Berkiblat pada Pasar

Dalam ilmu manajemen pemasaran kita mengenal konsep orientasi pasar. Sebenarnya konsep ini merupakan bagian dari implementasi konsep pemasaran secara menyeluruh dalam organisasi. Maksud kata “menyeluruh” di sini adalah, pemasar tidak hanya melakukan upaya untuk mendapatkan informasi dari pasar, menyebarkan informasi ke pasar, namun juga mengupayakan kemampuan tanggap optimal terhadap informasi pasar tersebut.Orientasi pasar sendiri merupakan hasil dari evolusi paradigma pemasaran. Pada tahap pertama, yang jamak pada zaman industri, perusahaan mengadopsi paradigma orientasi produk (product centric). Perusahaan yang berorientasi produk akan menciptakan produk tanpa mempertimbangkan pasar sasaran.

Seiring perkembangan zaman, paradigma orientasi produk berubah haluan ke orientasi pasar (market centric). Produsen sudah memahami pentingnya mengetahui kebutuhan pasar. Produk yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan pasar sehingga bisa laris manis terjual.

Karena tekanan persaingan, orientasi pasar berubah haluan lagi, ke arah orientasi pelanggan (customer centric). Dalam paradigma ini, perusahaan tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan pasar sebagai kumpulan individu, namun sampai menyasar pada kebutuhan perorangan pelanggan.

Sudah banyak perusahaan yang mengimplementasikan orientasi pasar, Sebut saja Toyota. Toyota mempunyai tiga model mobil yang memiliki orientasi pasar berbeda, Avanza, Innova dan Alphard. Masing-masing dirancang untuk memenuhi kebetuhan kelompok pelanggan tertentu.

Adapun Sosro, juga setali tiga uang sudah menerapkan orientasi pasar. Lihat saja baru-baru ini Sosro meluncurkan teh tawar dalam kemasan botol. Sosro “menciptakan” produk ini bukan tanpa sebab. Sosro menemukan ceruk pasar penyuka teh tidak bergula. Alasannya bisa macam-macam, karena ingin diet, mencegah penyakit, atau memang preferensinya teh tawar.

Lalu apa yang membedakan perusahaan yang belum dan sudah berorientasi pasar? Phillip Kotler menyatakan bahwa perusahaan yang berorientasi pasar sudah mencantumkan pemenuhan kebutuhan pasar di misinya. Pendekatan ini dalam diskusi para ilmuwan pemasar lebih kepada pendekatan berdasar filosofis. Sebagai contoh, Sony tidak hanya membuat produk elektronik semata, namun menawarkan gaya hidup digital, menyentuh “hati” pasar sasarannya yang sudah berbeda generasi.

Sementara itu, perusahan yang belum berorientasi pasar tidak menempatkan pemenuhan kebutuhan pasar sebagai yang utama. Lihat saja Amazon.com menempatkan definisi orientasi pasarnya dengan, “We make the Internet buying experience fast, easy, and enjoyable-we’re the place where you can find and discover anything you want to buy online.” Jadi tidak lagi, “We sell books, videos, CDs, toys, consumer electronics, hardware, housewares, and other products.” yang sangat berorientasi produk.

Satu lagi menyoal orientasi pasar: perubahan keyakinan dan sikap perusahaan sangat penting. Kita ambil contoh produsen sepeda merek Polygon. Perusahaan ini memiliki keyakinan bahwa sepeda bukan sekedar berfungsi sebagai transportasi, namun juga untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masa kini. Sepeda sudah menjadi pemenuhan kebutuhan untuk sport, hiking, untuk perkotaan (city bike). Mereka mendesain sepeda mengikuti selera pasar, beragam pilihan diciptakan atas dasar keberagaman kebutuhan pasar. Hasil sebuah perubahan dalam keyakinan bahwa sepeda tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi belaka. Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa sepeda merek Polygon merupakan produk dalam negeri. Hasil dari sebuah perusahaan lokal. Polygon sudah diekspor ke berbagai negara.

Perubahan keyakinan dan sikap ini juga dapat dilihat dari manajemen Semen Tiga Roda yang mengalami perubahan kebutuhan pasar dan over supply produk sehingga harus memikirkan solusi kreatif untuk memenuhi dan mengatasinya. Diluncurkannya produk RAPI, Rumah Pracetak Indocement, yang diklaim memiliki keunggulan dalam kualitas, ukuran presisi, cepat (proses pemasangan dan penyambungan) dan ramah lingkungan (minim limbah) untuk memenuhi kebutuhan akan rumah cepat dan siap pakai. Manajemen puncak, tim inovasi, dan pemasar berupaya agar produk ini mampu mengurangi kelebihan produksi semen ditengah gempuran semen impor China yang mulai diminati karena harga miringnya.

Menurut R. Best, perusahaan-perusahaan yang sudah berorientasi pasar, keuntungan yang diperoleh akan terjaga, eksistensi perusahaan dalam persaingan di industrinya tetap diakui keberadaannya.

Sejatinya, orientasi pasar perlu berlanjut ke orientasi pelanggan seiring tekanan persaingan yang semakin meningkat dan kebutuhan pasar yang sulit diduga. Tidak cukup mengandalkan pengalaman, namun juga memerlukan dukungan teknologi untuk mewujudkannya. Bukan hanya itu, mengimplementasikan orientasi pasar bukan hanya tugas divisi pemasaran, namun seluruh jajaran perusahaan harus melakukannya. Perusahaan perlu memiliki kemampuan untuk mendengar “suara” dari pasar. Orientasi pasar adalah paradigma yang harus menjadi jiwa dan berpikir seluruh jajaran perusahaan.

