatkan.

Sejumlah pihak menganggap bahwa kementerian BUMN telah melanggar praktik pemerintahan yang baik dengan menunjuk orang-orang yang tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk mengisi posisi strategis di beberapa perusahaan pelat merah.

Lebih jauh, menurut menurut mereka jabatan strategis semestinya tidak diisi dengan orang-orang yang coba-coba. Jika tetap dipaksakan, maka hasilnya juga pasti coba-coba.

Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri BUMN Rini M. Soemarno juga sudah berupaya menjelaskan bahwa direksi dan komisaris yang ditunjuk adalah orang-orang yang sudah teruji integritasnya serta memiliki pendidikan dan pengalaman yang memadai. Integritas adalah yang paling penting, terutama untuk jabatan komisaris karena merekalah nanti yang akan menjadi pengawas jalannya perusahaan.
Continue reading

8 Langkah Menuju Perubahan Organisasi Bisnis Sepak Bola Indonesia

kongres pssi 2015Bagi pemerhati olahraga nasional, khususnya sepak bola, pasti sudah tidak asing lagi dengan berita-berita kehebohan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) beberapa tahun belakangan ini. Sayangnya kehebohan bukan karena prestasi yang baik, tetapi lebih banyak karena kisruh kepengurusan dan pengelolaan sepak bola nasional.

Mulai dari masa kepengurusan Nurdin Halid yang dijatuhi hukuman oleh pengadilan, tetapi tidak bersedia melepaskan kursinya di kepengurusan PSSI, dualisme Liga Primer Indonesia vs Liga Super Indonesia, pembentukan Komite Normalisasi PSSI oleh Komite Darurat FIFA sampai yang terbaru “persaingan” antara Menpora + BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) dengan PSSI dalam mengelola persepakbolaan Indonesia, dimana kali ini yang menjadi korbannya adalah Arema Cronus dan Persebaya yang lolos verifikasi PSSI, tetapi tidak lolos verifikasi versi BOPI.

“Ada apa dengan sepak bola Indonesia?” Pertanyaan yang satu ini mungkin sudah ribuan kali terlontar tanpa bisa mendapatkan jawaban yang pasti. Mengapa olah raga rakyat yang mungkin memiliki penggemar paling banyak dibandingkan dengan olah raga lain di Indonesia ini seperti tak pernah lepas dari masalah?
Continue reading

Integritas: Masihkah Menjadi Kebutuhan Organisasi?

Kingsman_The_Secret_ServiceAda yang sempat menonton film “Kingsman: The Secret Service” di layar lebar beberapa waktu lalu? Bagi yang belum, film ini menceritakan kisah agen rahasia yang  memiliki misi menyelamatkan dunia. Namun, karena begitu rahasia, maka segala sesuatu tentang organisasi ini tidak diketahui oleh orang di luar kelompoknya. Meski misinya adalah penyelamatan dunia, namun apabila misinya tersebut berhasil, bahkan sebuah apresiasi pun tidak diberikan secara terang-terangan kepada anggotanya.

Salah satu hal menarik dalam film ini adalah proses perekrutan yang dilakukan organisasi terhadap calon anggotanya. Proses perekrutannya sangat tertutup, bahkan untuk pemilihan kandidatnya sekalipun. Setiap kandidat anggota dipilih berdasarkan hasil pengamatan yang panjang oleh agent yang merekrutnya.
Continue reading