Kinerja yang Sesungguhnya

Kinerja dan hasil adalah dua kata yang berbeda makna. Sejatinya kinerja adalah usaha yang dilakukan untuk mencapai hasil. Kebanyakan perusahaan mengukur kinerjanya berdasarkan hasil yang dicapai. Misal, dari total penjualan bulanan atau triwulanan, profit tahunan, atau dari hasil pengembalian suatu investasi.

Inilah contoh dari kinerja; jumlah kunjungan ke klien setiap hari, total produksi harian, jumlah keluhan yang ditindaklanjuti per hari, dan usaha-usaha lain untuk meningkatkan hasil bagi organisasi.

Seperti halnya hasil, kinerja juga perlu diukur dan diberi target sesuai kebutuhan organisasi. Lalu apa akibat fatal bila perusahaan menggunakan ukuran-ukuran hasil untuk mengukur kinerja?
Continue reading

Bertanya pada Diri Sendiri

Mengapa sejak masuk ke era revolusi industri yang ditandai dengan munculnya berbagai media telekomunikasi seperti televisi, radio, telepon, dan sebagainya yang kemudian teknologinya terus berkembang sampai hari ini, tidak ada lagi penemuan besar yang belum pernah ada sebelumnya?

Penemuan yang ada sejak revolusi industri sampai saat ini hanya pengembangan terhadap penemuan besar dari masa sebelumnya, misalnya kecanggihan sistem informasi dan teknologi serta alat elektronik yang terus terjadi sampai saat ini hanyalah pengembangan dari penemuan besar konsep relativitas dan listrik oleh Einstein dan Edison.

Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa orang di jaman “sunyi” sebelum adanya berbagai alat komunikasi seperti Thomas Alfa Edison dan Albert Einstein mampu menemukan penemuan besar yang benar-benar baru? Jawabannya, karena penemu-penemu besar menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk bertanya pada diri sendiri tentang segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya.

Continue reading

Perusahaan Kurang Gizi

Baru-baru ini cukup kaget juga mendengar cerita dari seorang kawan yang mengatakan, dalam tubuh yang secara fisik terlihat baik-baik saja, boleh jadi ada kekurangan gizi yang efeknya mungkin baru akan muncul di kemudian hari atau pada saat usia senja. Kalimat ini tiba-tiba menginspirasi penulis untuk melihat kejadian yang sama pada perusahaan.

Banyak perusahaan saat ini terlihat baik-baik saja, dalam pengertian tidak ada kendala berarti dalam bisnis prosesnya, karyawannya juga bisa bekerja sama dan menunjukkan kinerja yang tinggi, bahkan profit selalu tercapai, namun bisa saja perusahaan tidak menyadari kalau saat ini sedang terjadi kekurangan gizi atau nutrisi.

Arti gizi atau nutrisi dalam Wikipedia adalah unsur yang diperlukan agar sistem tubuh dapat berfungsi normal, bertumbuh, dan sehat. Kalau dalam konteks perusahaan, dapat disebut sebagai faktor keberhasilan kritis yang harus dipenuhi agar pertumbuhan perusahaan dapat sinambung atau dapat disebut juga sebagai faktor yang menentukan hidup matinya perusahaan.

Continue reading

Sudahkah Karyawan Anda Menjadi Pelanggan?

Hampir semua perusahaan mengelompokkan pelanggannya ke dalam beberapa kategori, misalnya pelanggan setia dan pelanggan prioritas. Pertanyaannya adalah, sudahkah karyawan perusahaan menjadi pelanggan setia atau pelanggan prioritas perusahaan itu sendiri?

Google, Apple, dan Telkomsel, adalah contoh perusahaan-perusahaan yang sudah mengalaminya. Bisa dipastikan semua karyawannya menggunakan produk keluaran “sendiri”.

Baik buruknya kualitas produk baik barang maupun jasa suatu perusahaan dapat dilihat dari seberapa banyak karyawannya yang secara spontan dan antusias menggunakan produk perusahaan tersebut, karena karyawan adalah konsumen yang paling tahu kelebihan dan kekurangan produk perusahaannya.

