10 Pedoman Praktis Pendelegasian Kerja

delegationHandoko adalah seorang manajer baru yang ‘super’ sibuk. Walaupun terlihat bersemangat, ia tampak kewalahan dalam melaksanakan pekerjaannya di posisinya yang baru. Meski mempunyai beberapa bawahan yang tampaknya dapat diandalkan, namun ia melakukan tumpukan pekerjaannya sendiri.

Sebenarnya Handoko dapat ‘melimpahkan’ sebagian pekerjaan pada bawahannya. Namun hal itu tidak dilakukannya. Ia lebih suka melakukannya sendiri dan enggan melakukan delegasi. Handoko telah terkena ‘do it yourself’ syndrome atau sindrom ‘kerjakan sendiri’ yang biasa menjangkiti para atasan lainnya.

Sindrom ini dapat ditandai pada mereka yang beralasan “Saya bisa melakukannya lebih baik ketimbang orang lain dan saya senang mengerjakannya,” “Para bawahan tidak mampu atau terlalu sibuk untuk melakukan pekerjaan lebih dan mengeluh jika diberi tambahan pekerjaan,” ”Saya tak ingin atasan berpikir bahwa saya malas karena melimpahkan pekerjaan pada bawahan dan tetap ingin terlihat sibuk,” “Saya tak ingin kehilangan kendali,” hingga “Saya tak punya waktu untuk melakukan delegasi.”
Continue reading

Reshuffle Kabinet di Pemerintah vs di Perusahaan

resuffle kabinet jokowiSetahun sejak terpilih, dan delapan bulan sejak dilantik, muncul wacana bahwa Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle terhadap beberapa menterinya. Wacana ini muncul karena dampak dari “Kerja, Kerja, Kerja” yang didengungkan pada awal pemerintahan Jokowi belum dirasakan, atau setidaknya belum terasakan.

Ada beberapa pertanyaan yang muncul terkait hal ini. Pertama, sudah saatnya kah melakukan penilaian kinerja para menteri tersebut? Apakah waktu delapan bulan sudah dapat menjadi ukuran untuk menilai kinerja mereka? Cukupkah waktu delapan bulan bagi mereka untuk menunjukkan hasil kinerjanya?

Bagaimana dengan di perusahaan? Umumnya penilaian kinerja karyawan dilakukan sekali atau  dua kali dalam setahun. Pada prinsipnya, penilaian kinerja adalah menilai kinerja karyawan dalam satu kurun waktu tertentu. Dalam hal ini, yang umum terjadi kurun waktu tersebut adalah satu tahun.
Continue reading

Inovasi: Strategi dan Kepemimpinan

innovation-_-leadershipTidak sedikit artikel, jurnal, buku dan media mengulas inovasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Pembahasannya pun beragam, mulai dari jenis, hambatan, kegagalan, hingga strategi inovasi.

Sebenarnya kita telah diuntungkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi saat ini yang telah menjamin ketersediaan informasi sehingga tidaklah sulit memahami sebuah konsep inovasi.

Jika mengetik kata kunci innovation saja pada mesin pencari Google, maka akan terpampang setidaknya 378 juta informasi mengenainya. Informasi yang tentu saja dapat membantu perusahaan untuk lebih memahami gagasan inovasi yang sekiranya dibutuhkan dalam pengembangan perusahaan.

Inovasi kini menjadi salah satu senjata ampuh bagi perusahaan untuk berkompetisi pada era bisnis yang semakin terbuka, semakin cepat, dan semakin canggih. Perubahan kompetisi ini bisa menjadi keuntungan bagi perusahaan yang siap dan memiliki kemampuan berinovasi yang baik. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa tidak semua perusahaan memiliki kondisi ideal dalam kesiapan berinovasi.
Continue reading

Sudahkah Menjadi Pemimpin yang Baik?

I ResignPernahkah Anda membaca sebuah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa “People do not leave their job or company, They leave their boss.” Lalu ketika kalimat tersebut di-upload ke social media, banyak sekali orang yang langsung memberikan “jempol” atau “like” atau “love” sebagai tanda mengamini ungkapan tersebut.

