Pelayanan Prima: Belajar dari Suparmadi

Jalan arteri Sunter di bawah tol layang jika malam memang menegangkan. Walaupun banyak kendaraan yang lewat, tempatnya gelap, dan sangat tidak ramah. Sepi dalam keramaian, di mana orang berlalu kencang dan hanya sedikit yang memperhatikan urusan orang lain. Sungguh bukan tempat yang tepat untuk mengalami kerusakan mesin.

Malam itu hujan rintik menambah suasana mencekam, ketika tiba-tiba mobil saya terbatuk, tersendat dan kemudian berhenti total. Asap putih terlihat tipis menelusup di sela-sela kap depan mobil saya. Mungkin memang sedang apes, mobil mogok di tempat yang benar-benar mencekam seperti ini.
Continue reading

Menciptakan Pelatihan dan Pengembangan Gen Y yang Atraktif

Kiat-Jitu-Merancang-Just-In-Time-Learning-untuk-Gen-YBeberapa waktu terakhir, terdapat suatu fenomena yang cukup menarik terkait dengan berlomba-lombanya perusahaan untuk membuat pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ada yang menamakannya Pusdiklat (Pusat Pendidikan & Pelatihan), Learning Center, Corporate University, dan lain sebagainya. Walaupun dengan nama serta dasar filosofi pembentukan yang berbeda-beda namun secara umum tujuannya adalah sama, yakni sebagai tempat mengembangan SDM di perusahaan tersebut.

Perusahaan-perusahaan yang memiliki pusat pengembangan SDM ini beragam di hampir semua industri, baik pemerintah, BUMN, maupun swasta sehingga ada beberapa perusahaan yang mengundang  Presiden Joko Widodo untuk meresmikan pusat pelatihan dan pengembangan ini. Bagi para profesional bidang SDM di Indonesia, fenomena ini menjadi suatu sinyal positif mengenai peningkatan pemahaman perusahaan terkait dengan kebutuhan pengembangan para karyawannya.

Tentunya tidak mudah dalam membentuk suatu pusat pengembangan SDM yang bermanfaat optimal bagi para karyawannya. Suatu perusahaan harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan serius, seperti memperhatikan program-program yang ingin disampaikan kepada seluruh karyawan dan memastikan metode yang dipilih juga tepat. Oleh karena itu, proses mendesain program pelatihan dan pengembangan di perusahaan harus dibuat dengan sistematis agar tepat sasaran.
Continue reading

Inovasi: Terus Bergerak Atau Mati!

innovation NDI
Sudah menjadi kebiasaan di Jepang untuk mengkonsumsi ikan dalam keadaan segar, yang artinya ikan itu masih hidup sesaat sebelum dihidangkan. Ikan yang segar tentunya menawarkan rasa yang lebih enak, berbeda dengan ikan yang telah diawetkan dalam lemari pendingin.

Ironisnya, nelayan di Jepang sering mendapati bahwa ikan hasil tangkapan mereka banyak yang mati. Untuk menyiasati hal itu, agar memperbesar jumlah ikan tetap hidup, mereka memasukkan seekor hiu kecil ke dalam kolam penampungan ikan. Penjelasannya sederhana saja, ternyata hiu kecil itu memaksa ikan tangkapan untuk terus bergerak, karena jika mereka diam atau lemah maka mereka akan menjadi santapan. Sang hiu memaksa mereka untuk terus bergerak, dan juga memaksa mereka untuk tetap bertahan hidup.

Dalam ranah berorganisasi dan bisnis dalam perusahaan, terus bergerak dapat diartikan sebagai inovasi, yakni menemukan sesuatu yang baru atau melakukan pengembangan dari apa yang telah ada sehingga, mengacu pada cerita ikan di atas, tidak ada pilihan lain bagi sebuah entitas bisnis untuk terus mencari peluang, melakukan beragam riset dan penelitian, atau survei agar perusahaan tetap bertahan hidup.
Continue reading

Memimpin Dengan Bertanya

leader ask“The leader of the past was a person who knew how to tell.
The leader of the future will be a person who knows how to ask.”
(Peter Drucker, 1993)

Siapa yang tidak kenal Peter Drucker? Almarhum adalah penulis, professor, dan konsultan manajemen kenamaan dunia. Pria yang pernah dinobatkan oleh BusinessWeek sebagai “Bapak Manajemen Modern” ini melalui ratusan tulisan ilmiah dan artikelnya pernah memprediksi perubahan besar yang terjadi di abad 20, seperti privatisasi dan desentralisasi, kebangkitan Jepang sebagai kekuatan ekonomi dunia, semakin pentingnya peran marketing dan inovasi, meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi untuk kepentingan pembelajaran, dan bertumbuhnya knowledge worker.

