3 Kiat Pertahankan Karyawan Unggul

3 kiat mempertahankan karyawan
Pernahkan anda mengalami kehilangan karyawan yang kompeten dan dapat diandalkan di perusahaan? Mereka sudah cukup lama bekerja, mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan diri, membangun jejaring yang baik dengan mitra dan pelanggan, namun tanpa diduga mengundurkan diri karena mendapatkan tawaran dari perusahaan lain. Sungguh suatu kehilangan yang besar bagi perusahaan, bukan?

Mengapa hal itu terjadi? Apakah selama ini gaji yang diberikan oleh perusahaan dirasa tidak cukup bagi para karyawannya? Atau ada faktor-faktor lain yang tidak terungkap atau diketahui oleh perusahaan sehingga mereka meninggalkan perusahaan?

Kehilangan karyawan kompeten yang dapat diandalkan adalah suatu kerugian yang besar. Oleh karenanya, mempertahankan karyawan unggul dalam suatu perusahaan adalah hal yang penting, mengapa? Karena:

  • Merekrut karyawan memerlukan waktu dan upaya yang besar. Anda harus bersaing untuk mendapatkan karyawan berkualitas, yang menggunakan gaji dan benefit sebagai pertimbangan.
  • Pergantian karyawan menimbulkan biaya, yang diperkirakan mencapai lebih dari dua kali gaji setahun, atau bahkan lebih besar jika yang keluar adalah setingkat manajer menengah ke atas.
  • Mengembangkan karyawan baru agar mampu menjalankan tugas dengan baik perlu waktu yang cukup lama.
  • Pergantian (turnover) karyawan yang tinggi seringkali merepotkan karyawan lainnya maupun para pelanggan karena karyawan yang mengundurkan diri membawa serta pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya.

Selain itu, pada beberapa perusahaan, kehilangan karyawan menyebabkan efek berantai (domino effect), yakni karyawan lainnya juga terpicu mencari kesempatan di tempat lain atau karyawan yang mengundurkan diri akan membawa atau mengajak serta karyawan lainnya untuk keluar.

Lalu, bagaimana caranya agar anda bisa mempertahakan karyawan unggul? Jawabannya adalah anda harus terus-menerus membuat karyawan senang dan yakin bahwa yang diinginkannya bisa mereka dapatkan dari perusahaan anda.

Barb Wingfield dan Janice Berry dalam bukunya “Retaining Your Employees,” memaparkan bahwa untuk mempertahankan dan memberikan kepuasan kerja pada karyawan sebaiknya anda mengimplementasikan 3R, yaitu Respect, Recognition, and Rewards.

1. Respect adalah sikap memandang, menganggap, atau menghargai karyawan. Singkatnya ialah menghormati karyawan. Sikap ini merupakan pondasi dalam mempertahankan karyawan. Recognition dan rewards tidak akan berarti banyak tanpa respect.

Oleh karena sehari-hari karyawan harus melakukan pekerjaannya dalam waktu yang cukup lama, mereka perlu suasana lingkungan yang penuh penghargaan, terutama dari para manajernya. Bila suasana menghargai dan menghormati tidak dirasakan maka bekerja terasa tak nyaman. Setiap karyawan selalu ingin dihormati.

Menghormati karyawan besar dampaknya. Tanpa rasa hormat, segala tindakan dan komunikasi, bahkan upaya terbaik anda tidak akan berpengaruh banyak bagi kenyamanan kerja dan peningkatan produktivitas.

Mengembangkan sikap menghormati karyawan memerlukan waktu, upaya, kesabaran, dan pengendalian diri. Hal ini merupakan investasi besar dan sangat berharga dalam meningkatkan upaya mempertahankan karyawan serta memberikan kepuasan sehingga betah bekerja.

Untuk mengembangkan sikap menghormati, kita harus peka terhadap hak dan perasaan orang lain, memperhatikan karyawan sebagai individu dan menghargai kelebihannya sebagai suatu keunikan, bersikap adil dengan memperlakukan sebagaimana mestinya (tidak sewenang-wenang), mempercayai karyawan, menghargai kepercayaan, melibatkan karyawan, dan menjadikan perusahaan sebagai tempat kerja yang nyaman dan aman.

2. Recognition adalah sikap memperhatikan dan menyadari sungguh-sungguh keberadaan karyawan. Recognition adalah sebuah pengakuan terhadap karyawan. Kurang pekanya manajemen terhadap kebutuhan dan reaksi karyawan biasanya awal dari permasalahan dalam mempertahankan karyawan.

Pada umumnya perusahaan mengartikan recognition sebagai penghargaan terhadap prestasi atau tanda terima kasih, seperti memberi hadiah atau sertifikat dan diumumkan pada suatu acara tertentu. Hal tersebut tidaklah salah. Namun, dalam artian yang lebih luas, recognition terhadap karyawan harus ditunjukkan dalam sikap/perilaku keseharian.

Recognition didefinisikan sebagai perhatian khusus yang diekspresikan dengan sikap/perilaku yang mencerminkan penghargaan. Hal ini tercermin antara lain dengan mempedulikan karyawan, memberikan penghargaan secara formal, memelihara komunikasi dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan berkembang pada karyawan.

Dr. Gerald Graham dari Wichita State University menemukan bahwa 58% dari karyawan yang disurvei menyatakan bahwa manajernya jarang, atau bahkan tidak pernah, menyatakan terima kasih pada mereka. Bagaimana dengan perusahaan anda?

3. Rewards adalah balas jasa ekstra yang diupayakan, setelah respect dan recognition, sehingga karyawan merasa bernilai, memperhatikan perusahaan, mau bekerja keras dan bekerja ekstra.

Rewards yang dimaksud di sini ialah sesuatu yang diberikan perusahaan kepada karyawan, tetapi bukan gaji. Tidak semua rewards harus diberikan secara formal dan direncanakan. Anda bisa memberikan secara spontan, misalnya memberikan kue tart atau nonton bareng untuk semua karyawan dalam satu unit/departemen.

Berikan rewards bervariasi agar tidak bosan. Rewards dapat diberikan setelah tercapainya suatu prestasi. Pada saat anda memberikan rewards hanya kepada seorang saja, bukan tim atau departemen, hendaknya tidak pilih kasih. “Keadilan” merupakan hal penting dalam pemberian rewards.

Bila anda mengimplementasikan 3R, diharapkan turnover karyawan berkurang dan akan terjadi peningkatan produktivitas, pengurangan tingkat absen karyawan, perbaikan lingkungan kerja, dan kenaikan profit.

Lebih dari itu, perusahaan yang mengimplementasikan 3R akan menjadi tempat kerja yang menyenangkan, karyawan akan segan keluar, dan calon karyawan atau pencari kerja akan antri agar dapat diterima di perusahaan anda. Apakah anda mau melakukannya?

*Tulisan dimuat BUMN Insight online, 5 April 2015.

MappesangkaMappesangka Mustafa
Staf Corporate Marketing PPM Manajemen
ANK@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s