Perusahaan-perusahaan akan berusaha seoptimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan setia atau pelanggan prioritas mereka. Mulai dengan menyediakan ruang pelayanan yang nyaman, fasilitas yang lengkap, sambutan yang menyenangkan dan berbagai penghargaan lain agar pelanggan tersebut merasa bagaikan ‘seorang raja di sebuah hotel bintang lima’.
Continue reading

Nyonya Meneer Masih Berdiri?

Pengadilan Niaga Semarang menjatuhkan vonis pailit kepada Nyonya Meneer yang dua tahun lagi bakal berdiri selama 100 tahun, dan saat ini perusahaan jamu itu dipimpin oleh generasi ketiga, cucu Nyonya Meneer.

Apakah ini berarti Nyonya Meneer tidak mampu menghindari ‘kutukan’ yang sering didengungkan terkait bisnis keluarga?; Generasi pertama merintis, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga menghancurkan’. Dalam pengelolaan bisnis keluarga dapat ditinjau beberapa hal yang memengaruhi keberlanjutan sebuah bisnis keluarga, di antaranya: analisis strategi industri, analisis bisnis, pemilihan suksesor dan pengembangan suksesor, termasuk di dalamnya isu-isu hubungan antar anggota keluarga maupun antara keluarga dengan karyawan.

Dalam penelitiannya, mengenai analisis daya saing, strategi, dan prospek industri jamu di Indonesia tahun 2007, Erni mengungkapkan untuk dapat memenangkan persaingan, setiap pengusaha jamu harus cukup kreatif dan mempunyai strategi dalam meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan penjualan. Karena walaupun persaingan yang terjadi cukup ketat dibandingkan sebelumnya, tetapi permintaan pasar masih tetap ada dan cenderung meningkat.  Sehingga usaha jamu masih dapat dikatakan memiliki prospek yang cukup baik.

Strategi usaha yang dapat dilakukan adalah senantiasa melakukan peningkatan kualitas atau mutu jamu, peningkatan kualitas kemasan, dan mencari bahan baku yang murah dan berkualitas baik. Selain itu, dapat juga dilakukan pendekatan atau lobi-lobi untuk perluasan pasar, melakukan promosi yang gencar seperti pengadaan bonus, potongan harga, kemudahan pembayaran, dan yang paling penting adalah membangun loyalitas dan komitmen pada konsumen. Selain promosi yang telah disebutkan di atas, promosi juga dapat dilakukan dengan cara beriklan di media lokal seperti di radio ataupun koran lokal.

Terkait dengan promosi melalui iklan di media sosial, rasanya sudah cukup lama tidak melihat atau mendengar produk-produk Nyonya Meneer ditayangkan di televisi nasional maupun radio lokal.

Nama Nyonya Meneer memang sudah sangat akrab di telinga, terutama yang lahir sebelum tahun 1990, tetapi nama produknya tidak satupun yang saya ingat, PT Nyonya Meneer harus lebih gencar dalam berpromosi sehingga produk jamunya akan lebih dikenal luas oleh masyarakat (Hapsari, Ellok, 2004).

Terdapat tiga lini produk yang dimiliki oleh PT Nyonya Meneer Semarang, yaitu: jamu untuk wanita, jamu untuk pria, jamu untuk perawatan dan penyembuhan. Guna memperpanjang lini produk yang ada, maka cara yang dipilih oleh PT Nyonya Meneer Semarang adalah dengan cara mengisi lini produk atau menambah jumlah produk di setiap lini. Namun, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan mengenai strategi pemasaran, strategi terpilih atau yang tepat bagi PT Nyonya Meneer adalah strategi segmentasi. Segmen yang direkomendasikan adalah wanita remaja hingga dewasa dengan pendapatan menengah dan menengah ke atas (Arvianto, 2014).

