Manajemen Stres di Tempat Kerja

Stres di tempat kerja merupakan hal yang hampir setiap hari dialami oleh para pekerja di kota besar.

Masyarakat pekerja di kota-kota besar, seperti Jakarta sebagian besar merupakan urbanis dan industrialis yang selalu disibukkan dengan deadline penyelesaian tugas, tuntutan peran di tempat kerja yang semakin beragam dan kadang bertentangan satu dengan yang lain, masalah keluarga, beban kerja yang berlebihan, dan masih banyak tantangan lainnya yang membuat stres menjadi suatu faktor yang hampir tidak mungkin untuk dihindari.

Stres di tempat kerja menjadi suatu persoalan yang serius bagi perusahaan karena dapat menurunkan kinerja karyawan dan perusahaan. Sebuah lembaga penelitian terhadap stres di Amerika memperkirakan bahwa stres di tempat kerja menyebabkan para pengusaha di Amerika terpaksa merugi sekitar 300 juta dollar Amerika setiap tahunnya akibat menurunnya produktivitas, serta meningkatnya ketidakhadiran, turnover, konsumsi minuman keras dan biaya pengobatan karyawan.
Continue reading

Kecerdasan Spiritual dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan dan Organisasi

Apa yang dimaksudkan dengan kecerdasan spiritual dan apa bedanya dengan kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosi? IQ, EQ dan SQ adalah tiga istilah yang sudah cukup dikenal,terutama di kalangan praktisi dan spesialis pengembangan sumber daya manusia.

Istilah pertama yaitu Intellectual Quotient atau IQ menggambarkan kapasitas seseorang untuk melakukan kegiatan mental seperti berpikir, mencari penjelasan, dan memecahkan masalah secara logis.

Berdasarkan hasil tes IQ, dapat ditentukan kemampuan seorang karyawan yang terkait dengan angka, kata-kata, visualisasi, daya ingat, penjelasan deduktif induktif, dan kecepatan mempersepsikan sesuatu. Dengan mengetahui dalam hal apa seorang karyawan memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi,maka perusahaan dapat menempatkan karyawan tersebut pada posisi atau pekerjaan yang sesuai.
Continue reading

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi: Sebuah Tren atau Kebutuhan?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesi berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan dan keahlian tertentu, sedangkan Oxford Dictionary mendefinisikannya sebagai pekerjaan yang dibayar, terutama pekerjaan yang membutuhkan pendidikan dan pelatihan lanjutan.

Adapun standar didefinisikan sebagai ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan dan standardisasi merupakan penyesuaian bentuk (ukuran, kualitas) dengan pedoman (standar) yang telah ditetapkan.

Mengapa Perlu Standardisasi Profesi?

Igor Ansoff, pakar manajemen strategi, menyatakan, untuk sukses bersaing dalam kondisi lingkungan yang berubah secara turbulen, suatu organisasi harus memiliki kapabilitas atau kemampuan yang fit terhadap turbulensi lingkungan tersebut. Kapabilitas organisasi ditentukan tiga faktor utama, yaitu profil manajer, kompetensi, dan iklim atau budaya organisasi.
Continue reading

Kekompakan Tim dan Produktivitas Kerja Perlu Dijaga

Kekompakan atau cohesiveness merupakan salah satu perangkat pembentuk perilaku dan kinerja tim. Kekompakan diartikan sebagai derajat saling ketertarikan antar anggota tim yang memotivasi mereka untuk tetap menjadi anggota tim tersebut.Setiap tim berbeda dalam hal penentu tingkat kekompakan.

Ada tim yang menjadi kompak karena ukuran tim kecil sehingga interaksi yang terjadi antar anggota menjadi sangat intensif. Tim lainnya menjadi kompak karena banyak menghabiskan waktu bersama.

Sebagai contoh salah satu tim konsultan dari sebuah lembaga konsultasi manajemen yang menamakan diri mereka ‘kelompok sendok merah’, sebuah plesetan dari istilah kapak merah. Kata sendok digunakan untuk menggambarkan penyebab tim ini menjadi kompak, yaitu dikarenakan setiap anggotanya memiliki hobi sama, yaitu sama-sama suka makan.
Continue reading