The Silent Epidemic: Workplace Bullying

Akhir-akhir ini banyak beredar secara viral mengenai  tindakan bullying atau perisakan di sekolah-sekolah yang dilakukan oleh para pelajar. Kita sama-sama setuju bahwa tindakan perisakan sangatlah biadab, tidak dibenarkan dan sangat membahayakan kesehatan fisik serta mental anak-anak. Banyak dari kita yang mungkin berpikir bahwa perisakan hanya terjadi di masa kanak-kanak atau remaja, begitu memasuki masa dewasa atau saat bekerja, maka hal tersebut akan berangsur sirna. Apakah memang demikian? Apakah di tempat kerja tidak ada sama sekali perisakan?

Beberapa survei yang dilakukan di Amerika menunjukkan angka perisakan yang cukup tinggi di kalangan para pekerja, dan angka ini terus mengalami peningkatan. Hal ini menjadi bukti bahwa perisakan tidak dimonopoli oleh para pelajar saja, tapi juga dapat terjadi di dunia kerja. Yang dimaksud dengan perisakan di tempat kerja (workplace bullying) adalah perlakuan tidak etis dan tidak menyenangkan dari orang lain yang terjadi berulang kali di tempat kerja. Sebuah tindakan agresif dan tidak rasional yang dilakukan oleh individu atau organisasi terhadap seseorang secara terus menerus.
Continue reading

Branchless Banking di Indonesia: Sebuah Ilusi?

Isu tentang inklusi keuangan telah menjadi bahasan hangat di berbagai forum. Presiden Joko Widodo sendiri telah mengemukakan bahwa per tahun 2019, 75% penduduk Indonesia telah memiliki akses terhadap perbankan, hal itu disampaikannya pada Indonesian Fintech Festival and Conference, menjelang akhir 2016 lalu.

Tingkat inklusi keuangan di Indonesia memang tergolong rendah. Pada tahun 2014, tingkat inklusi keuangan di Indonesia hanya 36%. Padahal negara tetangga dalam kawasan regional Asia Tenggara memiliki tingkat inklusi yang jauh lebih tinggi, seperti Malaysia dan Singapura misalnya, dengan financial inclusion index masing-masing sebesar 81% dan 96%.

Melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), Indonesia telah mencanangkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif guna meningkatkan inklusi keuangan Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan membuat program Layanan Keuangan Digital (LKD) dan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) atau biasa dikenal dengan branchless banking.
Continue reading

Proses Manajemen Risiko

Berdasarkan ISO 31000:2009, proses manajemen risiko merupakan bagian yang penting dari manajemen risiko karena merupakan penerapan atas prinsip dan kerangka kerja manajemen risiko yang telah dibangun. Adapun proses manajemen risiko terdiri atas tiga proses utama, yaitu penetapan konteks, penilaian risiko, dan penanganan risiko.

Penetapan konteks manajemen risiko bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengungkapkan sasaran organisasi, lingkungan dimana sasaran hendak dicapai, stakeholders yang berkepentingan, dan keberagaman kriteria risiko. Hal-hal tersebut akan membantu untuk mengungkapkan dan menilai sifat dan kompleksitas dari risiko.

Penetapan konteks manajemen risiko erat kaitannya dengan melakukan penetapan tujuan, strategi, ruang lingkup dan parameter-parameter lain yang berhubungan dengan proses pengelolaan risiko suatu perusahaan. Proses ini menunjukkan kaitan atau hubungan antara permasalahan hal yang akan dikelola risikonya dengan lingkungan perusahaan (eksternal & internal), proses manajemen risiko, dan ukuran atau kriteria risiko yang hendak dijadikan standar.
Continue reading

Berterimakasihlah

“Kenapa Bud? Muram kali wajah kau?” tanya Johan mengawali pembicaraan dengan logat Bataknya yang kental. Budi tidak langsung menjawab. Dahinya berkerut dan wajahnya makin muram. “Say thank you doesn’t hurt budget, does it?” hanya itu yang ia ucapkan sambil bergegas meninggalkan Johan yang terbengong-bengong memandangi punggung Budi yang berlalu di hadapannya.

Rupanya Budi sedang kecewa karena seseorang tidak pernah mengucapkan terima kasih atas segala jerih payahnya dalam pekerjaan. Mungkin rekan kerja, atasan, atau bawahannya, hanya Budi yang tahu. Johan jadi termenung, apakah ia pernah lupa mengucapkan terima kasih, atau bahkan ia tidak pernah mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sekelilingnya selama ini.
Continue reading