COVID-19 dan Percepatan Industri 4.0

Social distancing merupakan tindakan memperlebar jarak fisik antar orang. Saat ini jarak satu meter antar orang menjadi acuan aman untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19. Perlakuan tersebut akan meminimalkan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kerumunan atau berkelompok. Beberapa contoh tindakan social distancing adalah bekerja dari rumah, melakukan pembelajaran daring, komunikasi menggunakan media elektronik, dan menghindari kegiatan konferensi atau pertemuan fisik. Beberapa perusahaan dari berbagai industri kemudian melakukan tindakan-tindakan tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, wabah ini akan mengevolusi beberapa cara kerja yang sudah biasa. Banyak perusahaan dipaksa untuk meninggalkan cara kerja tradisional dan memunculkan cara bekerja yang tidak biasa. Dengan adanya wabah, perusahaan akan bekerja dengan minimal pertemuan fisik. Bukan hal yang aneh apabila kondisi tersebut akan diteruskan meskipun wabah sudah selesai.
Continue reading

Theory of Constraint untuk Pembenahan di Masa Depan

Apa sih ukuran keberhasilan kegiatan pembenahan? jawabanya adalah “uang”. Kegiatan pembenahan yang bernilai adalah bila berdampak pada pendapatan atau biaya. Setiap tindakan yang dilakukan semestinya memicu peningkatan pendapatan atau penurunan biaya.

Dalam proses bimbingan pengembangan karyawan suatu perusahaan, penulis bertanya apa yang menjadi sasaran kegiatan pembenahan yang akan dilakukan. Mereka merespons dengan beragam jawaban, kebanyakan berbicara mengenai pengurangan waktu dan peningkatan kualitas. Aspek finansial seakan dilupakan dan tidak menjadi sasaran prioritas dari pembenahan yang mereka akan lakukan.

Ketika ditanya, mereka beralasan perhitungan produktivitas adalah berdasarkan unit produk yang telah dihasilkan dalam kurun waktu tertentu.

Semestinya semua sasaran tindakan pembenahan memiliki perhitungan finansial yang menjadi sasaran utama. Sasaran lain harus sejalan dan mendukung pencapaian perhitungan finansial tersebut dan menjadi sasaran antara. Saat ini sasaran antara cenderung terburu-buru dirumuskan dan abai pada sasaran finansial.

Yang terjadi adalah tindakan pembenahan sesungguhnya merupakan kegiatan rutin belaka dan tidak menyentuh permasalahan uang yang menjadi urat nadi perusahaan. Oleh karena itu, tindakan pembenahan menjadi suatu kegiatan administratif dan tidak mengungkit kemampuan bertahan hidup organisasi.
Continue reading

Saat Aplikasi Mengganti “Freight Forwarder”

Penyedia Jasa Logistik (umum dikenal dengan Third Party Logistics–3PL) merupakan pihak yang melayani kebutuhan pengiriman barang. Bisnis 3PL diperkirakan memiliki rata-rata pertumbuhan sekitar 5–10% di seluruh dunia sampai tahun 2024. Layanan logistik didominasi oleh jasa pengiriman dan penyimpanan barang. Keberadaan mereka diharapkan dapat mengurangi total biaya logistik produk.

Dari beberapa bisnis 3PL, carrier dan freight forwarder merupakan pelaku utama yang melayani kebutuhan pengiriman barang. Carrier berperan sebagai penyedia kapasitas di dalam moda transportasi yang akan digunakan sebagai tempat meletakkan barang sebelum dikirim. Freight forwarder menjadi pihak yang memastikan tersedianya kapasitas di dalam moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan permintaan pengiriman barang.

Peran carrier tidak berubah dari waktu ke waktu namun peran dan tanggung jawab freight forwarder rentan dengan perubahan. Sebelum menjadi 3PL, peran freight forwarder lebih dominan pada kegiatan administrative, saat ini lebih mengarah ke arah stratejik-operasional serta koordinator antar pihak. Saat ini freight forwarder dituntut untuk mengelola pengiriman barang agar berjalan sesuai dengan mutu yang tinggi, waktu yang ketat, dan biaya minimal.

