Senjang Kompetensi Calon Direksi BUMN

direksi bumn
Dengan sistem Fit and Proper Test yang sekarang diterapkan dalam pemilihan Direktur BUMN, maka lulus uji kompetensi menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. Terdapat 12 kompetensi utama yang selama ini dipakai oleh Kementerian BUMN, yaitu aligning performance for success, visionary leadership, customer focus, change leadership, strategic orientation, innovation and creativity, driving execution, empowering, business acumen, building business partnership, enthusiastic, dan integrity.

Dari hasil riset yang dilakukan PPM Manajemen terhadap hasil uji kompetensi tahun 2012-2015, ditemukan 4 kompetensi dengan senjang terbesar, yaitu aligning performance for success (senjang 74%), visionary leadership (senjang 72%), customer focus (senjang 68%), dan change leadership (senjang 68%). Angka yang cukup fantastis sebenarnya sehingga bisa dikatakan terjadi darurat kompetensi pada calon pemimpin BUMN, khususnya pada kompetensi yang terkait dengan kepemimpinan dan manajemen.
Continue reading

PSO dalam Payung Revolusi Mental

reman_jokowiSaya pernah harus mengaku miskin di Amerika, ketika menjadi pembelajar di sana. Maklumlah, beasiswa yang diberikan pas-pasan, bahkan sangat ngepas.

Dengan berbekal beasiswa 700 USD per bulan, bagi masyarakat Amerika, itu masih tergolong miskin. Kenyataannya memang begitu. Wong, bayar sewa tempat tinggal saja sudah habis 500 USD, bisa dibayangkan jika ditambah kebutuhan lainnya.

Namun pemerintah Amerika menyiapkan berbagai kemudahan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakatnya. Listrik, gas, air, transportasi, kesehatan, pendidikan dan makanan menjadi kebutuhan dasar yang dapat diperoleh oleh siapa pun dengan harga terjangkau.

Yang patut dicontoh adalah cara pemberiannya yang selalu berprinsip selektif, yakni hanya diberikan pada orang yang betul-betul patut mendapatkan, dan mendidik, dalam arti menerima bantuan haruslah diletakkan dalam konteks keterpaksaan, yang tetap perlu usaha untuk mendapatkannya sehingga akan lebih baik kalau tidak menerima.
Continue reading

Engagement

EngagementApa kabarnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) setelah ditinggal Jonan yang didapuk menjadi Menteri Perhubungan, apakah akan kembali ke budaya organisasi yang lama, atau terus melaju dengan budaya baru seperti sekarang yang telah terbukti berhasil mengangkat citra dan kinerja KAI tentu menarik untuk kita lihat.

Sebagai salah seorang pengguna jasa kereta api, saya sedang berharap-harap cemas. Saat ini urusan tingkat keselamatan, ketepatan waktu , dan pengelolaan secara umum pun sudah semakin baik. Yang mengkhawatirkan adalah fakta bahwa, banyak organisasi mengalami pasang surut secara drastis setelah pergantian pemimpin. Lihatlah yang terjadi di Garuda beberapa tahun silam, juga perusahaan sebesar Apple setelah ditinggalkan Steve Jobs.

Lalu apakah yang bisa memastikan suatu keberhasilan bisa terus langgeng? Bisa selalu beradaptasi dengan perubahan lingkungan? Bisa terus bertahan bahkan semakin maju? Jawabannya terletak pada keberhasilan transformasi proses perubahan ke dalam sistem yang kemudian teraktualisasi ke dalam masing-masing insan di perusahaan.
Continue reading

Sense of Urgency

sense of urgency BUMNBak seekor kodok sedang dalam cawan yang dipanaskan, akan terus merasa nyaman dan riang, sampai sadar bahwa air telah mendidih, namun sudah tidak mampu melompat lagi. Tampaknya, itulah yang terjadi dengan pro kontra merger bank BUMN.

Philip Kotter, penulis buku Change Management, yang laris manis dan sudah menjadi buku wajib pembelajar manajemen perubahan, meletakkan “Sense of Urgency” sebagai langkah pertama mengelola perubahan. Tanpa suatu desakan yang kuat, sangat sulit melakukan perubahan.
Continue reading

Optimis Menatap 2015

2015 aisTahun 2015 sudah menggantikan tahun 2014. Sepanjang tahun 2014, berbagai perubahan besar terjadi susul menyusul menerpa iklim usaha. Sebagian besar diantaranya justru kontra produktif. Sebut saja dinamika politik, perebutan kekuasaan yang tidak terlalu mulus, baik legislatif maupun eksekutif.