Selain itu, satu lagi kejeniusan Drucker dalam memprediksi masa depan ditunjukkan melalui ucapannya sebagaimana dikutip di awal tulisan ini, “The leader of the past was a person who knew how to tell. The leader of the future will be a person who knows how to ask”. Kurang lebih artinya “Pemimpin masa lalu adalah seseorang yang tahu bagaimana memberitahu. Pemimpin masa depan adalah seseorang yang tahu bagaimana cara bertanya.” Apa maksud Drucker?
Continue reading

Mengelola Sang Gen Y Bertalenta

ztd img mei 2015Memasuki pertengahan dekade kedua di millennium ini, banyak perusahaan yang sudah mulai meramalkan apa yang akan terjadi pada tahun 2020 keatas. Peramalan ini bertujuan untuk mempersiapkan langkah dan strategi yang harus diambil perusahaan untuk dapat terus bertahan dalam posisi bisnis yang diharapkan.

Salah satu indikasi yang membuat perusahaan harus bergerak cepat bisa dilihat dari pola para karyawan yang saat ini dipekerjakan adalah dari kelompok Generasi Y (Gen Y). Hal ini bisa dibilang cukup fenomenal karena tidak sedikit yang melakukannya, baik dari perusahaan kecil, menengah, besar, swasta maupun lembaga pemerintah.
Continue reading

Kebangkitan Brand Nasional, Sporadik atau Sistemik?

brand indonesiaSaya selalu bisa menggambarkan dengan jelas ekspresi terkejut di wajah istri saya, ketika pertama kali saya beritahu bahwa Hoka-Hoka Bento, restoran waralaba Jepang yang keren itu, adalah restoran asli Indonesia.

Sama terkejutnya seperti para mahasiswa saya yang baru tahu kalau PeterSaysDenim juga brand asli Indonesia. Lebih epik lagi, ekspresi mereka ketika tahu bahwa Terry Palmer dilahirkan di kawasan Palmerah, yang kemudian diambil menjadi namanya.

Satu dekade ke belakang, kita memang menyaksikan brand-brand nasional yang melejit dan berjaya di pasar nasional, bahkan lebih dari itu, dapat berdiri gagah dalam peta persaingan internasional. Sebut saja brand Aqua, Indomie, Equil, Sosro dan Sari Ayu yang demikian kuat mengakar di pasar domestik sekaligus menjadikannya pijakan untuk menyeruak di pasar dunia.
Continue reading

PSO dalam Payung Revolusi Mental

reman_jokowiSaya pernah harus mengaku miskin di Amerika, ketika menjadi pembelajar di sana. Maklumlah, beasiswa yang diberikan pas-pasan, bahkan sangat ngepas.

Dengan berbekal beasiswa 700 USD per bulan, bagi masyarakat Amerika, itu masih tergolong miskin. Kenyataannya memang begitu. Wong, bayar sewa tempat tinggal saja sudah habis 500 USD, bisa dibayangkan jika ditambah kebutuhan lainnya.

Namun pemerintah Amerika menyiapkan berbagai kemudahan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakatnya. Listrik, gas, air, transportasi, kesehatan, pendidikan dan makanan menjadi kebutuhan dasar yang dapat diperoleh oleh siapa pun dengan harga terjangkau.

Yang patut dicontoh adalah cara pemberiannya yang selalu berprinsip selektif, yakni hanya diberikan pada orang yang betul-betul patut mendapatkan, dan mendidik, dalam arti menerima bantuan haruslah diletakkan dalam konteks keterpaksaan, yang tetap perlu usaha untuk mendapatkannya sehingga akan lebih baik kalau tidak menerima.
Continue reading