Berkaca dari Brexit

Referendum di Inggris tahun 2016 menunjukkan 51% suara rakyatnya mendukung keluarnya United Kingdom (UK) dari European Union (EU). Prosesnya dimulai sejak tahun 2017 sampai akhirnya UK benar-benar keluar dari EU pada Maret 2019.

British Exit (Brexit) tidak sekadar isu harga diri Inggris Raya dengan Eropa. Di belakangnya terdapat isu tenaga kerja dan aliran modal. Sebelum Brexit, tenaga kerja dari seluruh Eropa mempunyai kesempatan yang sama dengan warga negara Inggris untuk bekerja di Inggris Raya.

Tingkat pendapatan per kapita Inggris Raya yang lebih tinggi dari EU (US$39.000 berbanding US$33.000 di tahun 2017) tentunya mendorong pekerja Eropa daratan mencari kerja di Inggris. Selain itu, aliran modal, investasi, dan pergerakan barang ekspor impor menjadi terbuka.
Continue reading