Kondisi ekonomi dunia juga setali tiga uang, mulai dari Eropa yang belum pulih, Amerika yang maju mundur menyebabkan ekspor terhambat, serta China dan India yang melambat. Akibatnya, defisit perdagangan kita pun tidak terhindarkan.

Ujung-ujungnya Rupiah tertekan, bahkan sudah hampir mencapai 13.000 Rupiah per dolar AS. Nilai yang cukup mendebarkan. Bursa juga bergolak, angka psikologis indeks saham 5.000 menjadi sulit tercapai, meskipun pernah juga sekali-sekali naik di atas 5.200.
Continue reading

Sharing: Transformasi dari Kepemilikan menjadi Akses

bts-axis-xl“Sharing everything,” begitu kata Jeremy Rifkin penulis buku Best Seller The Third Industrial Revolution menulis dalam bukunya yang terakhir The Zero Marginal Cost Society setelah melihat semakin menyebarnya budaya sharing.

Dampak kemajuan teknologi informasi yang begitu luar biasa menyebabkan banyak hal yang tadinya hanya dalam pikiran dan hipotesa akademis para ahli, akhirnya terbukti secara nyata. Fenomena berbagi (sharing) adalah salah satunya.
Continue reading

Core Competencies

core-competency1Core competeny memerlukan proses yang terencana dan terintegrasi dalam kurun waktu panjang. Namun jika dimanfaatkan secara optimal, akan membawa perusahaan berdaya saing tinggi.

Sungguh mengherankan, di antara semakin sesaknya persaingan dalam negeri, akan tetapi terus saja kita melihat pesaing dari luar begitu antusiasnya masuk ke dalam negeri ini.

Tengok bagaimana PT POS Indonesia berjuang menghadapi menurunnya pengiriman dokumen surat, baik dalam dan luar negeri yang berakibat merosotnya pendapatan. Tapi, sementara itu, DHL Express, perusahaan logistik yang dimiliki oleh PT POS-nya Jerman sangat semangat mengembangkan sayapnya di Indonesia.
Continue reading

Global Vision

global visionJika para pemimpin negara sudah bervisi global, pasti kemaslahatan umat manusia jauh lebih penting daripada kepentingan sekelompok orang atau sekelompok negara sekali pun.

Pemimpin sebuah negara haruslah memiliki visi global, begitu kata Sekjen PBB, Ban Ki-moon dalam kunjungan bilateralnya di Nusa Dua Bali. Hampir 200 ribu orang tewas dalam 3,5 tahun terakhir ini di Suriah akibat perbedaan pendapat tajam antara Rusia, Tiongkok, dan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya. Hal yang mungkin tidak akan terjadi jika pemimpin negara telah bervisi global.
Continue reading

Unconscious Competency

Beberapa CEO BUMN yang langganan juara dan sering mendapatkan award atau anugerah, ternyata jika dirunut perjalanan kariernya bisa dibilang mengherankan. Bagaimana tidak, sebut saja Jonan misalnya, Direktur PT KAI ini sebelumnya pernah menjadi banker, pun acapkali pindah pada perusahaan di industri berbeda, namun sukses selalu diraih.

Pula dengan Emirsyah Satar, Dirut PT Garuda Indonesia, awal berkarier malah tidak terkait dalam dunia penerbangan. Coba saja tanyakan kepada mereka, kenapa bisa seperti itu? Barangkali mereka juga akan kesulitan menjawab. Satu yang pasti, bilamana berpindah dari perusahaan ke perusahaan lain dengan industri berbeda, tetap bisa meraih sukses. Ini menunjukkan bahwa dalam diri mereka sudah tertanam kompetensi sebagai pemimpin di alam bawah sadarnya.
Continue reading

Core Value

core valuesKetika kasus Hambalang, kasus peruntukan lahan di wilayah Bogor, dan kasus mega-korupsi lainnya mengemuka, dimana di dalamnya terdapat keterlibatan dunia usaha tak pelak membuat kita menggelengkan kepala sambil membelalakkan mata seraya berujar ”Bagaimana mungkin?” namun itulah kenyataannya.

CEO sebagai pemegang mandat dari pemilik perusahaan harus bertanggung jawab atas keputusan tersebut, dimana hampir dapat dipastikan keptusan tersebut melalui pertimbangan sang CEO.

Lalu, para pembelajarpun bertanya-tanya, apa yang sesungguhnya berkecamuk dalam pikiran seorang CEO ketika mengambil keputusan yang kemudian berdampak terhadap pelanggaran hukum, etika, dan nilai-nilai?
Continue reading