Bitcoin Harus Belajar dari Yongning

Nama Yongning tidak asing bagi penduduk dunia digital. Pria asal Tiongkok ini menjadi salah satu “rooftopper” yang fenomenal melalui aksi panjat gedung dan bangunan pencakar langit. Di jejaring sosialnya (Weibo, media sosial China), pria ini  terkenal dengan aksi nekatnya berpose di puncak ketinggian tanpa perlengkapan standar keamanan. Aksinya selalu ditunggu-tunggu jutaan followers-nya.

Namun sayang, aksi itu kini sudah tidak lagi dapat dinikmati. Yongning meninggal dunia, terjatuh dari ketinggian akibat keputusannya beraksi menantang maut untuk mendapatkan imbalan 550,000 yuan. Aksi Yongning tentu saja memberi pembelajaran bagi kita untuk tidak boleh sedikit pun mengabaikan risiko yang akan dihadapi. Hal sama juga berlaku bagi investor, terutama bagi investor perorangan (individual investor) pemula dalam mencermati setiap keputusan investasi.
Continue reading

Kiat Membangun e-Learning

“e-learning dapat memberikan manfaat yang luar biasa, dapat diakses kapanpun dan di manapun”, “e-learning biayanya murah, tidak perlu lagi biaya akomodasi dan transportasi”, “e-learning ini solusi bagi karyawan di perusahaan kami yang waktunya sangat sibuk”.

Begitulah kiranya pendapat dari beberapa praktisi SDM, khususnya di departemen Training and Development manakala membicarakan pembelajaran online atau lebih dikenal dengan sebutan e-learning yang saat ini model pembelajaran yang digadang-gadang sebagai metode masa depan ini sedang naik daun.

Hal tersebut diyakini benar adanya. Namun demikian, banyak yang masih menganggap bahwa jika ingin mengubah materi pembelajaran tatap muka (pembelajaran tradisional) ke dalam pembelajaran e-learning mudah saja, tinggal memindahkan semua konten yang berupa berkas powerpoint, bahan bacaan, video, studi kasus dan materi lainnya ke dalam Learning Management System (LMS), dan pekerjaan tersebut pun selesai.
Continue reading

Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Hub Asia Tenggara

Berlabuhnya kapal CMA-CGM Otello di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun lalu, menjadi pertanda layanan jasa angkut peti kemas dari Tanjung Priok, Indonesia menuju West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat telah dimulai. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut langsung kedatangan kapal tersebut.

Sejatinya hal ini menunjukkan dua perkara, yaitu membuka jalur kapal langsung antara Amerika dan Indonesia tanpa melalui Singapura, dan sebagai permulaan singgahnya kapal-kapal ukuran besar di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok.

Efeknya adalah waktu tempuh berkurang dari 30 hari menjadi 23 hari karena tidak berlabuh di Singapura. JICT sendiri saat ini dapat disinggahi kapal dengan kapasitas 10.000 TEUs dengan kedalaman laut minus 14 meter dan akan dilanjutkan sampai kedalaman minus 16 meter. CMA-CGM Otello sendiri memiliki kapasitas hingga 8.238 TEUs.
Continue reading

Cepatnya Pasar Saham Merespons Informasi

Ada sebuah artikel di suatu surat kabar ekonomi dengan judul, “Ada apakah dengan Dirimu, AISA?” hal ini membuat saya tersenyum, lalu tertarik untuk membaca lebih jauh. Siapakah AISA itu? kok bisa ya dia masuk dalam surat kabar ekonomi?

AISA atau lebih sering kita kenal sebagai PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. pada awal 2017 lalu tersandung masalah divestasi di bisnis berasnya. Imbasnya adalah merosotnya harga saham AISA hingga masuk dalam zona merah. Per 4 Desember 2017 ini, harga saham AISA berada di level Rp540 per saham dan dalam tiga bulan terakhir saham AISA turun hingga 47,83%. Apakah sebegitu cepatnya pasar saham merespons suatu informasi dan kinerja suatu perusahaan?
Continue reading

Red Flag: Penyalahgunaan Jabatan dan Wewenang

Desember, akhir tahun yang diselimuti badai angin dan hujan. Cuaca akhir tahun yang tidak bersahabat membawa penulis merenung menyoal mengapa orang bisa menjadi tidak jujur. Sejurus kemudian muncul pertanyaan, siapa sih akar kecurangan dalam suatu organisasi? Sebesar apa power bargaining-nya dalam organisasi tersebut?

Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan itu, awal Desember ini hampir di semua headline news memberitakan mengenai “Peran Gubernur Jambi Zumi Zola terkait suap memuluskan pengesahan Rancangan APBD Jambi 2018”. Berita tersebut membuat penulis semakin berpikir, apakah memang hanya orang-orang tertentu dengan jabatan tertentu saja yang bisa melakukan tindak kecurangan dalam suatu organisasi?

Jika melihat dari pelbagai kasus kecurangan, memang pelaku kecurangan ialah orang-orang yang memiliki kapabilitas besar, baik dalam kapabilitas melakukan, maupun mengendalikan organisasi. Dengan kapabilitas yang besar tersebut pelaku cenderung menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya dalam melakukan tindak kecurangan dengan memanfaatkan beberapa faktor, seperti: akses, kemampuan, dan waktu yang tersedia untuk merencanakan dan tentu saja untuk melaksanakannya.

Sungguh ironis, disaat organisasi bersusah payah bertransformasi menuju kinerja yang lebih baik, di sisi lain ada orang-orang dengan kapabilitas dan bargaining power-nya sedang merusak tatanan organisasi.

Lalu bagaimana kita bisa mengenali orang-orang yang mencoba memanfaatkan kapabilitasnya  dalam melakukan tindak kecurangan?
Continue reading