Kelola Waktu, Selamat Tinggal Stres

Banyak dari kita mengira bahwa menjalani hidup ini laksana mengikuti aliran air. Masalahnya, tidak semua air mengalir ke tempat yang baik bukan? Maka melakukan perencanaan dalam hidup adalah sebuah keharusan, pula merupakan suatu upaya yang akan bermanfaat untuk mencapai target-target dalam kehidupan. Termasuk mengatur keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Bagi seorang pekerja, akhir tahun adalah momen untuk mengukur hasil kerja selama setahun kebelakang, apakah sudah mencapai target yang ditetapkan di awal tahun atau belum. Namun terkadang momen tersebut malah menjadi momok ketika pekerjaan masih menumpuk padahal tahun baru sudah di depan mata. Memang, pekerjaan yang sudah direncanakan tidak selalu berjalan lancar karena bisa jadi ada hambatan, misal dalam proses pencairan anggaran, tambahan kegiatan yang mendadak, atau justru karena kurang efektifnya pembagian waktu.

Dengan begitu, melakukan refleksi dan evaluasi dirasa perlu dilakukan oleh setiap pekerja sehingga dapat mengetahui perbaikan seperti apa yang harus dilakukan untuk masa mendatang. Tentunya juga sebagai penyemangat tersendiri mengetahui capaian yang sudah diraih tahun ini dan yang terpenting adalah menghindarkan diri dari jeratan stres akibat pekerjaan yang tidak terorganisir.

Di setiap akhir tahun, selain refleksi dan evaluasi, kata resolusi juga menjadi hal yang sering bergaung. Kata ini mencerminkan semangat tidak hanya bagi kehidupan pribadi, tapi juga bagi tujuan-tujuan dalam pekerjaan. Bagi seorang pekerja, tidak perlu takut ditagih atasan jika Anda membuat resolusi terkait pekerjaan. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana bisa mempersiapkan resolusi itu dengan perencanaan yang matang dan dengan jadwal kerja yang lebih terpola sehingga memudahkan mencapai hasil kerja yang diinginkan. Untuk itu, pendekatan manajemen waktu patut dicoba untuk membantu merencanakan semuanya.

Manajemen waktu menurut Atkinson (1994) adalah suatu jenis keterampilan yang berkaitan dengan segala bentuk upaya dan tindakan seorang individu yang dilakukan secara terencana agar individu tersebut dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya. Sejak tahun 1950-an telah banyak diskusi mengenai konsep ini dan program-program pelatihan pun telah banyak diadakan, meski penelitian ilmiah baru keluar pada tahun 1982.

Titik kritis dari konsep ini adalah selalu mengenai bagaimana memahami jenis kegiatan yang banyak memakan waktu, mengubah cara mengatur waktu dan meningkatkan efisiensi kinerja dengan membuat perencanaan harian, memprioritaskan tugas, dan menangani pekerjaan yang tak terduga.

Manajemen waktu tentunya memiliki manfaat terkait pekerjaan, diantaranya yaitu pekerja dapat menentukan pekerjaan yang paling prioritas, mengurangi penundaan pekerjaan, mengurangi terjadinya bentrok waktu pelaksanaan kegiatan, dan memantau kinerja dengan lebih terkendali dan tentunya terukur.

Penelitian menunjukkan bahwa efek positif dari perilaku mengelola waktu adalah dapat mengatasi stres pekerjaan, mendapatkan hasil kerja yang baik, dan performa kerja yang baik, walaupun terkait performa/kinerja hasilnya paling lemah dibanding dua kategori lainnya. Terkait dengan hasil yang berhubungan dengan stres menunjukkan bahwa manajemen waktu membuat orang lebih merasa memiliki kontrol terhadap waktu, mendapatkan kepuasan kerja, berpengaruh positif terhadap kesehatan, mengurangi ketegangan dan tekanan psikologis.

Manajemen waktu juga dapat menjembatani tuntutan pekerjaan yang tinggi, hubungan keluarga, dan emosi (Peeters & Rutte, 2005). Berdasarkan hasil penelitian, tidak perlu diragukan lagi untuk melakukan manajemen waktu sebagai upaya mengelola stres. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memulai membuat daftar pekerjaan prioritas. Misalnya, mengelompokkan tugas dalam beberapa tingkatan prioritas, disesuaikan dengan seberapa penting tugas tersebut untuk diselesaikan terlebih dahulu.

Setelah mendapatkan kelompok prioritas pekerjaan, lanjut menyusun jadwal atau periode waktu untuk setiap tahapan pekerjaan, lalu tahap berikutnya adalah melaksanakan apa yang telah kita susun itu. Sebaiknya dalam penerapannya, pelaksanaan dilakukan secara bertahap sehingga tidak ada yang terlewati.

Memang tidak semua pekerjaan dapat berjalan lancar. Bahkan dapat dikatakan banyak pekerjaan yang sifatnya dinamis. Kita terkadang dihadapi dengan menumpuknya pekerjaan di saat-saat tertentu. Sebagai contoh, untuk pekerjaan yang sifatnya dadakan atau berdasarkan momen, tentunya sebagai seorang pekerja harus lebih cermat menyisipkan waktu-waktu tertentu agar tidak membebankan.

Jangan lupa pula untuk menyisipkan agenda liburan di dalam perencanaan waktu. Hal ini penting untuk mengembalikan mood pada pekerjaan Anda. Asyiknya, merencanakan liburan pun bisa menjadi sebuah metode untuk pelepasan rasa stres di tengah padatnya pekerjaan. Mari atur ulang waktu kita!

*Tulisan dimuat SWA online, 30 November 2015.

alif ppm manajemen rszAlif Perdana
Corporate Relations PPM Manajemen
ALP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s