Inovasi Digital Media ala Angkatan Udara

twitter tniau

Ada yang menarik di hari ulang tahun ke 70 TNI Angkatan Udara yang diperingati pada 9 April 2016 yang lalu. Bukan soal kehebatan atraksi Tim Jupiter Aerobatik yang telah mendunia itu, atau aksi penyelamatan sandera ala Paskhas TNI AU, pasukan elit matra Angkatan Udara. Bukan, bukan aksi militer atau atraksi udara saja yang memikat perhatian banyak orang tahun ini. Akan tetapi, hal menarik dari TNI AU di usianya yang ke-70 ini ialah soal tingkah cerdas akun twitter @_TNIAU yang dikelola oleh Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (DISPENAU).

Walau telah dibuat sejak Juni 2012 silam, namun akun @_TNIAU baru mencuri banyak perhatian pengguna media sosial Twitter pada awal tahun 2016 ini. Sebagai media resmi lembaga militer, kehadiran akun @_TNIAU jauh dari kesan formal, kaku, tegang, atau bahkan menyeramkan layaknya citra tentara yang melekat di sebagian besar benak masyarakat. Seakan mengedepankan misi TNI sebagai sahabat rakyat, akun @_TNIAU hadir dengan kicauan yang terasa begitu dekat dengan para netizen.

iprah akun @_TNIAU semakin menarik perhatian ketika beradu argumen di twitter dengan akun @Ratnaspaet milik aktivis politik Ratna Sarumpaet. Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Ratna mengeluarkan pernyataan bahwa tentara sudah dibeli oleh Ahok karena turut hadir dalam aksi penertiban Kalijodo. Menurut Ratna, tugas tentara adalah membela kedaulatan bangsa, bukan untuk aksi penggusuran seperti itu.

Bukannya mengeluarkan rilis resmi atau bantahan secara panjang lebar, tuduhan Ratna Sarumpaet itu justru ditanggapi dengan santai oleh akun @_TNIAU. Dengan nada sentilan namun tetap kritis, akun tersebut bertanya apakah Ratna Sarumpaet melihat kwitansi pembelian itu? Sontak saja, jawaban seperti ini membuat orang tersenyum dan semakin tertarik menyimak diskusi yang berlangsung.

Ternyata, tidak sekali itu saja akun @_TNIAU memberi jawaban yang nyeleneh dan kocak atas ragam pertanyaan yang disampaikan oleh netizen. Pada satu kesempatan, akun ini menimpali pertanyaan calon pendaftar yang tidak memenuhi kualifikasi penerimaan calon prajurit TNI AU.

“Anda tidak gemuk, tapi kurang tinggi saja!” kira-kira seperti itu jawaban kocak yang diberikan menanggapi pertanyaan salah seorang calon pendaftar yang memiliki kelebihan berat badan. Di lain kesempatan, bahkan akun ini mampu menjawab pertanyaan nyeleneh dengan serius tapi tetap santai, terutama mengenai komponen pesawat udara dan ilmu dasar penerbangan.

Ternyata, bukan jawaban kocak dan nyeleneh saja, tapi akun @_TNIAU juga sangat responsif atas laporan dari para follower-nya. Pernah akhir Maret lalu netizen melaporkan dugaan penerobosan sistem lalu lintas satu arah di Kawasan Puncak oleh rombongan TNI AU. Dalam hitungan jam, laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dan diberikan klarifikasi. Bahkan, beberapa kali akun ini juga mengklarifikasi pemberitaan media massa, dan sesekali menimpali komentar para tokoh bangsa terkait isu di Angkatan Udara.

Inovasi yang berani

Respon positif akun @_TNIAU atas banyaknya pertanyaan dan pernyataan dari para follower-nya seakan menjadi tanda bahwa penerapan strategi komunikasi sudah dilakukan dengan baik. Setidaknya, hingga awal April ini sudah 83 ribu orang lebih yang follow akun tersebut dan semakin hari terus bertambah. Bahkan, selama Maret hingga April ini saja, sudah lebih dari sepuluh media massa nasional mengangkat berita tentang hal ini.

Capaian yang baik ini tentu tidak bisa lepas dari kerja keras tim DISPENAU yang berada di belakangnya. Keberanian dalam menerapkan inovasi telah membuahkan hasil yang cukup membanggakan. Tidak sedikit pengakuan dari pengguna twitter bahwa keberadaan akun ini telah mengikis kekakuan dan citra negatif yang melekat pada tentara.

Lantas, kenapa baru sekarang akun ini menuai perhatian besar, padahal sudah dibuat sejak 2012 silam?

Jawabannya sederhana, bahwa akun ini menjadi fenomenal karena ada perubahan yang lebih baik melalui serangkaian inovasi yang terencana. Walau sudah dibentuk sejak 2012 silam, namun akun @_TNIAU mulai menggeliat sejak Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto dilantik untuk memimpin DISPENAU pada awal 2015 silam.

Melalui wawancara di beberapa media, Dwi mengakui bahwa ia merancang pengelolaan media sosial TNI AU untuk lebih dekat dengan masyarakat. Bahkan, secara khusus Dwi menunjuk orang-orang tertentu untuk menjadi admin atau pengelola akun media sosial tersebut. Kuncinya, berkomunikasi dengan santai, kekinian, tapi tetap santun dan informatif.

