Manajemen Risiko Lebih Dari Sekadar Identifikasi

Kita sama-sama mengetahui Presiden Jokowi menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Tidak segan-segan, pemerintah mengucurkan dana infrastruktur dari APBN hingga mencapai Rp985,2 triliun dalam tiga tahun terakhir. Kebijakan ini tentu membuka peluang lebar bagi perusahaan, baik swasta maupun BUMN, untuk berkontribusi dalam berbagai proyek pembangunan ini.

Sayangnya beberapa kali kita mendengar kabar tidak sedap mengenai peran swasta dalam menjalankan pembangunan proyek infratruktur. Berita yang masih segar dalam ingatan kita di antaranya adalah ambruknya crane proyek double-double-track (DDT) kereta api di Matraman, Jakarta Pusat, robohnya girder LRT di Utan Kayu hingga jatuhnya crane proyek pembangunan tol Jakarta–Cikampek II (elevated). Maka layaklah muncul pertanyaan dalam benak kita, “Apakah para pelaksana proyek telah menerapkan manajemen risiko sepenuhnya?”

Penerapan manajemen risiko secara menyeluruh, sistematis, dan berkelanjutan dalam suatu entitas diperkenalkan dalam konsep Enterprise Risk Management (ERM). Kesalahan dalam penerapan manajemen risiko umumnya disebabkan karena terdapat proses yang terlewat sehingga mengakibatkan kerugian bagi organisasi.
Continue reading