Inovasi: Strategi dan Kepemimpinan

innovation-_-leadershipTidak sedikit artikel, jurnal, buku dan media mengulas inovasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Pembahasannya pun beragam, mulai dari jenis, hambatan, kegagalan, hingga strategi inovasi.

Sebenarnya kita telah diuntungkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi saat ini yang telah menjamin ketersediaan informasi sehingga tidaklah sulit memahami sebuah konsep inovasi.

Jika mengetik kata kunci innovation saja pada mesin pencari Google, maka akan terpampang setidaknya 378 juta informasi mengenainya. Informasi yang tentu saja dapat membantu perusahaan untuk lebih memahami gagasan inovasi yang sekiranya dibutuhkan dalam pengembangan perusahaan.

Inovasi kini menjadi salah satu senjata ampuh bagi perusahaan untuk berkompetisi pada era bisnis yang semakin terbuka, semakin cepat, dan semakin canggih. Perubahan kompetisi ini bisa menjadi keuntungan bagi perusahaan yang siap dan memiliki kemampuan berinovasi yang baik. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa tidak semua perusahaan memiliki kondisi ideal dalam kesiapan berinovasi.

Paradigma Baru Inovasi

Lalu mengapa inovasi menjadi suatu kebutuhan? Perubahan-perubahan yang terjadi saat ini membuat pesaing semakin kuat dan pelanggan semakin cerdas. Produk yang dihasilkan perusahaan harus memiliki daya saing agar diterima oleh pasar. Belum lagi posisi Indonesia dihadapkan dengan kehadiran MEA dan perlambatan ekonomi, yang tentu saja dua faktor tersebut merupakan “bonus tambahan” bagi perusahaan.

Perusahaan harus memiliki kemampuan proyeksi yang baik dan melakukan strategi-strategi yang inovatif dalam memanfaatkan “bonus tambahan” tersebut agar menjadi suatu keuntungan. Penulis melakukan studi pada beberapa perusahaan yang berinovasi, hasilnya menunjukkan bahwa masih terdapat perusahaan yang menganggap inovasi hanya sebagai aktivitas penunjang saja, belum menjadi bagian dari corporate strategy.

Inovasi sebagai corporate strategy harus dibangun oleh top management agar perusahaan siap menjadi perusahaan yang inovatif. Top management dapat melibatkan seluruh elemen karyawan dalam merumuskan strategi inovasi agar peluang yang ada dipasar mudah diaplikasikan.

Top management pun harus mampu mengkomunikasikan corporate strategy secara sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan hingga level karyawan terbawah. Hal inilah yang harus menjadi perhatian, karena salah satu faktor kunci keberhasilan berinovasi terletak pada faktor karakter kepemimpinan yang kuat dan strategi pemimpin puncak.

Hasil studi yang dilakukan Center of Innovation and Collaboration (CIC) PPM Manajemen pada tahun 2014 menunjukkan bahwa peran top management dan karyawan berpengaruh signifikan pada aktivitas inovasi. Jadi, suka tidak suka, mau tidak mau, inovasi adalah kebutuhan dasar bagi perusahaan.

Kesiapan Strategi Berinovasi

Hal yang mudah terlihat dalam mengukur keberhasilan inovasi adalah pengembangan produk baru yang diciptakan oleh perusahaan dapat diterima oleh pasar. Tentunya tidak hanya sekedar menghasilkan laba, produk tersebut harus dapat tumbuh berkelanjutan sehingga mendukung keunggulan bersaing perusahaan.

Di sisi lain, aktivitas inovasi juga dihadapkan pada risiko kegagalan pengembangan produk baru. Tidak hanya merugikan secara rupiah, tapi juga emotional cost yang pastinya dibayar mahal. Pada kondisi ekstrim, kegagalan pengembangan produk-produk baru dapat berisiko tersingkirnya perusahaan dalam persaingan.

Beberapa hal yang perlu disiapkan perusahaan dalam mengaplikasikan strategi inovasi adalah sebagai berikut:

  1. Menyelaraskan aktivitas inovasi dengan strategi perusahaan secara rinci dan sistematis sehingga menggambarkan integrasi aktivitas inovasi dalam perusahaan;
  2. Menetapkan strategi dalam mengidentifikasi, memetakan, mengelola, dan memitigasi risiko yang muncul ketika menangkap peluang;
  3. Mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki perusahaan dan merancang kebutuhan teknologi untuk menunjang aktivitas inovasi;
  4. Mengelola sistem informasi manajemen yang mendukung berbagai projek inovasi dan karyawan, serta memiliki sistem terintegrasi dalam mengkomunikasikan pembelajaran inovasi dalam perusahaan;
  5. Menerapkan budaya berinovasi ke seluruh unit kerja dan antar unit kerja sehingga inovasi telah membudaya dalam diri karyawan dan organisasi.

Keberhasilan inovasi tidak hanya sebatas jumlah rupiah yang diterima perusahaan, namun lebih penting adalah aktivitas inovasi telah membudaya keseluruh unit kerja atau karyawan dan mendapat pengakuan dari pelanggan dan pesaing. Ketika budaya inovasi telah melekat, perusahaan menjadi lebih fleksibel dan mampu beradaptasi pada setiap perubahan yang terjadi.

Keunggulan dalam aktivitas inovasi akan meningkatkan reputasi perusahaan dimata pelanggan begitu pula dimata pesaing. Pesaing akan melihat dan menjadikannya sebagai tolak ukur keberhasilan inovasi. Hal inilah yang menjadi pemicu semangat inovasi agar menjadi perusahaan yang berorientasi pada profit, growth, dan sustainable.

Jadi, seberapa siapkah perusahaan Anda menjadi inovatif?

*Tulisan dimuat pada majalah SWA 14|XXXI| 30 Juni – 8 Juli 2015. Hlm. 121.

YNR 160x160Yanuar Andrianto
Head of Selection Outstanding Corporate Innovation Indonesia | PPM Manajemen
YNR@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s