Kunci Sukses Inovasi Digital Media TNI AU

Lalu, apa yang membuat strategi inovasi di bidang digital media TNI AU ini berhasil? Inovasi membutuhkan perencanaan, pengelolaan, dan eksekusi yang baik. Dan, sepertinya hal itu sudah dilakukan oleh tim DISPENAU. Setidaknya, ada beberapa poin penting yang menjadi kunci sukses inovasi tersebut.

Right man on the right position

Penempatan admin atau pengelola menjadi kunci sukses utama dalam inovasi digital media. Dari kicauan yang disampaikan, tergambar jelas bahwa admin @_TNIAU bukanlah orang sembarangan. Lihat saja ketika memberikan jawaban, walau terkadang kocak dan nyeleneh, tapi informasi yang disampaikan tetap akurat. Bahkan, untuk beberapa pertanyaan penting terkait istilah penerbangan, teknis pesawat udara, dan juga pemahaman kemiliteran, jawaban tepat mampu diberikan dalam waktu yang singkat. Hal ini menandakan bahwa tiap jawaban direspon secara langsung, dan tentu hanya orang yang paham tentang banyak hal terkait TNI AU yang bisa menjawabnya.

Santai namun tetap Informatif

Terkadang, untuk menjadi lucu orang seringkali menggunakan kejelekan fisik atau bahkan bullying terhadap orang lain. Namun, lucu versi lain adalah kemampuan untuk menghibur dengan ucapan nyeleneh, kiasan, atau bahkan perumpamaan tapi tetap santun dan informatif. Lucu versi inilah yang dilakukan oleh akun @_TNIAU. Walau terkadang membalas pertanyaan dengan jawaban yang nyeleneh, bercanda, dan ngaco, tapi upaya untuk tetap santun dan informatif dalam konteks yang tepat selalu dijunjung tinggi.

Responsif

Sebuah akun sosial media yang baik tentu harus mampu merespon pertanyaan atau pernyataan dari para pengikutnya. Tidak hanya terkait topik serius, keberagaman follower juga memberi dampak atas keberagaman kualitas pertanyaan dan pernyataan. Di sinilah tingkat responsiveness seorang admin diuji. Kemampuan menganalisis dan menetapkan prioritas harus dilakukan dengan cepat.

Namun, akun media sosial yang baik tentu harus mampu bersikap adil atas respon yang diberikan. Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas sang admin untuk memberikan respon yang beragam sesuai kualitas pertanyaan dan pernyataan. Hal ini yang telah dilakukan oleh @_TNIAU dengan baik. Dari topik serius hingga nyeleneh ditanggapi beragam sesuai dengan prioritasnya masing-masing. Hal yang paling penting, respon yang diberikan harus cepat dan tepat.

Netizen Engagement

Media sosial adalah media yang menerapkan interaksi dua arah. Keberhasilan interaksi dua arah ini menjadi daya tarik besar bagi para netizen. Interaksi menimbulkan kedekatan, dan hal ini mampu dilakukan dengan baik oleh @_TNIAU. Sentuhan personal dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami menjadi andalannya.

Bukan itu saja, informasi yang uptodate termasuk trend lifestyle yang sedang berkembang juga tak luput dari pantauan. Upaya ini menjadikan interaksi akun @_TNIAU dengan follower-­nya menjadi lebih hidup dan memiliki unsur kedekatan. Netizen engagement ini menjadi kekuatan yang telah dibangun dan dikelola dengan baik oleh akun @_TNIAU.

Online to Offline

Walau berkembang di dunia maya, sebuah akun organisasi sebaiknya juga membuat kegiatan yang memungkinkan netizen untuk berinteraksi secara nyata. Aktivitas online to offline menjadi salah satu program menarik yang banyak diterapkan oleh beberapa e-commerce. Hal tersebut juga diadaptasi oleh akun @_TNIAU. Melalui momen perayaan HUT TNI AU yang ke-70 yang lalu, pihak DISPENAU mengundang netizen untuk hadir pada perayaan ulang tahun TNI AU yang dipusatkan di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma.

Tidak itu saja, di beberapa pangkalan udara lainnya juga dibuat kegiatan serupa yang memungkinkan masyarakat umum untuk menyaksikan secara langsung aktivitas para prajurit dengan pesawat tempur andalannya. Aktivitas online to offline seperti ini semakin meneguhkan netizen engagement yang telah dibangun dengan baik.

Setidaknya, kita patut mengapresiasi langkah inovasi yang telah dilakukan oleh TNI AU untuk benar-benar mewujudkan revolusi mental di tubuh TNI. Melalui akun media sosial yang ditangani, TNI AU telah mampu maju selangkah untuk lebih mendekatkan tentara dengan masyarakat. Bravo dan Dirgahayu TNI AU!

Oleh: Noveri Maulana M.M.Faculty Member PPM School of Management

*Tulisan juga dimuat majalah PAJAK volume XXVII, 2016. hlm. 40-41

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s