Perjalanan Kerja

perjalanan kerjaPelesir, berwisata atau jalan-jalan baik di dalam kota maupun luar kota bahkan luar negeri saat ini telah berkembang dari sekadar rencana tahunan, hiburan keluar dari kepenatan kerja, hingga kini menjadi agenda wajib segenap masyarakat.

Bagaimana dengan Anda? apakah pelesir masuk dalam agenda? atau malah ini yang sekarang diidam-idamkan dan ingin segera dilakukan? Sebelum membahas lebih jauh, mari kita tilik lebih dalam, sejatinya situasi apa yang dirasakan saat melakukan perjalanan wisata, terlebih detik-detik terakhir ketika pelesiran itu hampir habis. Tetap ingin rasanya melanjutkan perjalanan serta tak henti saat itu, dengan kata lain; masih kurang. Bosan dan segera ingin kembali ke rumah melakukan kegiatan lainnya, atau kembali ke rutinitas kerja, atau malah segera menyusun rencana perjalanan berikutnya.

Situasi yang kita alami saat berpelesir, sesungguhnya juga kita rasakan saat melakukan aktivitas bekerja di kantor. Apa yang dirasakan saat bekerja sehari-hari hingga jam kerja berakhir, bahkan saat harus kerja lembur. Apakah tetap semangat melanjutkan pekerjaan-pekerjaan yang ada hingga tak terasa hari akan berganti, bosan dan ingin segera pulang ke rumah atau bahkan terpikir untuk mencari sesuatu yang baru, menyelesaikan pekerjaan saat ini secukupnya dan melanjutkannya esok hari?

Dalam sebuah buku tentang kebiasaan (The Power of Habit, Dahsyatnya Kebiasaan; Charles Duhigg), membahas tentang bagaimana pola kebiasaan membentuk tiap segi kehidupan seseorang. Bagaimana kebiasaan seseorang dan juga perusahaan dilihat dari tanda yang ada, ganjaran yang ada, mengidamkan apa hingga membentuk kebiasaan.

Bagaimana perjalanan saya? which one ‘my trip in the office’?

Kita mulai dengan melihat bagaimana pola perjalanan bekerja hari ini, termasuk dalam berbagai kondisi yang tergambar diataskah atau jauh berbeda dan membentuk pola yang baru. Sudahkah pekerjaan saat ini menjadi kebiasaan bagi kita? Atau hanya merupakan rutinitas yang dijalani demi sesuatu.

Saat melakukan kegiatan, seseorang pada dasarnya berada dalam lingkaran kebiasan, dan jika kita melihat lebih lanjut kebiasaan yang ada, perlu untuk mendalami apa yang mendorong seseorang melakukan kegiatannya (mengidamkan apa, ganjarannya apa). Disini proses mendapatkan akar perilaku seseorang akan ditemukan dan apabila tidak sesuai dengan kebutuhan diri, bahkan kebutuhan perusahaan. Maka penting rasanya dipertimbangkan untuk melakukan perubahan kebiasaan itu.

Langkah awal yang dapat dilakukan oleh perorangan atau perusahaan adalah melihat kembali kebiasaan yang ada dan bagaimana proses melaksanakan pekerjaannya, serta rutinitas yang dilakukan selama ini mengakibatkan apa. Jika kita melakukan rutinitas menumpuk pekerjaan hingga mengakibatkan terjadi antrian penyelesaian pekerjaan, dan menjadi terburu-buru menyelesaikannya saat dibutuhkan. Kondisi seperti ini perlu dikritisi dan dilakukan perubahan untuk dapat mendorong diri agar bekerja dengan lebih baik kedepannya.

Maka lakukanlah perubahan dengan membuat tanda, yang akan membantu kita untuk tidak melakukannya lagi, dan selanjutnya tindaklanjuti dengan memberikan ganjaran. Memberikan tanda melalui notifikasi di desktop, atau menggunakan aplikasi jadwal pengingat pada alat komunikasi dapat membantu untuk mengingatkan tentang pekerjaan serta kegiatan yang akan dilakukan. Lalu kita dapat memberikan ganjaran surprise untuk diri sendiri saat sukses melaksanakan yang dilakukan.

Kebiasaan yang dilakukan akan membentuk pola kebiasaan atau disebut ‘habit’ dalam diri. Apabila perubahan kebiasan yang dilakukan mampu memberikan kontribusi positif bagi diri bahkan bagi perusahaan tempat bekerja, maka bisa dibayangkan efeknya untuk perkembangan kedepan.

Perubahan yang kita jalani dan bergerak terus hingga menjadi kebiasaan akan menjadi perjalanan yang baru bagi diri. Kembali ke pertanyaan yang sama saat kita melakukan proses kegiatan dalam pekerjaan tadi. Ingin rasanya tetap melanjutkan perjalanan tanpa berhenti, bosan dan segera kembali kerumah mencari aktivitas rutin lain, atau kembali dan segera menyusun rencana perjalanan berikutnya.

Saat kita telah melakukan perubahan yang positif dan mampu berkembang dalam perjalanan pekerjaan, dalam akhir pembahasan tentang habit’ disampaikan bagaimana hal ini akan membantu kita untuk dapat memilih dan bertindak dengan berbagai pertimbangan melalui analisa yang mendalam tentang tanda, ganjaran, serta mengidamkan apa dalam perjalanan kita saat ini.

Bagaimana dengan perjalanan dalam pekerjaan saat ini? Apakah itu ‘habit’? ada dalam kondisi yang manakah kita? sudahkah kita melihat  tanda, mengidamkan cita-cita tertinggi dalam pekerjaan, dan ganjaran apa yang kita lihat disana?

Tengok dan selami kembali diri kita, rangkaian tanda, mengidamkan, dan ganjaran, untuk memicu perubahaan menuju sesuatu yang positif hingga menjadi kebiasaan.

Mari lanjutkan perjalanan kita, dan temukan gaya sendiri dalam perjalanan pekerjaan saat ini. Tetap semangat!

*Tulisan dimuat Business Review online, 24 November 2015.

SKAFransiska Romana S., MM.
Researcher, Jasa Pengembangan Organisasi PPM Manajemen
SKA@ppm-manajemen.ac.id

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s