Menciptakan Pelatihan dan Pengembangan Gen Y yang Atraktif

Kiat-Jitu-Merancang-Just-In-Time-Learning-untuk-Gen-YBeberapa waktu terakhir, terdapat suatu fenomena yang cukup menarik terkait dengan berlomba-lombanya perusahaan untuk membuat pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ada yang menamakannya Pusdiklat (Pusat Pendidikan & Pelatihan), Learning Center, Corporate University, dan lain sebagainya. Walaupun dengan nama serta dasar filosofi pembentukan yang berbeda-beda namun secara umum tujuannya adalah sama, yakni sebagai tempat mengembangan SDM di perusahaan tersebut.

Perusahaan-perusahaan yang memiliki pusat pengembangan SDM ini beragam di hampir semua industri, baik pemerintah, BUMN, maupun swasta sehingga ada beberapa perusahaan yang mengundang  Presiden Joko Widodo untuk meresmikan pusat pelatihan dan pengembangan ini. Bagi para profesional bidang SDM di Indonesia, fenomena ini menjadi suatu sinyal positif mengenai peningkatan pemahaman perusahaan terkait dengan kebutuhan pengembangan para karyawannya.

Tentunya tidak mudah dalam membentuk suatu pusat pengembangan SDM yang bermanfaat optimal bagi para karyawannya. Suatu perusahaan harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan serius, seperti memperhatikan program-program yang ingin disampaikan kepada seluruh karyawan dan memastikan metode yang dipilih juga tepat. Oleh karena itu, proses mendesain program pelatihan dan pengembangan di perusahaan harus dibuat dengan sistematis agar tepat sasaran.

Tidak jarang suatu pusat pelatihan dan pengembangan SDM yang sudah berdiri lama merasa kurang memberikan manfaat bagi para karyawannya ataupun merasa bahwa para karyawan sudah tidak bersemangat dalam mengikuti program-program yang berikan.

Setelah ditelisik dan didiagnostik ternyata ada kemungkinan bahwa para pengajar tidak memiliki kemampuan menyampaikan materi yang baik atau metode pembelajaran yang diberikan tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Hal-hal tersebut yang harus diperhatikan dalam mendesain program baru maupun mendesain ulang program pengembangan agar lebih tepat sasaran.

Faktor penting yang harus diperhatikan, khususnya pada masa-masa sekarang ini, adalah bahwa banyak peserta program pelatihan dan pengembangan di perusahaan terdiri dari para generasi Y. Mengingat cukup berbedanya para generasi Y ini dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya maka kemungkinan beberapa program serta metode pelatihan dan pengembangan harus dilakukan penyesuaian. Dari pengalaman dalam menangani beberapa perusahaan, ternyata visualisasi materi serta gaya penyampaian dari instruktur yang dinamis menjadi tuntutan dari generasi Y ini.

Ada banyak istilah yang digunakan untuk menyebut generasi Y ini, contohnya Echo Boomers, Millenials, Internet Generation, serta Nexters (Eisner, 2005). Dengan banyaknya jumlah para generasi Y ini maka banyak peneliti yang secara khusus memperhatikan dan mempelajari tentang kelompok usia ini.

Contoh penelitian yang telah dilakukan terkait dengan generasi Y ini adalah penelitan oleh Meier & Crocker, 2010, tentang perilaku para generasi Y di dunia kerja. Kemudian juga didukung oleh penelitian dari Eisner, 2005, tentang Managing Generation Y.

Berdasarkan ciri-ciri generasi Y yang didapatkan dari berbagai penelitian dapat dijabarkan beberapa kondisi mereka serta jenis pendekatan pengajaran yang tepat bagi mereka.  Yang pertama adalah bahwa pembahasan kasus nyata dan berhubungan dengan bisnis perusahaan menjadi hal menarik bagi para generasi Y ini karena dapat memberikan keluasaan bagi mereka dalam mengembangkan ide-idenya. Apalagi jika ditambah dengan situasi kompetisi ataupun permainan.

Dengan adanya situasi maupun simulasi yang lebih asli maka kesempatan untuk mendapatkan masukan ataupun umpan balik dari instruktur akan lebih banyak. Hal ini mendukung kebutuhan para generasi Y yang haus akan perhatian dalam bentuk umpan balik dan arahan.

Mereka merasa sangat dihargai apabila dilibatkan dalam kelompok  dan berupaya untuk mencari pengakuan dan reassurance. Oleh karena itu, generasi  Y akan mendapat manfaat yang sangat besar dari para mentor yang dapat membantu pengembangan karier mereka.

Hal yang kedua, dengan kondisi generasi Y yang tumbuh dan berkembang di tengah perkembangan teknologi, dan mengandalkan teknologi untuk dapat melaksanakan kegiatannya dengan baik,  maka visualisasi materi dalam bentuk tampilan presentasi yang menarik serta didukung dengan video merupakan hal penting bagi mereka. Warna-warna dan bentuk visual yang dinamis sangat membuat mereka tertarik. Oleh karena itu, kreativitas dari pusat pelatihan dan pengembangan SDM perusahaan dalam memastikan ketersediaan materi yang kekinian harus terus ditingkatkan.

Untuk mendukung ciri generasi Y yang menghargai teamwork maka berbagai aktivitas yang melibatkan kegiatan berkelompok akan disukai oleh mereka. Bermacam permainan serta diskusi kelompok yang membuat mereka aktif berperan dalam kelompok tentunya akan menambah semangat mereka untuk mengikuti program pelatihan dan pengembangan dengan baik.

Ditunjang dengan bangunan dan ruangan pelatihan yang juga menarik atau bahkan terkesan futuristik tentunya akan menambah semangat bagi para karyawan untuk mengikuti semua program pelatihan dan pengembangan yang telah dibuat. Dimana pada akhirnya harapan dari perusahaaan untuk mendapatkan karyawan yang kompeten, kreatif, dan produktif akan tercapai.

Bagaimana dengan perusahaan anda?

*Tulisan dimuat Business Review online, 24 Mei 2015

zusty dewayani blogZusty Dewayani, S.Psi,M.M.
Core Consultant PT Binaman Utama – PPM Consulting
ZTD@ppm-manajemen.ac.id

One thought on “Menciptakan Pelatihan dan Pengembangan Gen Y yang Atraktif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s