Senjang Kompetensi Calon Direksi BUMN

direksi bumn
Dengan sistem Fit and Proper Test yang sekarang diterapkan dalam pemilihan Direktur BUMN, maka lulus uji kompetensi menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. Terdapat 12 kompetensi utama yang selama ini dipakai oleh Kementerian BUMN, yaitu aligning performance for success, visionary leadership, customer focus, change leadership, strategic orientation, innovation and creativity, driving execution, empowering, business acumen, building business partnership, enthusiastic, dan integrity.

Dari hasil riset yang dilakukan PPM Manajemen terhadap hasil uji kompetensi tahun 2012-2015, ditemukan 4 kompetensi dengan senjang terbesar, yaitu aligning performance for success (senjang 74%), visionary leadership (senjang 72%), customer focus (senjang 68%), dan change leadership (senjang 68%). Angka yang cukup fantastis sebenarnya sehingga bisa dikatakan terjadi darurat kompetensi pada calon pemimpin BUMN, khususnya pada kompetensi yang terkait dengan kepemimpinan dan manajemen.

asesmen direksi bumn

Pertama, aligning performance for success. Definisinya adalah: Memfokuskan dan membimbing orang lain dalam menyelesaikan sasaran kerja. Kompetensi ini termasuk dalam rumpun kompetensi manajemen. Pemimpin bak seorang dirigen orkestra yang sedang konser, dia harus mampu mengatur irama permainan seluruh timnya. Semua harus seimbang dan fokus mencapai visi dan sasaran organisasi. Tidak boleh ada satupun yang tampil menonjol sendiri dengan mengorbankan unit lain.

Memang banyak pemimpin puncak yang masih terbawa karir fungsionalnya. Jika dia dari pemasaran maka kebijakannya menomor-satukan penjualan tinggi, tidak peduli dengan kemampuan produksinya. Demikian juga sebaliknya, seorang yang berlatar belakang produksi, fokusnya hanya pada efisiensi produksi serta tidak peduli dengan layanan konsumen.

Kedua, visionary leadership. Definisinya adalah menggerakkan atau mempengaruhi orang lain dan kelompok melalui nilai-nilai dan sistem organisasi yang dilandasi oleh visi yang jelas dan menantang. Kompetensi ini termasuk dalam rumpun kompetensi kepemimpinan. Fungsi utama direksi adalah sesuai namanya, yakni memberikan direction (arahan). Itulah sebabnya dia harus selalu berorientasi ke depan. Visi yang telah dicanangkan dari awal harus terus dijalankan secara konsisten.

Banyak calon direksi yang terlena dengan keberhasilan era direksi yang sedang berjalan, sehingga merasa tidak perlu menetapkan visi sendiri lagi karena merasa visi yang lalu merupakan yang terbaik. Dia lupa bahwa era yang dihadapinya kemungkinan besar akan berbeda sehingga perlu visi yang sesuai atau disesuaikan. Karena perubahan adalah kepastian yang harus dihadapi oleh pemimpin masa depan.

Ketiga, customer focus. Definisinya adalah secara proaktif memberikan pelayanan yang bernilai tambah dan lebih dari yang diharapkan pelanggan eksternal atau internal. Kompetensi ini termasuk dalam rumpun kompetensi manajemen. Pelanggan adalah sumber inspirasi bagi organisasi karena pelangganlah yang akan menilai suksesnya organisasi.

Pemimpin haruslah selalu membangun sistem dan iklim dalam internal organisasi dengan melihat keinginan pelanggan sebagai hal utama yang harus dipenuhi. Perwujudannya dilakukan dengan mengajak dan melibatkan semua komponen organisasi. Layanan pelanggan sudah dirancang jauh sebelum order dilayangkan atau bahkan sebelum keinginan disampaikan.

Keempat, change leadership. Definisinya adalah secara terus menerus mencari peluang dan memanfaatkannya untuk mengatasi masalah-masalah dan meraih sasaran organisasi. Kompetensi ini termasuk dalam rumpun kompetensi kepemimpinan.

Setiap pergantian pemimpin selalu diikuti harapan terjadinya perubahan menuju arah yang lebih baik. Itu sebabnya, pemimpin yang baru haruslah membawa ide perubahan yang mencerahkan ke semua pemangku kepentingan.

Kenyataannya, memang kebanyakan calon direksi sudah menyiapkan rencana perubahan dengan bersemangat, bahkan saking semangatnya seringkali menjadi tidak realistis. Yang paling sering terlupakan adalah rencana antisipasi risiko.