Atau malah pernah terlintas dalam benak anda sebagai seorang pemimpin, jangan-jangan salah satu mantan bawahan anda dan juga ada calon mantan bawahan (orang yang berniat resign) adalah salah satu yang memberikan “like” pada uangkapan di atas dan hal itu tentu saja berarti mengarah pada kepemimpinan anda.

Berdasarkan employee engagement survey yang dilakukan oleh PPM Manajemen selama tiga tahun terakhir pada berbagai organisasi swasta dan pemerintahan, ada tiga hal yang dianggap paling penting pengaruhnya terhadap engagement karyawan dibandingkan beberapa faktor lainnya, yaitu: kepemimpinan atasan, suasana kerja, serta remunerasi.
Continue reading

Strategi Bertahan Rumah Tangga Pasca Hari Raya

img YLT jul 15Perspektif hari raya adalah saat yang selalu dinanti banyak orang. Berbagai rencana telah disiapkan sejak jauh hari, mulai dari rencana berpergian, rencana kumpul keluarga, rencana liburan, rencana pemberian rezeki kepada orang lain, sampai perencanaan makanan apa saja yang akan tersaji di hari raya. Namun, adakah yang membuat perencanaan keuangan dan belanja pasca hari raya?

Suasana menjelang hari raya selalu ramai, sibuk, dan di beberapa tempat terasa hiruk pikuk. Lihat saja kondisi pasar tradisional dan modern, bank, dealer kendaraan bermotor, toko emas, toko elektronik, jalan raya antar kota-antar provinsi, hingga tempat pegadaian barang. Nilai transaksi tunai maupun kredit meningkat hingga 30 persen. Sebenarnya ini merupakan kesempatan yang bagus untuk memperbaiki keadaan ekonomi, terutama bagi sektor menengah bawah.
Continue reading

Puasa dan Kepemimpinan Diri

spiritualSaat ini, seluruh manusia yang beragama Islam sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Tidak kurang dari 1,6 miliar umat muslim dunia, termasuk 200 juta di Indonesia, menjalankannya secara serentak selama 1 bulan penuh.

Kewajiban puasa tidak lahir dari aturan atau undang-undang negara, melainkan aturan ilahi. Allahlah yang mewajibkan umat muslim berpuasa. Pertanggungjawaban puasa bersifat vertikal, langsung kepada Allah. Tentu saja ada iming-iming balasan kebaikan yang  dijanjikan Allah bagi umat muslim yang menjalankan dengan benar dan ikhlas.

Meskipun kewajiban berpuasa bersifat vertikal, namun bukan berarti puasa hanya memiliki dampak vertikal saja. Puasa juga memiliki banyak dampak terhadap kehidupan pribadi dan kehidupuan sosial. Banyak aktivitas yang dianjurkan untuk dikerjakan dalam puasa yang memiliki dampak yang bersifat horizontal (sosial).
Continue reading

ART Mudik: Ajang Implementasi Manajemen Rumah Tangga

Family-Involved-with-CleaningTak terasa bulan Juni 2015 sudah kita lalui. Hal ini menandakan sudah lebih setengah bulan pula kita menjalankan bulan suci Ramadhan. Jika kita melihat tanggal di kalender, Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada 17 Juli 2015.

Seperti kebiasaan orang Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya akan ada sebuah tradisi pulang ke kampung halaman atau biasa dikenal dengan istilah “Mudik.” Tradisi mudik tidak hanya dilakukan oleh  para keluarga perantau saja, tetapi juga dengan para asisten rumah tangga kita.

Seorang ibu rumah tangga dan juga ibu pekerja (working mom) pasti akan sangat terbantu dengan keberadaan asisten rumah tangga (ART) di rumah. Namun hal ini akan menjadi sebuah momok tersendiri ketika mudik semakin dekat. Mau tidak mau, para ibu harus merelakan para ART-nya pulang ke kampung halamannya masing-masing ketika hari raya Idul Fitri tiba karena mereka pun memiliki sanak saudara dan orang tua yang harus ditengok.

Untuk mengatasi hal ini, sebagai seorang ibu harus pandai-pandai untuk menyiasati keadaan. Hal itu bisa disiasati dengan menerapkan prinsip manajemen, dalam hal ini akan kita kenal dengan istilah Manajemen Rumah Tangga.
Continue reading