Masa Depan “Impact-Investing” di Indonesia

Satu tren baru yang kian digemari kalangan milenial adalah impact-investing. Ini merupakan strategi investasi baru di mana sang investor tidak semata-mata meletakkan orientasi keuntungan dari penanaman modalnya.

Namun sebaliknya, beberapa motif bernada idealis seperti komitmen untuk mengembangkan kewirausahaan, kesejahteraan stakeholder serta gerakan nasionalisme yang bertujuan mengenalkan produk-produk lokal ke ranah global merupakan faktor kuat dalam melakukan investasi.

Harvard Business Review, menulis spirit impact-investing diyakini mewarnai proses investasi di sektor nonprofit dalam tiga sampai lima tahun mendatang. Realitas ini sekaligus membuktikan bahwa kesadaran investor untuk melindungi kepentingan sosial sangatlah tinggi. Lalu bagaimana masa depan semangat ini di Indonesia?

Continue reading

Membangun Budaya e-Learning dalam Organisasi

Menyesuaikan zaman, pola pembelajaran telah bergeser. Online Learning atau pembelajaran daring menghiasi program-program pembelajaran di banyak lembaga  pendidikan. Begitu pula dalam ranah pengembangan karyawan di sebuah perusahaan

Platform learning management system pun dibangun. Ratusan juta perusahaan berinvestasi mengembangkan konten-konten pembelajaran daring (e-learning). Struktur organisasi lengkap dengan sumber daya manusia telah juga telah disediakan untuk melayani para karyawan terhadap metode pelatihan yang baru ini. Namun, hal itu belum menahbiskan bahwa e-learning telah sepenuhnya memenuhi ekspektasi perusahaan dalam upaya pengembangan karyawan.

Begitulah pengalaman salah satu praktisi di departemen sumber daya manusia (SDM). Terlebih khususnya di bagian learning and development mengenai jalan panjang yang ditempuh untuk melakukan salah satu program transformasi di perusahaannya, membangun metode belajar daring.
Continue reading

Keluhan: Pembunuh Produktivitas

Pernahkah Anda mengeluh? Kemungkinan besar kita pasti pernah mengeluh. Keluhan bisa saja tentang sikap atasan yang tidak menyenangkan, kebijakan organisasi yang merugikan karyawan, perilaku klien yang menyebalkan, partner kerja yang tidak kolaboratif, sifat buruk pasangan, atau bahkan mengenai kebobrokan mental bangsa.

Sering kita berkelit bahwa kita tidak mengeluh, tetapi mengekspresikan perasaan atau menyalurkan ‘unek-unek’. Bukankah mengungkapkan apa yang kita rasakan lebih baik daripada memendam rasa dan akhirnya menjadi penyakit? Nah, ini perlu diwaspadai. Ada perbedaan yang tipis antara mengungkapkan perasaan dengan tujuan mencari solusi atau yang sekedar mencari ventilasi emosi semata.
Continue reading

Pentingnya Informasi dalam Manajemen Pariwisata

Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas menyampaikan bahwa pariwisata akan dijadikan sektor utama (leading sector). Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan, pariwisata merupakan penyumbang PDB, Devisa, dan lapangan pekerjaan yang paling mudah dan murah. Pemerintah menetapkan pada tahun 2019, sektor pariwisata mampu menjadi penghasil devisa terbesar, yaitu sekitar 24 miliar dollar AS.  Apakah Indonesia mampu meraih target ini?Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik dan Kemenpar, sektor pariwisata menyumbang devisa terbesar kedua setelah CPO dan migas pada tahun 2016. Melihat pencapaian ini, maka harusnya kita optimistis bahwa sektor Pariwisata mampu mencapai targetnya di tahun 2019.
Continue reading