Cara Jitu Memenangkan Hati Konsumen di Era MEA

marketer MEAAnda masih ingat dengan ungkapan ‘dari mata turun ke hati?’ Meski terlihat sederhana namun menyimpan sejuta makna khususnya di bidang pemasaran. Era integrasi ekonomi ASEAN yang tak lama lagi tiba telah mendatangkan banyak pekerjaan rumah bagi segenap pengelola perusahaan. Satu di antaranya adalah di bidang pemasaran.

Era perdagangan bebas regional yang dikenal dengan istilah MEA ini memang harus diakui membuka peluang pasar yang sangat luas. Namun di sisi lain juga memberikan tantangan yang tak kalah beratnya. Betapa tidak, sejumlah besar pemain asing akan masuk ke nusantara.

Alhasil dengan kondisi pasar yang masih berorientasi produk impor niscaya produk-produk lokal akan menjadi tamu di negaranya sendiri. Untuk itu perlu sebuah mekanisme taktis yang dapat mempercepat perusahaan untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan konsumennya.

Pertama, jalinan hubungan harus dilandasi oleh nilai-nilai nasionalisme produk. Belajar dari kekuatan Samsung di Korea Selatan atau Acer di Taiwan, terlihat jelas bahwa penggunaan kedua produk tersebut lebih didasarkan pada kebanggaan memakai buatan lokal.

Bila dirunut lebih lanjut, proses membangun kebanggaan itu bukanlah pekerjaan semalam. Semua pihak termasuk pemerintah turun tangan dengan menunjukkan perhatian lebih pada sektor yang diestimasi menjadi industri masa depan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Bantuan berupa pendanaan, kebijakan hingga kegiatan promosi dalam lawatan kenegaraan juga telah diberikan. Tinggal bagaimana menghidupkan spirit nasionalisme itu sendiri.

Para produsen kini ditantang untuk berani membawa produknya ke ranah nasionalime pasar domestik. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengakomodir cita rasa nusantara ke dalam produk. Sebagai contoh mengangkat tema kain tenun ke dalam produk-produk fashion, atau mengeksplorasi corak seni ukiran lokal ke dalam produk-produk furniture. Selain indah dipandang, unsur budaya lokal yang terdapat dalam produk diyakini mampu membangun rasa ‘memiliki’ dalam jiwa konsumen.

Kedua, meningkatkan efektivitas komunikasi dengan konsumen. Saya teringat satu konsep dalam komunikasi pemasaran yang mengatakan bahwa efektivitas akan lebih mudah dibangun jika dalam detik demi detik konsumen merasa ‘ditemani’ oleh produk. Studi menunjukkan bahwa proses tersebut perlahan namun pasti akan menciptakan rasa ‘percaya’ kepada produk. Hasil akhirnya pun jelas, yakni keputusan untuk mengkonsumsi.

Untuk dapat menggapai efektivitas yang tinggi, pemilihan media komunikasi memegang peran yang sangat penting. Coba perhatikan bagaimana film animasi anak-anak kini telah mulai dipenuhi oleh pesan-pesan sponsor.

Beberapa waktu lalu saya mencermati salah satu tayangan film favorit anak-anak berlabel Upin-Ipin. Secara umum pesan moral yang diusung sangat baik. Selain mengangkat tema nilai-nilai budaya timur, kemiripan sebagai rumpun melayu telah membuat tayangan tersebut layak dijadikan media pembelajaran bagi anak-anak.

Namun di antara berjuta kekaguman yang muncul, satu hal yang sangat menarik adalah penggunaan produk-produk merek lokal Malaysia dalam tayangan. Kendaraan roda empat yang muncul dalam tayangan merujuk pada merek kebanggaan mereka. Apalagi saat kisah yang diangkat adalah betapa nyamannya berkendara dengan kendaraan tersebut.

Inilah yang dimaknai oleh literatur manajemen pemasaran terkini sebagai proses komunikasi dini yang membangun sebuah pembelajaran. Benar-benar sebuah edukasi bagi konsumen masa depan yang sangat efektif.

Ketiga terkait efek personalisasi pemasaran. Ide brillian yang diwujudkan dengan memberi perhatian lebih kepada event-event pribadi penting sang konsumen seperti tanggal ulang tahun, atau anniversary pernikahan kini sudah dipandang sebagai hal yang biasa. Itu berarti pemain wajib menghembuskan nafas inovasi dalam konteks personalisasi.

Satu pemahaman dasar yang hendaknya diamini adalah prinsip bahwa pemasaran tidak mengandung unsur paksaan. Jadi kita dapat memulai hubungan jangka panjang lewat sebuah jalinan pertemanan.

Intensitas komunikasi serta kedekatan melalui kegiatan-kegiatan, baik yang berbentuk online ataupun offline akan menentukan intimasi yang terbangun. Menanti keterlibatan konsumen dalam event-event perusahaan bukanlah hal yang mudah, namun di situlah tantangan yang sebenarnya. Saat kita berhasil, maka di situlah kemenangan sejati dalam menaklukkan hati konsumen tercipta.

Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai Anda!

*Tulisan dimuat SWA online, 10 April 2015.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

One thought on “Cara Jitu Memenangkan Hati Konsumen di Era MEA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s