Ingin Kembangkan Anak Usaha, Belajarlah dari Embrio Hiu

Seorang sahabat bercerita, website besutan dia sedang dilirik oleh BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi. Tentu kenyataan ini cukup menggembirakan namun juga menantang, bagaimana tidak, masih menurut sahabat saya tadi ada beberapa start up yang membidangi bisnis konten lainnya yang juga dibidik oleh sang BUMN, semua start up tersebut diminta untuk saling bersaing, dan hanya yang paling tangguh lah yang kemudian akan dikembangkan oleh BUMN tersebut.

Penulis teringat pada program stasiun TV asal Negeri Paman Sam ABC yang menghadirkan Program bertajuk “Shark Tank”. Dalam acara ini para innovator ditantang oleh para calon investor untuk menghadirkan produk yang terbaik, mereka sengaja dipertentangkan dengan sesama start up lainnya, hingga akhirnya hanya satu gagasan yang akan didukung oleh investor.

Kemungkinan ide program TV ini berasal dari fenomena alam embrio hiu yang selama berada di dalam rahim induknya, ikan hiu jenis hiu macan yang hidup di pasir dasar laut (Carcharias taurus) sudah bersaing dengan saudara kandung sendiri, membunuh bahkan memakan saudaranya sendiri, untuk bertahan hidup. Hingga pada saatnya hanya satu dua ekor yang berhasil dilahirkan dalam keadaan hidup, survival for the fittest! Bersaing untuk bertahan hidup sudah dimulai pada tahap-tahap yang sangat awal.

Program TV Shark Tank ini, tidak hanya menarik sebagai bahan tontonan, namun juga melahirkan banyak gagasan bagi kalangan bisnis untuk melakukan beragam inovasi dan perubahan. Banyak kemudian perusahaan yang mengembangkan strategi yang mengadopsi program TV tersebut dengan melaksanakan program yang mereka sebut Internal Sharks Tank (IST).

Lebih dari sekedar Talent Pool, dalam IST setiap talenta yang berada di dalam organisasi dikondisikan sedemikian rupa sehingga mereka bersaing secara sehat, berlomba-lomba menghadirkan ide dan gagasan cemerlang, agar mereka tidak hanya sekedar bertahan, namun juga berkesempatan memuncaki karier tertinggi mereka dalam perusahaan. Walaupun tidak se-ekstrim fenomena hiu macan, namun strategi ini cukup berhasil dan menghasilkan para talenta yang layak disebut sebagai para agen perubahan, calon pemimpin di masa depan.

Strategi untuk ‘mempertandingkan’ anak perusahaan untuk saling bersaing dan hanya akan mempertahankan yang terbaik masih tabu di mata banyak pihak. Setidaknya demikian yang selama ini diamati oleh Kokoh Ronald Aruan, Kepala Divisi Konsultansi Manajemen PPM, sepanjang pengalamannya membantu banyak klien membenahi strategi bisnis, belum pernah ia menemukan strategi seperti demikian, atau setidaknya strategi seperti itu tidak naik ke permukaan, dan hanya diketahui oleh kalangan internal perusahaan saja.

Masih menurut Kokoh, ada beberapa alasan bagi perusahaan untuk melahirkan dan mengembangkan anak perusahaan. Ingat bahwa dan anak-anak perusahaan tersebut sedari awal memang didedikasikan untuk tumbuh bersama, bukan dilahirkan untuk saling bersaing dan membunuh.

Alasan-alasan tersebut adalah;  Pertama, adanya desakan akibat volume bisnis perusahaan yang semakin membesar, sehingga perlu dibangun anak perusahaan, sehingga ada keterwakilan pemimpin perusahaan di level yang lebih kecil. Kedua, lahirnya anak perusahaan karena lokasi bisnis perusahaan terletak di beragam tempat yang saling berjauhan, sehingga demi kemudahan koordinasi dan pengawasan, perlu dibangun anak perusahaan di daerah-daerah dimana perusahaan beroperasi.

Ketiga, lahirnya anak perusahaan semata untuk menyikapi regulasi pemerintah, dalam hal ini UU Anti-Monopoli, sehingga perusahaan demi tetap mengamankan pasar namun tidak terkesan memonopoli, mengembangkan beberapa anak perusahaan. Ke-empat, anak perusahaan lahir lantaran perusahaan tidak mau kehilangan ‘kue’ keuntungan, sehingga perusahaan kemudian mengembangkan strategi penyusunan alternatif semu, artinya seolah-olah masyarakat dihadapkan dengan beragam pilihan dari beragam produsen, padahal pada akhirnya semua keuntungan akan bermuara pada perusahaan holding yang sama.

Terlepas dari beragam pendapat, penulis melihat selama persaingan dilakukan secara sehat, dan semata demi kepentingan yang lebih besar yakni kemajuan bisnis perusahaan, maka strategi semacam Internal Business Tank bukanlah sebuah hal yang tabu untuk dilakukan.

Bagaimana dengan perusahaan Anda?

*Tulisan dimuat majalah SWA online, 18 Januari 2016.

????????????????????????????????????Suhendi Suaeb
Corporate Relation PPM Manajemen
NDI@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s