Pemimpin Kunci Transformasi

the leaderBaru-baru ini beberapa lurah dan ketua RT di wilayah Jakarta ‘mogok’ dan menentang penggunaan aplikasi Qlue yang dicanangkan oleh Ahok untuk membantu para aparatur pemerintahan DKI Jakarta bekerja dengan lebih baik dalam melayani warganya.

Aplikasi ini adalah salah satu langkah menuju Jakarta Smart City, dimana warga Jakarta dapat melaporkan keluhan ataupun temuannya untuk segera ditindaklanjuti oleh aparat terkait.  Warga senang, namun aparat tampak kurang senang. Pro dan kontra seperti ini bukan pertama kalinya dialami Ahok dalam melakukan perubahan untuk menjadikan DKI Jakarta sebagai tempat yang lebih baik untuk warganya. Hal ini ternyata juga dialami oleh beberapa pemimpin organisasi dalam upaya mereka membawa organisasinya menjadi lebih baik.

Sebuah organisasi dituntut untuk dapat mempertahankan keberadaannya, bukan hanya menjadi organisasi yang stagnan tetapi terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.  Dalam upayanya tersebut, sebuah organisasi harus mampu mengikuti perubahan lingkungan yang sedemikian cepat dan melakukan penyesuaian. Proses inilah yang disebut transformasi organisasi.

Transformasi organisasi kadangkala dilakukan secara radikal yang menyebabkan berubahnya target pasar, model bisnis sampai berubahnya rencana strategis karena dianggap sudah tidak cocok lagi bagi keberlangsungan organisasi.  Proses transformasi seperti ini seringkali mendatangkan pro dan kontra karena dalam implementasinya melibatkan pula perubahan paradigma dari para pelaksana transformasi tersebut.

Perubahan paradigma ini lebih banyak mendatangkan kontra karena menuntut dan menarik ‘paksa’ para penghuni zona nyaman untuk keluar dari zonanya.  Perubahan paradigma ini menjadi pekerjaan rumah yang menantang bagi para pemimpin organisasi, dan biasanya menjadi prioritas utama bagi mereka untuk diselesaikan.

Dalam prosesnya, ada organisasi yang setelah berdarah-darah akhirnya berhasil bertransformasi dan menjadi organisasi yang unggul.  Namun ada juga yang belum berhasil dan bahkan secara perlahan meredup dan mundur dari arena pertempuran. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Dari banyak proses transformasi yang sukses, ternyata kunci utamanya adalah keberadaan seorang pemimpin yang kuat.  Tidak sembarang pemimpin yang dapat mengawal proses transformasi dengan baik dan akhirnya sukses.  Ada beberapa karakteristik utama yang harus dimilikinya, yaitu:

1. Visioner

Seorang pemimpin transformasional harus memiliki visi yang jelas serta mampu membangkitkan antusiasme dan optimisme yang tinggi dari bawahannya untuk secara bersama-sama mencapai visi tersebut.

2. Berorientasi strategis

Lingkungan eksternal yang dinamis menuntut seorang pemimpin transformasional memiliki kemampuan untuk memahami secara komprehensif terkait berbagai hal yang mempengaruhi arah strategis perusahaan. Satu hal lainnya terkait orientasi strategis, seorang pemimpin transformasional juga harus memiliki keberanian mengambil risiko dan bisa memastikan keputusan dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

3. Kolaborator

Seorang pemimpin transformasional diharapkan dapat berkolaborasi dengan internal maupun dengan jejaring eksternal untuk memperlancar proses transformasi.

4. Memberdayakan tim

Proses transformasi paling banyak melibatkan unsur manusia didalamnya, sehingga kemampuan untuk mendekatkan diri dengan karyawan menjadi salah satu yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin transformasional. Ia juga haruslah menjadi orang yang memiliki dan menerapkan standar yang tinggi, sekaligus percaya dan mampu memotivasi orang-orang sekitarnya untuk dapat mencapai standar tersebut.

5. Pemimpin perubahan

Proses mengubah paradigma karyawan dalam proses transformasi merupakan tahapan yang paling menantang bagi seorang pemimpin, sehingga pemimpin transformasional bukan saja dituntut sekedar menjadi panutan tetapi juga harus memberikan oksigen (memberikan spirit) untuk bawahannya.

Apakah Anda ingin proses transformasi di organisasi berlangsung dengan baik? Silakan lakukan penilaian terhadap diri sendiri. Sudahkan Anda memiliki 5 (lima) karakter diatas?

Oleh : Diana Permata Sari M.M.Marketing Diagnostic Expert | PPM Research and Consulting

Tulisan ini dimuat di majalah BUMN Track No. 104, Juni 2016, p. 89

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s