Integritas: Masihkah Menjadi Kebutuhan Organisasi?

Kingsman_The_Secret_ServiceAda yang sempat menonton film “Kingsman: The Secret Service” di layar lebar beberapa waktu lalu? Bagi yang belum, film ini menceritakan kisah agen rahasia yang  memiliki misi menyelamatkan dunia. Namun, karena begitu rahasia, maka segala sesuatu tentang organisasi ini tidak diketahui oleh orang di luar kelompoknya. Meski misinya adalah penyelamatan dunia, namun apabila misinya tersebut berhasil, bahkan sebuah apresiasi pun tidak diberikan secara terang-terangan kepada anggotanya.

Salah satu hal menarik dalam film ini adalah proses perekrutan yang dilakukan organisasi terhadap calon anggotanya. Proses perekrutannya sangat tertutup, bahkan untuk pemilihan kandidatnya sekalipun. Setiap kandidat anggota dipilih berdasarkan hasil pengamatan yang panjang oleh agent yang merekrutnya.

Ujian pertama dalam proses seleksi dilakukan untuk mengetes kemampuan teamwork dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Para kandidat dibuat seakan-akan berada dalam situasi genting saat tertidur lelap. Mereka dipaksa untuk dapat berpikir cepat mencari solusi, dan apabila tidak sanggup menghadapi maka nyawa menjadi taruhannya. Pada ujian pertama ini, seluruh kandidat dinilai tidak memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar, karena meskipun telah menemukan solusi, salah satu kandidat menjadi korban dalam peristiwa rekaan tersebut.

Ujian selanjutnya berkaitan dengan strategi. Seluruh kandidat diterjunkan dengan parasut dari helikopter yang membawa mereka, dimana terdapat satu area yang ditandai sebagai target pendaratan. Bukan hanya harus memperhatikan arah angin dan kapan waktu yang tepat untuk membuka parasut, mereka juga harus mengatur strategi agar seluruh kandidat selamat meskipun salah satu dari mereka membawa tas parasut kosong (atau tanpa parasut). Lagi-lagi para kandidat ini dipaksa untuk dapat berpikir cepat untuk mencapai sasaran, tanpa ada yang menjadi korban.

Pada ujian berikutnya, para kandidat berada dalam situasi ‘rekaan’ yang membuat mereka berada dalam kondisi di bawah tekanan. Mereka, secara terpisah, diculik, dibuat tak sadarkan diri, dan diikat di atas rel kereta aktif. Dalam kondisi di bawah tekanan, mereka diminta untuk membuka identitas mereka dan organisasi mereka.

Cara pengambilan keputusan pun menjadi salah satu poin dalam kegiatan seleksi ini. Kembali, para kandidat dituntut untuk mampu mengambil keputusan terbaik, termasuk saat terdapat gejolak konflik dalam diri mereka tentang sesuatu yang benar dan yang salah.

Satu kata yang dapat mewakili proses seleksi ini: INTEGRITAS atau INTEGRITY [in-teg-ri-tee] . Integritas menunjukkan sesuatu yang utuh sehingga berpotensi. Memiliki integritas berarti dapat melakukan hal benar dengan cara yang dapat diandalkan. Secara harfiah, memiliki integritas berarti memiliki “keutuhan” karakter.

Sudahkah proses rekrutmen dan seleksi di organisasi Anda mengusung aspek integritas di dalamnya?

Meskipun prestasi akademik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai jual seseorang, tetapi salah satu perusahaan perbankan justru menghindari merekrut karyawan dengan IPK 4,0 dan lebih memilih kandidat yang IPK-nya tiga koma namun memiliki integritas yang tinggi. Hal tersebut wajar saja terjadi, terutama bagi kandidat yang akan menempati posisi manajerial tinggi di perusahaan perbankan, integritas menjadi salah satu karakter yang wajib dimiliki.

Hal serupa juga diterapkan di perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pengeboran minyak di Indonesia. Integritas menjadi salah satu nilai yang telah merasuk dalam diri karyawannya. Karyawan dengan integritas tinggi akan bekerja dengan jujur, terbuka, bertanggung jawab, dapat bekerja dengan tim, namun tetap mampu melakukan pekerjaannya sesuai ilmu dan keahlian yang dimilikinya.

Tidak dipungkiri bahwa saat ini banyak perusahaan tidak lagi peduli dengan integritas yang dimiliki karyawannya. Karyawan yang tidak memiliki integritas bisa saja melakukan penggelapan uang perusahaan, atau melakukan pemalsuan dokumen penting yang dapat berakibat fatal, atau melakukan hal lain yang dapat mencemari nama perusahaannya.

Integritas memang dapat ditumbuhkan dan dibangun dari luar diri karyawan, namun faktor internal karyawan tetap menjadi penentu utama karakter integritas yang dimilikinya. Screening paling mudah yang dapat dilakukan organisasi untuk mendapatkan karyawan dengan integritas tinggi salah satunya melalui proses rekrutmen dan seleksi.

Ballantyne (2009) menyebutkan bahwa rekrutmen dan seleksi memiliki peran penting untuk memastikan karyawan, kinerja, dan hasil organisasi yang positif. Hal ini berarti bahwa proses seleksi bukan hanya untuk menggantikan atau menambah karyawan tetapi lebih bertujuan untuk menempatkan di tempat dimana ia bisa berkarya maksimal dan menunjukkan komitmennya.

Oleh karena itu, aspek integritas perlu diterapkan sejak awal proses rekrutmen. Bukan hanya keabsahan cara-alat-proses rekrutmen yang baik, namun juga diperlukan kemampuan observasi dari sang perekrut. Sang perekrut sebagai jembatan antara gambaran yang diharapkan organisasi akan karyawan yang dicari, dengan calon kandidat yang dihadapinya, harus mampu “melihat” potensi-potensi yang bahkan tidak terlihat dari calon kandidatnya. Tentu saja hal ini sulit dilakukan untuk proses rekrutmen yang instan.

Para Atasan juga memerlukan kemampuan “melihat” potensi karyawan di bawahnya, karena diperlukan suatu proses tertentu untuk mengetahui sejauh mana seorang karyawan memiliki integritas. Hal ini membuat proses rekrutmen-seleksi pada akhirnya bukan hanya untuk mencari kandidat yang memenuhi kualifikasi belaka, namun juga unggul.

*Tulisan dimuat PortalHR.com (16/04/15)

yolenta blogYolenta R.P. Widyastika
Research-Case Publication & System Development Staff PPM Manajemen
YLT@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s