Induksi Karyawan: Ibarat Mengasuh Anak

inductionPernahkah melihat anak-anak kecil yang gemar melakukan hal-hal yang lucu? Itu biasa. Tapi apakah pernah melihat atau menyaksikan anak sendiri meniru hal-hal yang dikerjakan orang dewasa? Entah gemar memegang buku, gemar main masak-masakan bagi anak perempuan, atau bahkan menirukan hal buruk semisal menirukan gaya merokok orang dewasa.

Dalam konteks bahasan tersebut, siapakah yang memegang peranan terbesar dalam pembentukan kebiasaan yang dilakukan anak-anak? Tentu jawabannya adalah peran orang tua dan juga peran lingkungan. Seperti yang diketahui, V. Campbell dan R. Obligasi (1982) menyebutkan bahwa kedua hal tersebut masuk ke dalam 5 besar faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan kebiasaan dan karakter anak.
Continue reading

Business Model Canvas: Identifikasi Model Bisnis Wall’s Magnum

magnumSiapa tak kenal dengan es krim? Apalagi produk turunan dari Unilever, yang dikenal dengan Wall’s Magnum. Wall’s Magnum mulai diproduksi dan dipasarkan pada 1987 dengan jenis Original Magnum dan mulai dipasarkan secara menyeluruh pada 1994. Kemudian mulai muncul di Indonesia sejak tahun 2000-an dalam varian es krim dan juga es krim sandwich, diikuti kemunculan produk yoghurt beku di akhir 2002.

Dikarenakan Magnum yang memposisikan produknya sebagai produk yang berkelas premium, pada tahun-tahun itu masyarakat Indonesia masih hanya memasuki tahapan brand awareness terhadap Magnum, belum mencapai tahapan purchase decision untuk produk yang tidak tahan lama dengan harga yang cukup tinggi.
Continue reading

Pengembangan Karyawan: Investasi atau “Kotak Pandora?”

employee developmentDalam  mitologi Yunani, banyak dikenal dewa dan dewi dengan segala kekuatan spesialisnya, yang paling tersohor adalah Zeus, dewa dari segala dewa. Pada suatu masa, Zeus memerintahkan dewa pencipta, Hephaestus, untuk menciptakan sosok wanita pertama, kemudian terciptalah Pandora.

Sebagai hadiah, Zeus memberikan sebuah kotak kepada Pandora, namun melarang keras membukanya dalam kondisi apapun. Seiring berjalannya waktu, Pandora semakin merasa penasaran dengan isi kotak tersebut, hingga sampai pada suatu waktu ia membukanya. Dan yang keluar dari kotak tersebut hanyalah kepulan asap hitam yang langsung menyelimuti seluruh tempat dan membawa penyakit, hingga isi kotak tersebut habis dan menyisakan suatu hal yang baru disadari oleh Pandora, ialah sebuah harapan, yang sebelumnya terkubur paling dalam di bawah kepulan asap penyakit tersebut.

Kisah kotak Pandora tersebut memang tersohor dan menjadi banyak ungkapan dalam kehidupan, terutama yang terkait dengan sebuah bencana, atau kerusakan lainnya. Namun di balik sebuah bencana, masih ada secercah harapan untuk bisa kembali memulai segala hal dari awal dengan baik. Begitu juga jika dikaitkan dengan perusahaan yang ingin menjalankan program pengembangan bagi karyawannya.
Continue reading

Kaderisasi, Untuk Siapa?

kaderisasiAda sebuah ungkapan yang sangat tersohor “kehidupan itu ibarat sebuah roda, kadang di atas, kadang di bawah”. Ungkapan tersebut secara tersirat menggambarkan kedinamisan, pun memberi sebuah peringatan kepada manusia untuk selalu memiliki persiapan dalam menghadapi sebuah perubahan.

Layaknya kehidupan, perjalanan organisasi pun bisa berputar dari yang awalnya bertumbuh dan berkembang, mulai mengalami kesuksesan, namun ada kalanya juga menghadapi tantangan dengan jatuh bangun, bahkan jika tidak dihadapi dengan serius kemungkinan organisasi bisa mati. Fase-fase inilah yang bisa disebut sebagai Organizational Life Cycle (OLC).

Dalam menjalani OLC, sebuah organisasi pasti akan menghadapi beberapa perubahan, baik yang diprediksi maupun yang diluar kendali, atau dalam istilah yang dikemukakan oleh Edgar H. Schein (2010) sebagai Managing the Unmanageable. Di mana banyak kondisi-kondisi tertentu akibat dari state of nature yang tak mampu dikelola secara cepat.
Continue reading

Talent Management A la Sinister 2

sinister

Anda sudah menonton film berjudul Sinister 2? Ya, film sekuel bergenre horor ini cukup menarik minat para penggemar film. Bagaimana tidak, sejak film ini diputar, sudah menggambarkan adegan yang kejam dan mengerikan. Film yang merupakan lanjutan dari pendahulunya, Sinister, menceritakan plot yang hampir sama, dengan tokoh utama yang berbeda. Dengan plot cerita yang bersambung, film ini dirasa cukup membuat penasaran, terutama untuk lebih mengenal dengan sosok hantu utama yang disebut sebagai Bughuul atau Mr. Boogie.

Film ini memang cukup menuai kontroversi, apalagi dari adegan-adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditayangkan selama film diputar, dan ini melibatkan sosok figur anak-anak dalam adegan tersebut. Sebut saja ketika tokoh antagonis, Zach, yang memiliki rasa iri berlebihan terhadap adiknya, Dylan. Apalagi saat melihat kilas balik dari para hantu cilik yang melakukan reka ulang pembunuhan, termasuk adegan Zach yang sedang hendak membakar seluruh anggota keluarganya. Namun siapa sangka, dari banyaknya kontroversi mengenai adegan kekerasan tersebut, ada sisi lain yang bisa dipelajari, yakni belajar dari sosok hantu utama, Bughuul.

Mungkin kita sudah sangat tidak asing dengan istilah Talent Management. Di mana dalam sebuah perusahaan, Talent Management ini dilakukan untuk memetakan karyawan yang berpotensi tinggi dan cocok dengan perusahaan, yang nantinya bisa diberikan pengembangan untuk meneruskan roda bisnis perusahaan. Lalu apa kaitannya dengan sosok Bughuul dalam film Sinister 2 ini?
Continue reading