Perjalanan Kerja

perjalanan kerjaPelesir, berwisata atau jalan-jalan baik di dalam kota maupun luar kota bahkan luar negeri saat ini telah berkembang dari sekadar rencana tahunan, hiburan keluar dari kepenatan kerja, hingga kini menjadi agenda wajib segenap masyarakat.

Bagaimana dengan Anda? apakah pelesir masuk dalam agenda? atau malah ini yang sekarang diidam-idamkan dan ingin segera dilakukan? Sebelum membahas lebih jauh, mari kita tilik lebih dalam, sejatinya situasi apa yang dirasakan saat melakukan perjalanan wisata, terlebih detik-detik terakhir ketika pelesiran itu hampir habis. Tetap ingin rasanya melanjutkan perjalanan serta tak henti saat itu, dengan kata lain; masih kurang. Bosan dan segera ingin kembali ke rumah melakukan kegiatan lainnya, atau kembali ke rutinitas kerja, atau malah segera menyusun rencana perjalanan berikutnya.
Continue reading

“Sudahkah Anda Bercermin Hari Ini?”

bercerminDari artikel ini penulis mengajak sedikit bernostalgia pada masa-masa penulis bersekolah di SMA berasrama di bilangan Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Di SMA itu kami siswa dan siswi dituntut untuk selalu berpenampilan rapi setiap saat. Karenanya, hampir di setiap sudut sekolah dan asrama terdapat cermin berbentuk persegi panjang kira-kira berukuran 1m x 0,5m yang siap digunakan untuk berkaca merapikan penampilan.

Di salah satu cermin yang tersebar di gedung sekolah itu, ada satu cermin yang diberi ‘label’ seperti judul artikel ini. Jika penulis tidak salah ingat, itu adalah cermin yang diletakkan di depan ruang Kepala Sekolah.

Hampir sepuluh tahun sudah penulis lulus dari sekolah tersebut. Bukan waktu yang singkat, pun belum bisa dikatakan panjang untuk ukuran orang dalam makan asam garam kehidupan. Fase mencicipi bangku kuliah, masa-masa berkenalan dengan banyak orang baru, terlibat dalam organisasi kampus, lalu menikah hingga akhirnya terapung-apung dalam lautan dunia kerja sudah dirasakan. Namun frasa ‘Sudahkah Anda Bercermin Hari Ini?’ kembali menyelinap masuk ke dalam pikiran di suatu malam. Apa sebenarnya makna dan nilai-nilai yang ingin ditanamkan melalui frasa tersebut?
Continue reading

Kaderisasi, Untuk Siapa?

kaderisasiAda sebuah ungkapan yang sangat tersohor “kehidupan itu ibarat sebuah roda, kadang di atas, kadang di bawah”. Ungkapan tersebut secara tersirat menggambarkan kedinamisan, pun memberi sebuah peringatan kepada manusia untuk selalu memiliki persiapan dalam menghadapi sebuah perubahan.

Layaknya kehidupan, perjalanan organisasi pun bisa berputar dari yang awalnya bertumbuh dan berkembang, mulai mengalami kesuksesan, namun ada kalanya juga menghadapi tantangan dengan jatuh bangun, bahkan jika tidak dihadapi dengan serius kemungkinan organisasi bisa mati. Fase-fase inilah yang bisa disebut sebagai Organizational Life Cycle (OLC).

Dalam menjalani OLC, sebuah organisasi pasti akan menghadapi beberapa perubahan, baik yang diprediksi maupun yang diluar kendali, atau dalam istilah yang dikemukakan oleh Edgar H. Schein (2010) sebagai Managing the Unmanageable. Di mana banyak kondisi-kondisi tertentu akibat dari state of nature yang tak mampu dikelola secara cepat.
Continue reading

Perlunya CEO Membangun Internal Branding

personal-brandKali ini penulis mengajak memundurkan waktu beberapa tahun kebelakang demi menarik secuplik ilmu, waktu di mana kita semua melihat sosok yang begitu fenomenal kala itu. Tentu ini bukan berarti tiada lagi ilmu yang berkembang dan manfaat serta bisa diserap penulis dan khalayak di masa sekarang, bukankah ilmu itu sendiri tak lekang oleh waktu?

Tentu kita masih ingat ketika jagad dunia maya dihebohkan dengan foto Ignasius Jonan yang kala itu masih menjabat sebagai Dirut PT KAI tertidur pulas di bangku kereta ekonomi saat musim mudik lebaran, pro dan kontra bermunculan menanggapi foto tersebut. Terlepas dari pro dan kontra yang ada, menurut penulis, Jonan merupakan sosok yang memahami bahwa ketika akan melakukan suatu perubahan besar, harus dimulai dari diri sendiri, sebagai CEO.

