ART Mudik: Ajang Implementasi Manajemen Rumah Tangga

Family-Involved-with-CleaningTak terasa bulan Juni 2015 sudah kita lalui. Hal ini menandakan sudah lebih setengah bulan pula kita menjalankan bulan suci Ramadhan. Jika kita melihat tanggal di kalender, Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada 17 Juli 2015.

Seperti kebiasaan orang Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya akan ada sebuah tradisi pulang ke kampung halaman atau biasa dikenal dengan istilah “Mudik.” Tradisi mudik tidak hanya dilakukan oleh  para keluarga perantau saja, tetapi juga dengan para asisten rumah tangga kita.

Seorang ibu rumah tangga dan juga ibu pekerja (working mom) pasti akan sangat terbantu dengan keberadaan asisten rumah tangga (ART) di rumah. Namun hal ini akan menjadi sebuah momok tersendiri ketika mudik semakin dekat. Mau tidak mau, para ibu harus merelakan para ART-nya pulang ke kampung halamannya masing-masing ketika hari raya Idul Fitri tiba karena mereka pun memiliki sanak saudara dan orang tua yang harus ditengok.

Untuk mengatasi hal ini, sebagai seorang ibu harus pandai-pandai untuk menyiasati keadaan. Hal itu bisa disiasati dengan menerapkan prinsip manajemen, dalam hal ini akan kita kenal dengan istilah Manajemen Rumah Tangga.

Mengapa manajemen rumah tangga? Ya, hal ini dikarenakan kita akan menerapkan fungsi-fungsi manajemen dasar, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengendalian (controlling) atau yang biasa disingkat dengan POAC dalam mengelola rumah tangga kita ketika mudik tiba.

Mari kita mulai dengan fungsi perencanaan. Jauh hari sebelum sang ART izin untuk mudik, ada baiknya kita memetakan aktivitas rumah tangga apa saja yang akan kita kerjakan sendiri, seperti mencuci pakaian, menyetrika, memasak, membersihkan rumah, menyiram tanaman di halaman, dan memberi makan hewan peliharaan. Dengan memetakan aktivitas tersebut kita dapat merencanakan siapa saja yang dapat terlibat dan bergotong-royong menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tersebut.

Setelah berhasil memetakan aktivitas, kita lanjut pada fungsi pengorganisasian. Dalam sebuah keluarga lengkap pasti terdiri dari orang tua (ayah dan ibu) dan anak-anak (jika sudah memiliki anak). Mereka adalah sumber daya manusia utama yang dapat kita libatkan dalam menyelesaikan aktivitas kerumahtanggaan.

Setelah itu, kita pun perlu memetakan sumber daya apalagi yang kita miliki di rumah atau di sekitar rumah kita, seperti jasa laundry, tempat penitipan hewan peliharaan, dan lain sebagainya. Adanya jasa tersebut bisa menjadi solusi lain untuk menyelesaikan beberapa aktivitas rumah tangga kita, tentunya juga perlu sumber daya tambahan, yaitu ketersediaan dana.

Jika sudah selesai memetakan aktivitas, sumber daya manusia, dan sumber daya pendukung lainnya kita akan mulai menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan dan beban kerja dari setiap pekerjaan rumah tersebut.

Sebagai contoh, ibu akan memasak, menyetrika, dan membersihkan rumah; sementara ayah bisa memberi makan hewan peliharaaan, mencuci mobil/kendaraan yang dimiliki, dan mencuci pakaian; sedangkan anak-anak bisa menyiram tanaman dan membantu membersihkan rumah dengan bertanggung jawab atas kamar mereka masing-masing.

Setiap pekerjaan yang sudah selesai akan dilihat dan dikontrol oleh sang ibu sebagai pemimpin pekerjaan di rumah. Di sinilah fungsi pengendalian terlihat. Apabila semua berjalan dengan baik maka pekerjaan rumah yang terlihat banyak dan complicated dijamin akan selesai dengan memuaskan. Sederhana bukan?

Mudah untuk digambarkan, namun sulit untuk diterapkan. Itu mungkin yang akan dirasakan oleh para pembaca sekalian. Sulit atau tidaknya sebuah pekerjaan adalah persepsi yang dimunculkan sendiri oleh pikiran kita. Ketika kita berpikir bahwa itu sulit maka kesulitanlah yang akan terjadi. Namun jika kita berpikir sebaliknya, yaitu mudah, maka hal itulah yang akan terjadi.

Melelahkan adalah efek dari pikiran kita yang mempersepsikan bahwa pekerjaan rumah tangga itu sulit dan complicated. Inilah yang menjadi keluhan setiap orang bahwa momen mudik menjadi sesuatu yang melelahkan karena tidak adanya ART yang akan membantu persiapan mudik kita.

Namun,  jika hal itu sudah diantisipasi dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen umum yang sudah diketahui oleh khalayak umum, bisa dipastikan semua persiapan mudik kita akan berjalan menyenangkan dan bisa menambah energi positif yang ada di dalam diri kita.

Kelelahan memang akan muncul karena mudik adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan fisik prima. Jika ditambahkan dengan mental positif yang membuat hati prima, kelelahan yang muncul pasti akan tergantikan dengan rasa bahagia bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman kita tercinta.

Jadi, kalau lebaran tiba, ART mudik? Siapa takut!

*Tulisan dimuat Business Review online, 12 Juli 2015.

Titis SetyawardaniTitis Setyawardani, S.E., M.M.
Core Consultant PPM Manajemen – PPM Consulting
TSW@ppm-manajemen.ac.id

One thought on “ART Mudik: Ajang Implementasi Manajemen Rumah Tangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s