Fenomena Konsep Manajemen Tungku

bosfriendPertanyaan yang mungkin pertama kali muncul melihat judul di atas adalah apa hubungannya antara manajemen dengan tungku atau pemanas?

Seperti diketahui, bahwa tungku mampu menyebarkan panas ke lingkungan sekitar. Jika kita menggabungkan keduanya, konsep sederhana dari manajemen tungku adalah konsep “yang dekat, yang hangat” dengan kata lain pengelolaan organisasi yang masih berbasis penilaian berdasarkan unsur kedekatan satu sama lain.

Suatu contoh, seorang bawahan dapat dinilai baik atau bahkan sampai promosi karena dekat secara personal dengan atasannya atau sebaliknya penilaian yang diterima karyawan bisa buruk dikarenakan urusan non pekerjaan. Lalu bagaimanakah bagi karyawan yang memiliki talenta dan mampu bekerja secara profesional? Apakah hal tersebut sering terjadi di perusahaan, khususnya di Indonesia? atau kita juga pernah mengalami hal tersebut?
Continue reading

Sesuaikah Gaji Dengan Pekerjaan?

sesuaikah gaji dg pekerjaanPemimpin di perusahaan menerima gaji selangit, mengapa mereka dibayar dengan nilai tinngi? Sepertinya pekerjaan rekan kerja Saya tidak berat, namun mengapa gaji yang diterima lebih besar dibandingkan gaji Saya? Apakah gaji yang saya terima memang sudah sesuai dengan pekerjaan saya? Layakkah saya dibayar dengan gaji saat ini?

Penggajian, topik yang menarik sekaligus sensitif untuk dibicarakan. Masih membekas dibenak kita mengenai pendemo yang menuntut peningkatan UMK, dan fenomena Gen Y yang menjadi salah satu penyebab turnover perusahan menjadi tinggi, dan disinyalir alasannya adalah ketidakcocokan gaji dengan pekerjaan.

Jadi, bagaimana perusahaan menentukan gaji setiap karyawannya?
Continue reading

Kue Cubit dan Kelebihan Bagasi

kue cubitBeberapa tahun belakang, Indonesia merupakan “pasar empuk” bagi produsen dalam maupun luar negeri. Hal tersebut tentunya didukung oleh pola konsumsi dan daya beli masyarakat.

Aktivitas konsumsi bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, melainkan sudah mulai mengarah pada pola konsumtif serta peningkatan kebutuhan tersier diiringi dengan perkembangan “life-style.”

Cukup menarik jika ingin melihat fenomena konsumsi masyarakat Indonesia, menurut hasil survei keyakinan konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), indeks keyakinan konsumen pada Juli 2014 kemarin kembali menguat jika dibanding dengan bulan Juni.
Continue reading

Melongok Pola Konsumsi Masyarakat

Dalam pemenuhan kebutuhan yang sama, terkadang individu melakukan cara-cara yang berbeda. Perbedaan cara untuk memenuhi kebutuhan yang sama ini tergantung dari learning process dan cognitive process yang dialami oleh masing-masing individu tersebut.

Cukup menarik jika ingin melihat fenomena konsumsi masyarakat Indonesia. Menurut hasil survei keyakinan konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), indeks keyakinan konsumen pada Juli 2014 kemarin kembali menguat jika dibanding dengan bulan Juni.

Tercatat Indeks keyakinan konsumen pada Juli 2014 adalah sebesar 119,8 poin, lebih tinggi 3,5 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 116,3 poin, atau tertinggi dalam dua tahun ini. Pola konsumsi masyarakat Indonesia cenderung optimistis dan percaya diri dalam membelanjakan uangnya. Ini mengarah pada pembelanjaan impulse buying.
Continue reading