Pemimpin Transformasional Sukseskan Kinerja Organisasi

pemimpin transformasionalTopik kepemimpinan selalu menjadi topik yang menarik perhatian publik. Hampir setiap saat kita membaca cerita-cerita yang membahas kepemimpinan, baik dari koran, berita on-line maupun televisi.

Biasanya berita-berita tersebut mendiskusikan tentang kepemimpinan tingkat negara, kementerian, lembaga-lembaga negara, provinsi, dan bahkan perusahaan, baik yang berskala internasional maupun nasional.

Berita tersebut menjadi menghangat apabila yang menjadi topik pembicaraannya adalah prilaku pejabat tingkat tinggi, seperti Ignatius Jonan dan Tony Fernandes pada kasus kecelakaan Air Asia QZ 8501 yang lalu.
Continue reading

Kontroversi Seputar Penerapan Sebaran Paksa dalam Pemeringkatan Kinerja

Performance Appraisal (PA) atau Penilaian Kinerja (PK) merupakan bagian dari proses kegiatan pengembangan sumber daya manusia (human resource development), yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan prestasi sumber daya karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut serta kinerja perusahaan itu sendiri.

PK dilakukan setahun sekali pada akhir tahun, atau paling lambat diselesaikan pada triwulan pertama tahun berikutnya. Pada umumnya kegiatan PK ini merupakan waktu dan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh karyawan, namun sekaligus merupakan waktu dan keadaan yang ditakuti dan dikhawatirkan oleh para manajer dan karyawan.

PK ini sangat ditunggu-tunggu mengingat dari hasil kegiatan PK ini, diharapkan karyawan segera memperoleh pembagian jasa produksi atau upah bonus tambahan dari hasil jerih payahnya selama setahun penuh. Namun dilain pihak, kegiatan PK juga merupakan waktu dan keadaan yang ditakuti dan dikhawatirkan, karena dapat menimbulkan ajang kegiatan intrik politik karyawan serta merupakan tekanan & beban bagi para manajer penilai PK dimaksud. Padahal tujuan mulia adanya PK tersebut adalah untuk menilai sejauh mana kontribusi dari karyawan terhadap tercapainya pengembangan usaha perusahaan.
Continue reading

Peran HR di Dalam Transformasi Organisasi: Developing Transformational Leaders

Pada saat ini, hampir semua perusahaan, baik di Indonesia maupun di belahan bumi yang lain, menghadapi 5 (lima) tantangan bisnis yang kritis. Tantangan-tantangan itu terdiri dari:
1. Dampak globalisasi,
2. Peningkatan laba perusahaan,
3. Kemajuan teknologi,
4. Modal khas yang memiliki hak cipta
5. Perubahan dari eksternal perusahaan yang terus-menerus

Untuk mengantisipasi tantangan-tantangan tersebut, perusahaan dituntut untuk mampu mengembangkan kapabilitas dan kekuatan yang baru dari dalam perusahaan, dengan waktu yang cukup singkat. Bagi sebagian besar perusahaan, proses pengembangan tersebut dianggap sebagai suatu proses transformasi yang terus-menerus.

Melakukan proses tranformasi bukanlah suatu tindakan yang luar biasa, namun perusahaan yang bisa melakukan suatu langkah transformasi dan perusahaan tersebut tetap berhasil mempertahankan kinerja, maka hal tersebut merupakan kejadian yang langka.
Continue reading

3 Tantangan Pada Program Pembelajaran Masa Depan

Selama ini, banyak perusahaan melakukan kegiatan pengembangan tanpa ada kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Umumnya, kegiatan pengembangan itu diselenggarakan oleh pemasok yang belum tentu memahami persoalan yang sedang dialami oleh manajemen ataupun sasaran organisasi yang ingin dicapai sehingga para manajer sering mempertanyakan kegunaan atau manfaat dari suatu program pengembangan yang dilaksanakan oleh fungsi pengembangan atau learning & development.