Padahal secara alamiah, setiap perubahan besar yang mengharapkan benefit besar, selalu teriring konsekuensi yang besar pula. Pemimpin tidak perlu takut pada risiko, cukup hanya memahami dan mengendalikan risiko adalah hal yang pertama jauh sebelum implementasi dilakukan.

Sebaik apa pun rencana yang dibuat, tantangan dan kemungkinan gagal pasti selalu ada. Itu sebabnya Rencana A dan Rencana B harus selalu disiapkan. Pemimpin yang sadar akan risiko tidak pernah kaget ataupun grogi dalam menghadapi kesulitan serta ketidaksamaan antara rencana dengan realisasi.

Senjang kompetensi menyisakan tanya, apa yang harus dilakukan? Dengan potensi sumber daya dan kekuatan ekonomi yang dimiliki BUMN saat ini seharusnya masalah ini bisa diselesaikan.

Kuncinya adalah integrasi dan sinergi, kalau di militer dikenal adanya program Lemhanas, hal yang sama tentu saja bisa dilakukan di BUMN karena perusahaan plat merah ini juga aset strategis bangsa yang selalu menjadi tumpuan penggerak dan penyelamat ekonomi dalam situasi normal maupun dalam situasi krisis. Bentuknya adalah semacam BUMN Academy. Dalam hal ini, sinergi tidak hanya bisa dilakukan dalam penjualan dan operasi, tapi juga harus bisa dilakukan dalam pengembangan SDM.

bumn academy

Kenyataannya, banyak BUMN besar yang sudah memiliki institusi pengembangan SDM yang telah dikelola secara modern dan profesional. Ada yang masih berbentuk Learning Center, adapula yang sudah berbentuk Corporate University seperti yang dilakukan Pertamina, Telkom, IPC, dan PLN. Wijaya Karya malqah punya nama yang berbeda, Wika Satrian. Dan hampir semua BUMN sudah memiliki institusi serupa.

Sinergi pengembangan SDM akan memberikan dampak nilai tambah bagi BUMN karena calon-calon pemimpin BUMN akan memiliki kompetensi yang lebih lengkap dengan latar belakang industri yang lebih beragam. Hal itu sangat mungkin tercapai karena adanya pertukaran pengalaman dan ilmu pengetahuan maupun diskusi di antara peserta di kelas.

Integrasi antara pengembangan SDM dengan pengalaman kerja juga akan lebih memperkuat kompetensi calon pemimpin. Ekspos pada tantangan nyata di lapangan yang diikuti dengan program coaching dan mentoring dari atasan yang juga memiliki kemampuan mendidik akan memperkuat kompetensi peserta.

Beberapa BUMN bahkan telah memiliki jaringan perusahaan sampai ke luar negeri. Jika ingin BUMN go global, maka kesempatan untuk merasakan dinamika global haruslah melalui kesempatan bekerja di manca negara. Sekedar ikut seminar atau pendidikan dan pelatihan di luar negeri masih jauh dari cukup. Dengan sinergi antar BUMN mestinya pertukaran karyawan yang bertujuan pengembangan SDM dapat dilakukan.

Keberadaan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) contohnya, sebagai institusi yang didirikan insan BUMN mestinya bisa menjadi pionir dan pemeran utama dalam usaha sinergi dan integrasi pengembangan SDM ini. Dengan sistem seperti ini, kerjasama dengan institusi pengembangan SDM pun bisa dilakukan lebih terarah, bahkan dengan Asesmen Center yang melakukan asesmen secara profesional dan objektif pun dapat dilibatkan langsung.

Senjang kompetensi untungnya terjadi pada kompetensi yang masih dapat dikembangkan dalam waktu yang relatif singkat sepanjang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan didukung pula secara penuh oleh pemimpin organisasi maupun pemimpin di kementerian BUMN.

Apalagi hasil riset yang dilakukan oleh Asesmen SDM PPM juga menunjukkan bahwa kompetensi personal seperti enthusiastic (senjang 23%) dan integrity (senjang 20%), hasilnya cukup baik. Keduanya bisa menjadi modal utama dari sisi kesiapan calon pemimpin masa depan.

*Tulisan dimuat majalah BUMN Insight No. 9 Tahun I Juni 2015.

Andi Ilham SaidIr. Andi Ilham Said, Ph.D.
Core Faculty PPM Manajemen
ais@ppm-manajemen.ac.id

2 thoughts on “Senjang Kompetensi Calon Direksi BUMN

  1. Do not avoid the communication to the others , because mate and fortune comes from communication.
    Create a bestful communication

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s