Inovasi Pemasaran Ala ‘Furious 7’

Furious-7Setelah sukses dengan sekuel-sekuel sebelumnya, film action yang bertema ‘adu kekuatan mesin kendaraan’ Furious 7 mendulang prestasi emas.

Sampai dengan April tahun ini, Furious 7 berhasil mencatat penjualan tertinggi di seluruh dunia. Artinya jika dapat bertahan selama beberapa pekan ke depan, bukan mustahil bila rekornya akan menggeser beberapa film terlaris, seperti Avatar dan Titanic.

Fenomena ini cukup menjadi alasan untuk mendudukkan Furious 7 sebagai contoh apik dalam manajemen pemasaran. Pada kasus ini, kemampuan produk untuk menguasai mind dan heart share konsumen wajib diacungi jempol.

Ketika tampil dengan sekuel Tokyo Drift beberapa tahun lalu, banyak kalangan yang menilai bahwa episode tersebut adalah puncak dari kejayaan Furious. Namun tanpa disadari ternyata pesan yang tersirat pada film itu merupakan fondasi bagi sekuel berikutnya. Keberhasilan inilah yang kiranya patut diberi label inovasi pemasaran.

Pertama, kisah yang diangkat bernafaskan tema kemanusiaan dari sisi yang sangat unik. Film berhasil mengangkat sisi positif kemanusiaan dari mereka yang selama ini dikenal dengan sisi negatif. Meski awalnya sempat menuai kekhawatiran, namun tingginya jumlah penjualan tiket menunjukkan bahwa kisah yang diangkat benar-benar sesuai dengan minat pasar.

Konsumen tak lagi melihat sisi negatif profesi dari para tokoh namun lebih fokus kepada kisah heroic tentang kesetiaan, pengorbanan, serta komitmen dalam memegang teguh nilai-nilai yang dipandang benar. Hal ini dibuktikan dengan situasi yang terjadi di negara-negara tempat film meraih posisi puncak.

Hingga kini belum ada laporan tentang kejadian negatif seperti peningkatan jumlah kendaraan yang kebut-kebutan pasca larisnya film tersebut. Ini berarti konsumen betul-betul menyukai film karena nikmat ditonton dan bukan untuk meneladan sisi negatif dari kisah yang diangkat.

Mengangkat tema kemanusiaan pada produk di era ini sangat tepat. Selain karena konsumen telah terdidik dengan baik untuk memberikan penghormatan dan penghargaan tinggi pada nilai-nilai humanis serta kehidupan, kepekaan pasar akan keberlangsungan bumi, alam dan lingkungan tengah menjadi fokus utama publik. Masih lekat dalam ingatan film Avatar yang juga mendulang kesuksesan yang sama. Imaginasi penonton seakan-akan disuguhkan untuk melihat alam dengan kaca mata yang berbeda.

Kedua, dari sisi alur cerita. Meski tema besar yang dibangun sama seperti film-film domestik (menegangkan), namun jika dicermati secara seksama ternyata alurnya tak selalu dapat ditebak. Penonton seolah-olah hanyut dalam ‘roller coaster’ kisah yang dibangun.

Inilah yang dalam pemasaran dikenal sebagai ukuran keterlibatan konsumen saat menikmati produk. Akhir kisah yang menyenangkan tak selalu menjadi target di setiap sekuel. Pada beberapa episode bahkan akhir cerita merupakan babak baru bagi sekuel berikutnya. Ketika konsumen telah berhasil dibuat hanyut dalam proses konsumsi produk, maka tantangan bagi produsen saat ini adalah untuk menyiapkan ‘kisah’ selanjutnya.

Selain dari sisi isi produk (baca; kisah dan pesan yang diangkat) spirit inovasi terlihat jelas pada strategi komunikasi yang digunakan. Dengan mengusung tema efektivitas, komunikasi tak lagi menggunakan sarana-sarana konvensional, melainkan memasukkan unsur promosi dalam kisah yang sedang dilakonkan.

Bila ditelaah secara cermat menit-menit terakhir dari film merupakan komunikasi yang dibangun bagi sekuel berikutnya. Di situlah penonton diajak untuk tidak hanya menantikan kisah berikutnya melainkan juga menunggu sang pemeran ataupun tokoh yang akan muncul.

Meski sepintas pola ini juga diterapkan pada film-film secara umum, namun Furious selalu menggunakan kata atau mimik sang tokoh yang mudah diingat oleh banyak orang. Gaya atau style inilah yang sebenarnya dapat dijadikan ciri khas dari sebuah film. Ketika ide positif itu ‘terbeli’ konsumen, maka sangat dimungkinkan pengaruhnya ada pada life style segmen tertentu.

Inilah yang sebenarnya dapat dipandang sebagai output dari hasil inovasi. Dengan demikian semakin lama umur life style maka makin kuatlah fondasi kesuksesan bagi episode-episode berikutnya.

Selamat berefleksi, sukses menyertai Anda!

*Tulisan dimuat  SWA online, 28 April 2015.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s