Kebijakan Family–Friend Company

netflix
Usai mengumumkan kebijakan barunya, Netflix perusahaan penyewa DVD online pertama dan terbesar di dunia tak hanya mendapatkan pujian, namun juga peningkatan saham yang tajam.

Kebijakan tersebut berupa pemberlakuan cuti melahirkan (maternity leave) dan cuti untuk ayah (paternity leave) selama satu tahun penuh bagi karyawan wanita ataupun pria untuk merawat dan mengurus keperluan kelahiran bayi mereka dengan tetap mendapatkan gaji penuh. Pihak Netflix juga membebaskan karyawannya jika dalam cuti setahun itu ingin kembali bekerja penuh, paruh waktu atau pulang sesukanya.

Kebijakan yang diberlakukan Netlix merupakan salah satu praktek kebijakan family-friendly (ramah keluarga) yang diidam-idamkan banyak karyawan. Perusahaan ramah keluarga adalah perusahaan yang memiliki kebijakan yang memungkinkan karyawannya dengan mudah menyeimbangkan waktu antara keluarga dan pekerjaan yang memenuhi tuntutan keduanya.

Sejatinya beberapa kebijakan yang ramah keluarga telah diatur dalam regulasi pemerintah. Sebagian besar yang menjadi kebijakan khas perusahaan itu menjadi keunggulan kompetitif tersendiri bagi perusahaan sebagai rujukan tempat untuk bekerja.

Berbagai bentuk kebijakan yang ramah keluarga contohnya adalah :

  • Maternity/Paternity Leave. Cuti yang diberikan pada karyawan yang memiliki bayi baru lahir, bayi adopsi atau anak angkat. Benefit ini bisa berupa cuti yang tetap mendapat upah (paid leave) maupun tidak mendapat upah (unpaid leave) ataupun kombinasi keduanya. Pemerintah Indonesia telah mengatur waktu istirahat bagi pekerja perempuan 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan setelah melahirkan yang tertuang pada UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 pasal 82. Selanjutnya pasal 84 menyatakan selama waktu istirahat tersebut karyawan berhak mendapat upah penuh.
  • Nursery Room. Ruang khusus di tempat kerja yang diperuntukkan bagi pekerja perempuan yang menyusui atau memerah ASI. UU No.13 Tahun 2003 pasal 83 mengatur bahwa pekerja perempuan yang masih menyusui anaknya harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja. Penyediaan fasilitas khusus bagi pekerja yang menyusui ini juga telah tertuang dalam Permenkes No. 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui Dan/atau Memerah Air Susu Ibu.
  • Family Medical Leave. Cuti yang diberikan kepada karyawan untuk merawat anggota keluarga yang sakit. Walaupun belum diatur pemerintah, beberapa perusahaan mempraktekkan kebijakan ini dengan memberikan cuti satu hari untuk menjemput anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit.
  • Employee And Family Health Benefits. Kebijakan ini dapat berupa jaminan kesehatan diri dan keluarga, penyediaan pusat kebugaran di area kantor atau subsidi keanggotaan pusat kebugaran. Pemerintah melalui PP No.12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan memfasilitasi pengeluaran atas biaya kesehatan (rawat jalan maupun rawat inap) atas diri dan anggota keluarga untuk pekerja yang menjadi anggota BPJS Kesehatan.
  • Child Care. Kebijakan ini dapat berupa penyediaan fasilitas on-site day care atau biaya day care yang disubsidi maupun ditanggung penuh. Beberapa perusahaan Indonesia mempraktekkan kebijakan ini untuk mendukung pemenuhan kebutuhan merawat anak-anak dari orang tua yang bekerja di tempat yang nyaman dan terjamin keamanannya. Sewaktu-waktu orang tua bisa segera mendampingi anak-anaknya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sehingga menjadi pengalaman berharga bagi anak-anaknya. Pengasuhan anak di Indonesia, support system diperoleh orang tua yang bekerja dengan adanya pengasuh/baby sitter, asisten rumah tangga atau anggota keluarga terutama sang nenek.
  • Family-Oriented Events. Beberapa perusahaan menyelenggarakan family gathering untuk menyediakan waktu berkualitas bagi orang tua dan anak-anak serta mempererat hubungan dengan anggota keluarga dari rekan kerja.
  • Tuition For Employee Education. Beberapa perusahaan di Indonesia mempraktekkan kebijakan ini dengan memberikan beasiswa penuh atau sebagian bagi pendidikan formal anak-anak pekerjanya.

Dengan adanya kebijakan family friendly ini, terdapat manfaat kebaikan bagi pekerja maupun bagi perusahaan, yaitu :

  • Memberikan waktu lebih banyak bagi pekerja dengan anak-anaknya.
  • Mengurangi stress bagi pekerja dalam merawat anggota keluarganya yang sakit.
  • Membuat pekerja memiliki kontrol lebih baik atas kehidupannya.
  • Membuat pekerja lebih produktif.
  • Meningkatkan tingkat ekonomi dan kualitas kehidupan bagi pekerja.
  • Mempertahankan pekerja-pekerja unggul.
  • Menjadi keunggulan tersendiri bagi para pencari kerja dalam memandang perusahaan.
  • Menjadi pilihan karyawan yang bersedia menerima upah sedikit lebih kecil, namun mendapat banyak benefit atas kebijakan yang ramah keluarga.

Selain itu, kebijakan-kebijakan family-friendly ini bisa menumbuhkan rasa cinta perusahaan. Employee Engagement dirasa bukan hal yang mustahil terjadi kalau kebijakan semacam itu diberlakukan. Kalau employee engagement sudah terjadi, bukankah kinerja karyawan akan semakin meningkat, alhasil produktivitas perusahaan akan menanjak.

*Tulisan dimuat Business Review online, 30 Agustus 2015.

NIS-1edAnnisa Dwiyana, M.M.
Trainer, Executive Development Services PPM Manajemen
NIS@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s