Inovasi Pengiring Kemerdekaan

IMG BUMN Insight 1 Sep 15Di Nusantara ini, lazim sudah bila hari kemerdekaan seolah menjadi keceriaan tersendiri yang ditunggu-tunggu kehadirannya saban tahun.

Mulai dari perlombaan, pengibaran sang merah putih di pelosok negeri, upacara di istana negara, sampai parade budaya Indonesia menjadi penghibur masyarakat. Tak hanya gegap di darat, namun gempita pula di laut maupun udara.

Pulau-pulau yang tersebar di Indonesia dalam gugusan pulau besar dan kecil menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar di dunia. Data menyebutkan bahwa jumlah pulau yang semula berjumlah 17.508, saat ini berkurang menjadi 17.499 dengan beberapa alasan, di antaranya alasan politis, yuridis, dan alam.

Survei yang dilaksanakan oleh Timnas Pembakuan Nama Rupabumi (PRN) mendapatkan sejumlah 13.466 pulau yang sudah dibakukan dan terdapat 3.000 hingga 4.000 data yang belum diverifikasi. Optimalisasi pulau–pulau kecil di Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang bernilai tinggi perlu ditingkatkan dan hal ini merupakan tantangan di tengah kemerdekaan Indonesia yang genap berusia 70 tahun.

Lalu apakah pengertian merdeka bagi Anda? Apakah bebas dari perhambaan dan penjajahan? Dapat berdiri sendiri dan tidak terkena tuntutan? Tidak terikat dan tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu? Atau cuma sekadar memiliki pekerjaan, dapat makan enak dan tidur nyenyak dalam mengartikan merdeka.

Seperti termaktub dalam UUD 1945, kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Keadaan berdiri sendiri, bebas lepas tidak terjajah lagi, keadaan dimana sebuah negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya dan seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain. Ya merdeka, sebuah kebebasan yang bertanggung jawab.

Bagi dunia bisnis di Indonesia, kemerdekaan dan kebebasan tidaklah cukup. Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2015 menjadi momentum untuk mempersiapkan diri di tengah persaingan usaha di Indonesia. Momentum pembuktian bahwa Indonesia mampu bersaing di kancah internasional dalam usianya yang sudah tidak lagi muda. Pembuktian bahwa dunia bisnis Indonesia dapat mendukung perekonomian dengan stabil dan tidak bergantung dengan pihak lain.

Di sisi lain, kondisi MEA menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang terampil, peningkatan kompetensi, dan memperluas inovasi. Centre of Innovation and Collaboration (CIC) Pusat kajian milik PPM Manajemen pada tahun 2014 telah melakukan penelitian mengenai kesiapan perusahaan Indonesia terhadap inovasi.

Hasilnya, sebanyak 51,8% perusahaan responden memiliki iklim/kondisi lingkungan kerja yang sangat mendukung terciptanya aktivitas inovasi dan 52,3% perusahaan responden memiliki tingkat innovation quotient (kesiapan inovasi yang tinggi). Data dikumpulkan dari 230 perusahaan yang tersebar di berbagai industri untuk mengetahui innovation quotient perusahaan Indonesia.

Innovation quotient merupakan ukuran seberapa mendukung karakter dan budaya perusahaan untuk menghasilkan berbagai inovasi, seperti inovasi produk, inovasi proses, inovasi organisasi, dan inovasi pemasaran.

Semakin tinggi innovation quotient, maka akan semakin besar daya dukung budaya, karakter perusahaan terhadap inovasi, dan kesuksesan transformasi sehingga perusahaan dapat memperkuat dan mengurangi kelemahan budaya inovasi organisasi dengan lebih akurat.

Lalu, 62,8% perusahaan responden memiliki pimpinan dan karyawan yang berprilaku sangat mendukung terciptanya inovasi. Namun ironisnya sebesar 51,4% perusahaan responden memiliki sumberdaya yang kurang mendukung inovasi. Berdasarkan hasil survei tersebut, penentu kesuksesan inovasi terletak pada dua faktor, yaitu kemampuan dan orang.

Peran pemimpin perusahaan sebagai salah satu pihak yang mampu memberdayakan karyawan, merupakan elemen penting dalam proses inovasi agar terimplementasi dan terintegrasi dengan baik di perusahaan.

Setiap keadaan diupayakan untuk dilihat dalam dua sisi mata uang. Jika memang perusahaan ingin terus berinovasi untuk meningkatkan daya saing, maka penyiapan sumberdaya manusia untuk mendukung inovasi juga menjadi prioritas. Dalam konsep human capital, manusia dianggap sebagai sebuah modal, dan merupakan komponen yang sangat penting dalam mendukung kemajuan organisasi.

Berbagai investasi sumber daya manusia seperti pelatihan, pengembangan, pendidikan, maupun kesehatan, dapat berperan besar dalam peningkatan kinerja yang berdampak pada produktivitas kerja. Secara simultan hal tersebut dapat meningkatkan sumber daya yang dapat mendukung terjadinya inovasi dan tentu saja berkontribusi pada gagasan inovasi di perusahaan.

Lantas apa yang sudah Anda lakukan dan kontribusikan untuk Indonesia di usianya yang ke-70 tahun? Apakah hadiah terbaik yang sudah Anda berikan bagi bangsa ini? Apakah Anda sudah berkontribusi dan siap mendukung terciptanya inovasi di perusahaan? Mari kita renungi.

Karena perusahaan tidak hanya sekadar hadir, tetapi harus berkembang menciptakan jenis usaha baru, sistem pengelolaan baru, cara pelayanan baru, sumber daya baru. Itu semua bisa terjadi bila inovasi sudah mendarah daging sehingga terimplementasikan dengan baik, alhasil perusahaan tidak diam lantas mati tergerus zaman.

Dirgahayu Indonesia! Teruslah berkarya dan kembangkan diri Anda demi kemajuan dan kemerdekaan Indonesia! MERDEKA!

*Tulisan dimuat BUMN Insight online, 1 September 2015.

yunita blogYunita Andi Kemalasari, S.Si, M.M.
Consultant, Organizational Development Service PPM Manajemen
YUN@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s