Menakar Efektivitas Manajemen Perusahaan

bumn isght 110415 imagePesatnya perkembangan ilmu manajemen telah memberi dampak besar pada banyak perusahaan. Munculnya sejumlah pendekatan dalam penyelesaian masalah yang berbasis penelitian terkini menunjukkan bahwa para pengambil keputusan semakin membutuhkan ‘pedoman’ dalam melakukan analisis.

Alhasil setiap perusahaan saling berlomba untuk melengkapi organisasinya dengan elemen-elemen manajemen yang lengkap dengan tujuan menjadi pemain nomor satu. Namun, meski telah mengoleksi elemen-elemen tersebut, beberapa malah mengalami penurunan kinerja, bahkan teridentifikasi bangkrut. Apa sebenarnya yang salah dengan perusahaan itu?

Simpulan awal yang harus disepakati adalah bahwa memiliki misi-visi serta rencana strategis bukan merupakan jaminan bagi suksesnya sebuah organisasi. Perlu spirit yang kuat untuk menghidupkan elemen-elemen manajemen tersebut. Marilah sejenak kita mengingat-ingat proses dasar manajemen yang berupa siklus.

Diawali oleh fase perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan diakhiri dengan evaluasi. Demikianlah siklus itu akan kembali berproses masuk pada fase awal, yakni perencanaan. Meski tahap evaluasi ditempatkan pada urutan terakhir namun tingginya kecepatan dinamika perubahan lingkungan bisnis membuat siklus tersebut menjadi semakin pendek sehingga dalam implementasinya seringkali ia hadir di setiap fase.

Realitas itu sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya mengukur efektivitas sistem pengelolaan yang ada di perusahaan secara periodik, mulai dari tahunan, tiga tahun hingga lima tahun. Beberapa pertanyaan yang mengukur seberapa jauh pencapaian misi visi melalui penerapan rencana strategis sudah berhasil mencapai harapan menjadi tolok ukur yang utama.

Untuk menghasilkan ukuran yang objektif, manajemen dapat menggunakan dua sisi internal maupun eksternal. Pada sisi eksternal, analisis lima kekuatan yang digagas Michael Porter atau yang dikenal dengan Five Forces Porter dapat digunakan untuk melihat peta persaingan yang dihadapi, baik di saat ini maupun estimasi pergerakan di tahun-tahun mendatang.

Meski lazim digunakan namun belum banyak perusahaan yang menggunakan informasi hasil analisis ini untuk mengukur kompetensi inti yang dimiliki. Apakah masih relevan dengan persaingan yang akan dihadapi atau tidak. Jika jawabannya adalah “tidak,” maka itu berarti siklus bisnis perusahaan mulai menurun. Di situlah sinyal kuat untuk ‘berubah’ ditemukan.

*Tulisan dimuat BUMN Insight online, 11 April 2015.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s