Bertanya pada Diri Sendiri

Mengapa sejak masuk ke era revolusi industri yang ditandai dengan munculnya berbagai media telekomunikasi seperti televisi, radio, telepon, dan sebagainya yang kemudian teknologinya terus berkembang sampai hari ini, tidak ada lagi penemuan besar yang belum pernah ada sebelumnya?

Penemuan yang ada sejak revolusi industri sampai saat ini hanya pengembangan terhadap penemuan besar dari masa sebelumnya, misalnya kecanggihan sistem informasi dan teknologi serta alat elektronik yang terus terjadi sampai saat ini hanyalah pengembangan dari penemuan besar konsep relativitas dan listrik oleh Einstein dan Edison.

Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa orang di jaman “sunyi” sebelum adanya berbagai alat komunikasi seperti Thomas Alfa Edison dan Albert Einstein mampu menemukan penemuan besar yang benar-benar baru? Jawabannya, karena penemu-penemu besar menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk bertanya pada diri sendiri tentang segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya.

Orang-orang yang hidup di zaman modern terlebih di era milenial hampir tidak punya waktu untuk bertanya pada diri sendiri karena waktunya tersita oleh rutinitas dan kompleksitas pekerjaan, berinteraksi di media sosial, atau menikmati kedahsyatan sarana dan fasilitas yang tersedia saat ini.

Metode coaching yang belakangan ini banyak dipelajari oleh para pemimpin dari berbagai perusahaan pada dasarnya memfasilitasi orang untuk bertanya pada dirinya sendiri. Itulah sebabnya mengapa dalam metode coaching tugas utama seorang coach hanya mengajukan pertanyaan, karena pertanyaan yang efektif dari seorang coach akan membuat coachee seolah-olah sedang bertanya pada dirinya sendiri yang kemudian akan menginspirasi coachee pada suatu ide atau solusi.

Ada satu jargon yang sudah lama dikenal, yaitu “the power of kepepet” yang walaupun lahir beberapa kisah lucu dari jargon tersebut tetapi maknanya seseorang dapat melakukan sesuatu yang hampir tidak mungkin dilakukannya dalam situasi normal; ada yang mampu melompati dinding tinggi saat dikejar anjing atau menyelesaikan tugas yang normalnya butuh waktu berhari-hari dalam semalam saat dalam tenggat waktu.

Apa yang terjadi dalam keadaan terdesak sehingga seseorang mampu melakukan sesuatu yang luar biasa? karena dalam keadaan terdesak seseorang bertanya pada dirinya sendiri apa yang harus dilakukan, bagaimana caranya, bagian mana yang dapat dimulai lebih dahulu, dan berbagai pertanyaan lainnya dalam pikiran yang mungkin terjadi hanya sepersekian detik tetapi dapat menghasilkan ide dan solusi yang fantastis.

Dalam waktu yang singkat saja jika seseorang terus bertanya pada diri sendiri dapat menemukan ide luar biasa, bisa dibayangkan betapa luar biasanya ide yang akan dihasilkan jika hal tersebut dilakukan dalam waktu yang lebih lama.

Pemimpin kebanyakan menyibukkan timnya dengan target rutin yang harus dicapai, sehingga timnya tidak punya waktu untuk bertanya pada diri sendiri menyoal cara baru apa yang dapat dilakukan untuk mencapai hasil yang jauh lebih besar. Dalam bukunya “The 4 Diciplines of Execution” FranklinCovey mengatakan, rutinitas itu ibarat angin tornado yang akan selalu menarik dan menggulung seseorang untuk terjebak di dalamnya hingga orang tersebut tidak terpikir tentang hal lain lagi selain rutinitasnya.

Sistem kerja yang virtual maupun ruang kerja yang fleksibel dimana saja, desain ruang kerja yang senyaman mungkin dan kebebasan karyawan mengatur waktu kerja sendiri adalah contoh usaha yang telah dilakukan beberapa perusahaan untuk memfasilitasi karyawannya agar tidak terjebak pada rutinitas.

Sehingga karyawan punya cukup ruang dan waktu untuk bertanya pada diri sendiri apa yang dapat mereka lakukan untuk mengatasi masalah terkait pekerjaannya atau bagaimana meningkatkan motivasi diri dalam bekerja, karena mereka sendiri yang paling tahu jawabannya jika mereka berusaha dan punya banyak kesempatan untuk bertanya pada diri sendiri sehingga mereka akan menghasilkan sesuatu yang bisa jadi belum pernah dibayangkan sebelumnya.

Pemimpin berusaha meningkatkan kompetensi anggota timnya agar banyak tugas yang dapat didelegasikan ke tim, bukan agar tugas pemimpin menjadi lebih ringan, tapi agar pemimpin memiliki waktu lebih banyak untuk bertanya pada diri sendiri perbaikan dan pembaruan apa lagi yang dapat dilakukan dalam tim, semata karena dengan tanggung jawab yang lebih besar pemimpin butuh waktu lebih banyak untuk bertanya pada diri sendiri.

Oleh : Gerald Pasolang, M.M. – Trainer, Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen

*Tulisan ini dimuat di SWA Online, 24 Oktober 2018.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s