Seni Memimpin dalam Krisis

Organisasi saat ini sering dihadapkan pada kondisi ketidakpastian. Kondisi politik, sosial, teknologi, budaya, lingkungan, serta digitalisasi di berbagai lini usaha menghasilkan perubahan-perubahan yang harus dihadapi organisasi.

Para pimpinan organisasi dan pelaku bisnis berhadapan dengan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Kondisi yang serba tidak pasti ini bisa memberikan efek positif untuk organisasi, disaat organisasi justru mendapatkan keuntungan atau peluang yang bisa dikembangkan bagi sustainability organisaisi. Namun, juga tidak dapat dielakkan ketidakpastian tersebut bisa memberikan efek negatif dan tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Kondisi tersebut pada akhirnya yang dapat memicu krisis dalam organisasi. Coombs (2007) mengartikan krisis sebagai suatu kejadian yang tidak terduga yang dapat menimbulkan ancaman baik dari sisi finansial dan tentunya ancaman bagi reputasi organisasi. Tulisan ini tidak akan membahas lebih detail tentang krisis, tapi bagaimana seorang pemimpin organisasi dapat mengelola krisis guna meminimalisir kerugian dari krisis.
Continue reading

Kunci Menjadi Perusahaan Idaman

Setiap organisasi tentunya menginginkan menjadi perusahaan yang diidamkan oleh karyawannya. Organisasi seperti Pertamina, BRI, Bank Mandiri, BCA, Google, Unilever selalu masuk dalam jajaran perusahan idaman di Indonesia.Dari berbagai survei perusahaan idaman yang dilakukan beberapa lembaga seperti Jobplanet ataupun Jobstreet, ada kesamaan dari responden dalam menentukan faktor-faktor sebuah organisasi menjadi perusahaan idaman, di antaranya fasilitas yang diberikan (gaji dan tunjangan), jenjang karier, budaya dan manajemen perusahaan, keseimbangan kerja (work-life balance) dan efektivitas komunikasi di perusahaan.

Tulisan ini tidak akan membahas semua faktor yang disebutkan, namun akan menyoroti tentang efektivitas komunikasi di organisasi.
Continue reading

Permohonan Maaf yang Efektif Kepada Pelanggan

blue bird app maafBaru-baru ini ketika penulis berselancar di dunia maya, khususnya di media sosial Facebook, penulis melihat foto yang diunduh oleh Blue Bird, perusahaan taksi terbesar di Indonesia, yang menyampaikan permohonan maaf atas belum sempurnanya pengembangan mobile app yang dibuat perusahaan tersebut, seperti tampilan di atas.

Permohonan maaf tersebut membuat penulis berpikir bahwa di era perkembangan teknologi yang sedemikian cepat ini, proses pengelolaan pelanggan pun harus disesuaikan. Di era digital, semua perusahaan berlomba-lomba untuk membuat mobile app dengan tujuan untuk memudahkan pelanggan mengakses dan mendapatkan informasi seputar perusahaan. Namun, secara pribadi, penulis belum pernah menemukan perusahaan yang secara khusus mengakui dan menyatakan bahwa mobile app yang sedang dikembangkannya belum maksimal untuk digunakan oleh pelanggan.
Continue reading

Perlunya CEO Membangun Internal Branding

personal-brandKali ini penulis mengajak memundurkan waktu beberapa tahun kebelakang demi menarik secuplik ilmu, waktu di mana kita semua melihat sosok yang begitu fenomenal kala itu. Tentu ini bukan berarti tiada lagi ilmu yang berkembang dan manfaat serta bisa diserap penulis dan khalayak di masa sekarang, bukankah ilmu itu sendiri tak lekang oleh waktu?

Tentu kita masih ingat ketika jagad dunia maya dihebohkan dengan foto Ignasius Jonan yang kala itu masih menjabat sebagai Dirut PT KAI tertidur pulas di bangku kereta ekonomi saat musim mudik lebaran, pro dan kontra bermunculan menanggapi foto tersebut. Terlepas dari pro dan kontra yang ada, menurut penulis, Jonan merupakan sosok yang memahami bahwa ketika akan melakukan suatu perubahan besar, harus dimulai dari diri sendiri, sebagai CEO.

Sejatinya waktu itu ketika diminta untuk memimpin PT KAI, Jonan dihadapkan pada kondisi perusahaan yang ‘berdarah-darah’ dan mengalami kerugian besar. Tidak dapat disangkal kepiawaian Jonan berperan dalam membalikkan keadaan PT KAI dari rugi besar menjadi untung. Namun ada hal lain yang menurut penulis menjadi faktor kesuksesan Jonan dalam mentransformasi PT KAI, yaitu membangun internal branding.

Kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah branding. Namun kita lebih sering menghubungkan branding dengan produk, iklan dan segala bentuk kegiatan komunikasi eksternal. Lantas, apa itu internal branding sesungguhnya? Apakah menyebarluaskan iklan perusahaan kepada karyawan merupakan kegiatan internal branding?
Continue reading