Sejatinya waktu itu ketika diminta untuk memimpin PT KAI, Jonan dihadapkan pada kondisi perusahaan yang ‘berdarah-darah’ dan mengalami kerugian besar. Tidak dapat disangkal kepiawaian Jonan berperan dalam membalikkan keadaan PT KAI dari rugi besar menjadi untung. Namun ada hal lain yang menurut penulis menjadi faktor kesuksesan Jonan dalam mentransformasi PT KAI, yaitu membangun internal branding.

Kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah branding. Namun kita lebih sering menghubungkan branding dengan produk, iklan dan segala bentuk kegiatan komunikasi eksternal. Lantas, apa itu internal branding sesungguhnya? Apakah menyebarluaskan iklan perusahaan kepada karyawan merupakan kegiatan internal branding?
Continue reading

Talent Management A la Sinister 2

sinister

Anda sudah menonton film berjudul Sinister 2? Ya, film sekuel bergenre horor ini cukup menarik minat para penggemar film. Bagaimana tidak, sejak film ini diputar, sudah menggambarkan adegan yang kejam dan mengerikan. Film yang merupakan lanjutan dari pendahulunya, Sinister, menceritakan plot yang hampir sama, dengan tokoh utama yang berbeda. Dengan plot cerita yang bersambung, film ini dirasa cukup membuat penasaran, terutama untuk lebih mengenal dengan sosok hantu utama yang disebut sebagai Bughuul atau Mr. Boogie.

Film ini memang cukup menuai kontroversi, apalagi dari adegan-adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditayangkan selama film diputar, dan ini melibatkan sosok figur anak-anak dalam adegan tersebut. Sebut saja ketika tokoh antagonis, Zach, yang memiliki rasa iri berlebihan terhadap adiknya, Dylan. Apalagi saat melihat kilas balik dari para hantu cilik yang melakukan reka ulang pembunuhan, termasuk adegan Zach yang sedang hendak membakar seluruh anggota keluarganya. Namun siapa sangka, dari banyaknya kontroversi mengenai adegan kekerasan tersebut, ada sisi lain yang bisa dipelajari, yakni belajar dari sosok hantu utama, Bughuul.

Mungkin kita sudah sangat tidak asing dengan istilah Talent Management. Di mana dalam sebuah perusahaan, Talent Management ini dilakukan untuk memetakan karyawan yang berpotensi tinggi dan cocok dengan perusahaan, yang nantinya bisa diberikan pengembangan untuk meneruskan roda bisnis perusahaan. Lalu apa kaitannya dengan sosok Bughuul dalam film Sinister 2 ini?
Continue reading

Indonesia Berkabut Menyongsong MEA

kabut meaBeberapa pekan terakhir kabut asap Indonesia menjadi topik hangat yang mewarnai berbagai media nasional dan mancanegara. Bencana kebakaran hutan di bagian Sumatera dan Kalimantan ini bahkan mengusik negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Tentu saja bencana tahunan ini sedikit banyak menguras perhatian Presiden dan para petinggi negeri ini.

Demi mengatasi darurat asap yang sudah masuk kategori berbahaya, ya bagaimana tidak, darurat asap sudah mulai dirasakan hingga jantung ibu kota Jakarta. Hal yang berisiko karena dapat mengganggu stabilitas perekonomian dan iklim bisnis di penghujung tahun kambing kayu ini.

Tahun 2015 bisa dibilang menjadi ‘medan tempur’ bagi top management dalam menghadapi ujian dari dalam negeri dan global. Darurat asap hanyalah salah satu persoalan prioritas yang sedang dihadapi bangsa ini. Tapi sebut saja perlambatan ekononomi dunia, dampak krisis Yunani, anjloknya pasar saham Tiongkok, devaluasi Yuan, anjloknya harga beberapa komoditas, dan menguatnya US$ terhadap sebagaian mata uang dunia. Ujian tersebut menstimulus para pelaku usaha berinovasi agar mampu bertahan dan berkompetisi ditengah lambatnya laju ekonomi Indonesia.
Continue reading

Krisis Ekonomi dalam Bingkai Manajemen Risiko

krisis ekonomiKrisis ekonomi menurut literasi ekonomi secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana suatu negara atau perekonomian mengalami penurunan. Penurunan tersebut dapat ditunjukkan dengan beberapa indikator ekonomi makro, di antaranya laju pertumbuhan ekonomi, produk domestik bruto (GDP), likuiditas keuangan pemerintah, tingkat inflasi, dan berbagai indikator lainnya.

Di sisi lain, penurunan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang Dollar Amerika Serikat, Euro, Yen Jepang, Yuan Tiongkok, dan sebagainya, juga ditengarai sebagian besar pelaku usaha maupun masyarakat umum sebagai indikator terjadinya suatu krisis ekonomi.

Apa pun yang dijadikan sebagai indikator, krisis ekonomi merupakan suatu momok yang sangat dikhawatirkan oleh seluruh masyarakat, baik individu maupun organisasi pelaku usaha. Apa yang dikhawatirkan? Tidak lain adalah dampak dari krisis ekonomi itu sendiri.
Continue reading