Sesuaikah Gaji Dengan Pekerjaan?

sesuaikah gaji dg pekerjaanPemimpin di perusahaan menerima gaji selangit, mengapa mereka dibayar dengan nilai tinngi? Sepertinya pekerjaan rekan kerja Saya tidak berat, namun mengapa gaji yang diterima lebih besar dibandingkan gaji Saya? Apakah gaji yang saya terima memang sudah sesuai dengan pekerjaan saya? Layakkah saya dibayar dengan gaji saat ini?

Penggajian, topik yang menarik sekaligus sensitif untuk dibicarakan. Masih membekas dibenak kita mengenai pendemo yang menuntut peningkatan UMK, dan fenomena Gen Y yang menjadi salah satu penyebab turnover perusahan menjadi tinggi, dan disinyalir alasannya adalah ketidakcocokan gaji dengan pekerjaan.

Jadi, bagaimana perusahaan menentukan gaji setiap karyawannya?

Bukan perkara mudah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Banyak metode pula yang dapat digunakan untuk menghitung gaji dasar karyawan. Pada pertanyaan terakhir, pendekatan perhitungan gaji dasar berlandaskan pekerjaan adalah opsi yang dapat digunakan. Pendekatan Job Based yang disusun agar mampu mengapresiasi karyawan dengan mengakui kontribusi pekerjaannya untuk perusahaan, sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya di uraian pekerjaan. Selanjutnya peran dan tanggung jawab ini dinilai melalui evaluasi pekerjaan sehingga setiap pekerjaan memiliki ‘nilai’ pekerjaan. Proses tersebut dikenal dengan job evaluation.

Elemen-elemen kriteria penilaian, serta bobot masing-masing kriteria menjadi hal yang penting dalam proses job evaluation, tentunya setiap perusahan memiliki bobot yang berbeda-beda. Elemen kriteria tersebut juga harus mampu mengakomodir berbagai hal yang dinilai dari pekerjaan tersebut, seperti pendidikan; pengalaman; kondisi lingkungan pekerjaan; tanggung jawab; serta kemungkinan risiko pekerjaan. Sehingga untuk pekerjaan-pekerjaan di lapangan yang memiliki risiko kecelakaan juga dapat dinilai berbeda dengan pekerjaan di lingkungan kantor yang nyaman.

Dalam proses ini, hal penting lainnya adalah tim job evaluation yang bertanggung jawab untuk menentukan nilai. Anggota tim adalah perwakilan dari perusahaan yang sangat memahami bisnis proses dan uraian pekerjaan, mereka dipilih berdasarkan karyawan yang memiliki pengalaman di berbagai posisi lintas direktorat. Tugas berat untuk anggota tim job evaluation adalah menilai dengan objektif, mereka harus mampu ‘keluar dari toples’ atau tidak memihak pada direktorat tertentu atau direktoratnya sendiri.

Tantangan lainnya adalah tim juga harus mampu menilai sebuah pekerjaan, bukan menilai karyawan yang sedang menduduki pekerjaan tersebut. Sehingga terkadang dalam proses ini peran pihak independent menjadi krusial untuk menjaga dinamika dan hasil yang ingin dicapai.

Dukungan dokumen uraian pekerjaan serta observasi lapangan menjadi hal yang sangat membantu dalam penentuan nilai untuk masing-masing pekerjaan. Berdasarkan Nilai Pekerjaan ini kemudian dapat disusun Job Grade atau Penggolongan Pekerjaan yang menjadi dasar dalam penetapan Struktur Gaji.

Dalam proses penyusunan gaji karyawan, diawali dengan penentuan kebijakan top manajemen perusahaan, seperti standar diatas atau dibawah industri serta benchmarking dengan industri terkait. Selanjutnya dengan menggunakan penggolongan pekerjaan berdasarkan penilaian pekerjaan, maka akan ditentukan gaji dasar serta faktor penunjang lainnya seperti tunjangan dan benefit serta insentif.

Tunjangan dan benefit merupakan komponen remunerasi yang diberikan kepada karyawan untuk memudahkan dalam bekerja, sedangkan Insentif diberikan atas dasar kinerja dalam satu periode yang diraih karyawan dan menjadi kontribusi bagi kinerja perusahaan.

Apabila proses perhitungan dengan mengacu pada pendekatan job based dilakukan dengan proses yang benar, maka rasa keadilan yang lebih mudah diterima dan dianggap lebih objektif dalam penentuan gaji dasar seorang karyawan. Jangka panjangnya juga berimbas pada terciptanya iklim kerja yang kondusif, kompetitif dan berorientasi pada pencapaian kinerja unggul, itu semua bisa didapat melalui sistem remunerasi yang sesuai.

*Tulisan dimuat majalah Business Review, Edisi 1 Tahun 14 April 2015. Hlm. 82.

meinita-nurulMeinita Nurul Rahmawati, S.M, M.M
Core Consultant PPM Manajemen – PPM Consulting
MEI@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s