Semua pihak dalam organisasi memahami bahwa, kegiatan pengembangan haruslah berdampak positif walaupun terkadang tidak bisa diukur dampak keberhasilannya terhadap organisasi. Dahulu, fungsi pengembangan atau learning & development memiliki banyak waktu untuk mendisain suatu kurikulum program pengembangan, dimana kurikulum tersebut mewakili adanya kebutuhan pengetahuan yang dibutuhkan dari kegiatan operasional kerja sehari-hari.

Pada waktu itu, di beberapa perusahaan fungsi pengembangan atau learning & development biasanya bukan merupakan bagian dari tanggung jawab manajer lini sehari-hari. Saat itu, peranan pengembangan atau pembelajaran, semata-mata merupakan “building capacity”, yang memberikan kepada karyawan, suatu pengetahuan dan keahlian yang “just in-case” bisa digunakan di waktu-waktu tertentu di masa mendatang.
Continue reading

Mengenal Siapa Itu Generasi Y?

GenY2Siapa itu Generasi Y

Generasi Y, yang biasanya juga disebut sebagai generasi millenium, merupakan generasi yang muncul setelah Generasi X. Ungkapan Generasi Y itu mulai dipakai pada editorial koran besar di Amerika Serikat bulan Agustus tahun 1993.

Pada saat itu editor koran tersebut sedang membahas para remaja yang pada saat itu baru berumur 12–13 tahun, namun memiliki perilaku yang berbeda dengan Generasi X. Kemudian perusahaan-perusahaan pada saat itu mulai mengelompokan anak-anak yang lahir setelah tahun 1980-an sebagai anak-anak Generasi Y.

Hingga saat ini, apabila kita membaca berbagai literatur yang mendiskusikan tentang Generasi Y, tidak pernah ada suatu kesepakatan kapan generasi ini dimulai. Sebahagian literatur menetapkan bahwa mereka adalah generasi yang lahir di awal tahun 1980-an, namun banyak juga literatur yang menetapkan bahwa generasi ini lahir di awal, di tengah bahkan di akhir 1990-an.
Continue reading

Will HR Department Be Necessary in The Future?

https://i2.wp.com/www.evetahmincioglu.com/web/blog/wp-content/uploads/2012/03/human_resources.jpgAt the end of December 2007, a multinational company in Jakarta invited me to be a resource person in a discussion on senior managers’ roles in managing people — particularly regarding their role in achieving the best results in managing human resources for their companies.

The flow of discussion was rather stagnant because all participants had a similar opinion about the function of HR, that is, that the function should be managed only by an HR department.

In their opinion, if a non-HR unit also had the responsibility of executing the HR process, what exactly would be the HR department’s function within the company and would the company need an HR department in the future?
Continue reading

Terobosan: Menjadi Kreatif dan Inovatif untuk Keberlangsungan Perusahaan

Perusahaan yang gagal dalam berinovasi akan semakin terpukul dengan pesaing yang memahami nilai dari proses pengembangan dan pembaruan. Sukses yang berkelanjutan berarti pengembangan yang berkesinambungan dengan tetap bersikap kompetitif.

Untuk tetap unggul perusahaan harus terus menciptakan produk baru, pelayanan baru dan cara baru dalam melakukan pekerjaan. Salah satu  cara yang dapat ditempuh adalah  dengan menciptakan terobosan dari kalangan karyawan. Sayangnya, bukan hal mudah untuk mendorong karyawan untuk mewujudkan tujuan yang diidamkan.

Kenyataan ini diperkuat dengan hasil penelitian bersama yang dilakukan oleh PPM Manajemen dan Lead Pro, dari 21.000 pekerja, bakat untuk menghasilkan ide, visi jauh ke depan dan pemikiran strategis, yang merupakan komponen yang diperlukan untuk menciptakan terobosan, juga tidak dimiliki oleh orang Indonesia.
Continue reading