Perencanaan suksesi pada perusahaan keluarga dapat dapat digambarkan sebagai berikut :

Jika melihat dari beberapa publikasi, Charles Saerang sebagai generasi ketiga sekaligus sebagai penerus pimpinan puncak di Nyonya Meneer, tidak mengalami proses mentoring yang optimal dari sang ayah sebagai pimpinan puncak generasi kedua pada saat itu, ayahnya meninggal tidak lama setelah Charles baru bergabung dalam Nyonya Meneer. Almarhum ayah Charles Saerang sendiri kemungkinan tidak dipersiapkan khusus oleh Nyonya Meneer untuk meneruskan perusahaan karena menurut cerita, sampai akhir hayatnya Nyonya Meneer belum menentukan siapa yang akan memimpin kelanjutan bisnis keluarga ini.

Hubungan antar anggota keluarga juga sempat tidak harmonis, karena sejak generasi kedua terjadi perebutan kekuasaan tertinggi dalam manajemen Nyonya Meneer yang berlanjut sampai generasi ketiga. Diperparah lagi karena ketidakharmonisan ini sampai melibatkan karyawan perusahaan, sehingga sempat terjadi perpecahan antar karyawan dengan manajemen yang berbeda kubu.

Charles Saerang yang memegang pimpinan puncak di Nyonya Meneer pun tidak melewati proses pemilihan suksesor yang seharusnya, karena Charles memperoleh posisi tersebut setelah membeli saham saudara-saudaranya.

Sehingga berdasarkan analisis strategi dan bisnis, serta pemilihan dan pengembangan suksesor, termasuk hubungan antar keluarga dengan karyawan sebagai beberapa komponen penentu keberlanjutan bisnis keluarga, kelihatannya belum diimplementasikan dengan optimal oleh Nyonya Meneer.

Oleh : Gerald Pasolang, M.M. – Trainer, Executive Development Services | PPM Manajemen

Kolaborasi: Tindakan atau Pemikiran?

Hasil riset dari jurnal Harvard Business Review menjelaskan bahwa untuk dapat berkolaborasi dalam tim ternyata tidak cukup hanya dengan menyelaraskan tindakan tetapi juga diperlukan penyelarasan pemikiran.

Dalam riset tersebut dijelaskan lebih lanjut bahwa gaya berpikir suatu organisasi dapat dikelompokkan berdasarkan fokus dan orientasi dengan matriks sebagai berikut:

kolaborasi gps ppm manajemen

Explorer, adalah gaya berpikir yang menghasilkan ide-ide kreatif; Planner, merancang sistem yang efektif; Energizer, yakni menggerakkan tim untuk bertindak; Connector, membangun dan memperkuat hubungan; Expert, mencapai sasaran dan wawasan; Optimizer, meningkatkan produktifitas dan efisiensi; Producer, mencapai penyelesaian dan momentum; Coach,  mengembangkan orang dan potensi.

Berdasarkan uraian di atas kita dapat mengevaluasi gaya berpikir organisasi saat ini seperti apa, sehingga menjadi jelas mengapa masalah tertentu menantang atau membosankan, dan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki hal tersebut agar sasaran organisasi tercapai.
Continue reading

Kontribusi Pemimpin untuk Tim

kontribusi pemimpinAlkisah ada dua pemimpin tim yang ditegur oleh atasannya karena kinerja timnya tidak mencapai target. Pemimpin yang pertama dengan cepat menjawab: “ini karena anggota tim saya tidak bekerja optimal, saya akan peringatkan mereka bahkan kalau mereka masih belum bekerja sesuai harapan, tak segan saya akan pecat mereka.” Sedangkan pemimpin yang satu lagi menjawab: “ini kesalahan saya, saya akan berusaha lebih baik lagi untuk mengembangkan anggota tim sehingga mereka dapat berkinerja sesuai harapan.”

Dari kedua sosok pemimpin tersebut, dapat kita lihat sosok kedua telah menunjukkan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin. Sejatinya kinerja tim mencerminkan kontribusi seorang pemimpin dalam mengembangkan timnya. Semakin besar kinerja tim, berarti semakin besar pula kontribusi seorang pemimpin dalam mengembangkan setiap individu yang ada dalam tim tersebut.
Continue reading