Secara sederhana, freight forwarder merupakan penghubung antara pemilik barang dengan penyedia moda transportasi. Rata-rata keuntungan bersih freight forwarder adalah kurang dari 4% yang diperoleh dari jasa pengiriman barang. Naik atau turunnya pendapatan freight forwarder merupakan dampak dari ketidakpastian permintaan pengiriman.
Continue reading

Kampus Merdeka dan Covid-19

Kampus Merdeka diusung sebagai salah satu upaya mendekatkan ilmu pengetahuan dan keahlian yang didapat di kampus dengan kebutuhan nyata dunia kerja. Dalam manajemen operasi, konsep tersebut sesuai dengan berpikir Lean.

Harus diakui bahwa Covid-19 membawa suatu kesadaran perlunya metode pembelajaran yang inovatif dan proses belajar mengajar tidak harus terpaku pada fisik dan lokasi. Dosen dan mahasiswa perlu bermitra dengan konektivitas jaringan sehingga tidak lagi gagap teknologi. Tanpa campur tangan Covid-19 pembentukan mindset butuh waktu yang lebih lama.
Continue reading

Seandainya Tidak Ada Lagi Rencana Pembenahan Logistik

Kegiatan logistik awalnya dikenalkan di bidang ketentaraan. Kelancaran pasokan akan tentara, senjata dan konsumsi dapat menentukan kemenangan salah satu pihak.

Saat ini kinerja logistik menjadi penentu kemenangan berkompetisi di dunia bisnis. Logistik masuk dalam ranah stratejik untuk menimbulkan keunggulan bersaing.

Tidak hanya lingkup perusahaan, antar negara juga telah berlomba memberikan kinerja logistik terbaiknya. Pembenahan kinerja logistik seakan menjadi program kerja wajib dalam suatu pemerintahan melalui penyediaan sarana, prasarana dan infrastruktur.
Continue reading

Mengelola Risiko Sebagai Dasar Bertindak

take risk“To every Action there is always opposed an equal Reaction” – Isaac Newton.

Ada yang menganalogikan risiko sebagai bayangan. Namun bagaimana bila kita berada di ruangan yang sangat gelap sehingga tidak membentuk bayangan apakah itu sama artinya jika berada dalam suatu kondisi yang serba sulit untuk mengumpulkan data maka berarti tidak ada risiko? Apakah mungkin aspek risiko dihilangkan? Berdasarkan uraian di atas semestinya risiko tidak akan pernah hilang.

Sepertinya akan lebih tepat jika kita katakan setiap ada pergerakan baik eksternal maupun internal maka akan timbul risiko. Berhubungan dengan keuangan maka risiko akan timbul berdasarkan pergerakan harga saham, kurs mata uang, komoditi dan lain sebagainya. Jadi pada dasarnya risiko timbul karena ada pergerakan.
Continue reading

Penggunaan Outsourcing = Masalah?

Akhir-akhir ini istilah outsourcing menjadi topik yang sering dibicarakan. Namun menjadi isue hangat pada saat May Day, atau yang kita kenal dengan Hari Buruh, dimana buruh beramai-ramai menentang penggunaan outsourcing karena dianggap tidak sesuai dengan kemanusiaan.

Sebelum terjerumus dengan perdebatan panjang maka sebaiknya secara bersama memahami dulu apa itu outsourcing. Outsourcing secara umum dapat diartikan sebagai proses memperkerjakan pihak ketiga dengan suatu bentuk kontrak.

Dalam bukunya, Sukses Implementasi Outsourcing, Iftida Yasar menyebutkan bahwa outsourcing adalah penyerahan kegiatan perusahaan baik sebagian ataupun secara menyeluruh kepada pihak lain yang tertuang dalam kontrak perjanjian.
Continue reading

Berpikir Sistemik

Beberapa waktu lalu saat sedang mendampingi sosialisasi penerapan sistem baru di sebuah organisasi, ada suatu pertanyaan dari peserta yang cukup menarik. Kenapa seakan masalah selalu kembali muncul padahal sudah diselesaikan secara internal bahkan hingga menggunakan jasa konsultansi eksternal.

Permasalahan tidak pernah selesai sampai akhirnya organisasi berada pada suatu kondisi tidak lagi tertarik untuk melakukan perbaikan dan lebih pasrah menerima kondisi yang ada.

Kondisi tersebut sering terjadi. Organisasi selalu dihujani dengan bermacam masalah. Hal yang perlu dipertanyakan adalah apakah yang selama ini diperbaiki memang dibutuhkan oleh organisasi? Atau yang diperbaiki hanyalah yang dipermukaan sementara masalah besar tidak tersentuh karena tertutup oleh hal-hal lain?
Continue reading