Oleh: Pepey Riawati Kurnia, M.M. – Coordinator of Product Development and Management Association (PDMA) Indonesia

*Tulisan ini dimuat di Majalah Manajemen Februari 2018 p. 62-63

Alam Indonesia Penopang Devisa

bromoAlam Indonesia amat terkenal di manca negara. Siapa yang tak tahu Bali, pulau dewata, yang namanya sudah menyebar seantero dunia. Namun, masih banyak tempat lain di nusantara ini yang perlu dinikmati keindahannya dan sejatinya bisa mengangkat daya saing Indonesia dari sisi pariwisata.

Coba tengok perjalanan mulai dari Balikpapan menuju Berau, lalu Tanjung Batu menuju pulau Maratua dan pulau Derawan yang terkenal dengan ubur-uburnya. Infrastruktur, sebut saja bandara di pulau Kalimantan ini, tidak kalah bagusnya dengan bandara di Pulau Jawa. Bandara Balikpapan, yang dahulu bernama Bandar Udara Sepinggan, saat ini berganti nama menjadi Sultan Aji Muhammad Sulaiman, bahkan sudah bertaraf internasional, kategori baru dan futuristik. Merupakan bandar udara kebanggaan PT. Angkasa Pura yang diresmikan pada tahun 2014.

Mengapa Balikpapan berupaya untuk ‘berdandan’? tentu jawabannya tidak jauh-jauh dari keinginan menambah pendapatan sektor pariwisata bagi kesejahteraan rakyat disana. Kepulauan Derawan dengan kumpulan pulau yang memiliki beragam keindahan laut menjadi aset membanggakan, yang seharusnya bisa menghasilkan devisa dan kesejahteraan bagi rakyat di kepulauan tersebut.
Continue reading

Affordable Value Innovations for Emerging Market

emerging marketsInovasi banyak diperbincangkan sejak dulu kala, definisinya pun beragam dilontarkan. Mengacu kepada tulisan Avanti Fontana, inovasi bisa diartikan menciptakan sesuatu yang baru, menghasilkan hanya ide-ide atau alat baru, memperbaiki sesuatu yang sudah ada, menyebarkan ide-ide baru, mengadopsi sesuatu yang baru yang sudah dicoba secara sukses di tempat lain, melakukan sesuatu dengan cara yang baru, mengikuti pasar, melakukan perubahan, menarik orang-orang inovatif atau melihat sesuatu dari perspektif berbeda.

Inovasi pula yang memberikan kontribusi pertumbuhan perekonomian sebuah negara. Pelaku bisnis berupaya melakukan inovasi agar mampu bertahan dalam persaingan industri. Upaya ini semakin meningkat dengan arus globalisasi yang mengubah dinamika ekonomi dunia. Maka lahirlah pasar-pasar baru seperti Asia, Afrika dan Amerika Latin yang merupakan sumber utama pertumbuhan perekonomian dunia.
Continue reading

Manajemen Portofolio Produk untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi

product-portfolioMenjadi pemenang sebuah arena persaingan dalam menyukseskan produk baru perlu didukung dengan kemampuan untuk melakukan manajemen portofolio produk, sehingga setiap proyek produk bisa terkelola dengan baik sesuai dengan tingkat risikonya. Mampu melakukan manajemen portofolio produk merupakan pilar keempat untuk mencapai keberhasilan inovasi.

Seperti yang telah diungkapkan dalam pilar-pilar sebelumnya, perusahaan perlu mengembangkan arena strategis yang tepat untuk menggerakkan bisnis perusahaan, didukung dengan iklim budaya inovatif sehingga ide-ide produk baru bertumbuh subur, sampai dengan proses the state-gate system yang merupakan cetak biru proses pengembangan produk untuk menghasilkan produk baru yang sukses di pasar.
Continue reading

Penciptaan Ide-ide Besar yang Solusional Untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi

whatwedo_mdl3Inovasi yang sukses mengandung arti tidak saja keberhasilan secara ekonomi melainkan juga keberhasilan sosial. Inovasi yang sukses adalah inovasi yang menciptakan nilai lebih besar untuk konsumen, komunitas, dan lingkungan pada saat yang sama. Pemahaman mengenai keberhasilan inovasi ini diutarakan Avanti Fontana dalam bukunya “Innovate We Can!

Menciptakan nilai lebih besar untuk konsumen merupakan hasil kreativitas yang melahirkan ide-ide besar. Sejalan dengan hal ini, pilar ketiga menyatakan bahwa untuk menopang keberhasilan dalam inovasi, perusahaan perlu mengupayakan adanya penciptaan ide-ide besar (blockbuster idea) yang bisa berkontribusi dalam solusi yang dibutuhkan konsumen.

Pilar ketiga memperkuat dua pilar yang sebelumnya, pertama dengan berfokus pada arena pengembangan yang tepat, didukung kompetensi dan kapabilitas perusahaan sehingga menghasilkan keuntungan. Kedua, perlu diciptakan iklim, budaya, serta kepemimpinan organisasi yang mendukung keberhasilan inovasi.
Continue reading

Pentingnya Budaya Korporat & Kepemimpinan Untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi

company-culturePilar keberhasilan pertama untuk mendukung keberhasilan inovasi dapat dilakukan dengan berfokus pada arena pengembangan yang tepat, sesuai dengan kompetensi dan kapabilitas perusahaan sehingga menghasilkan keuntungan.

Pilar kedua yang tidak kalah penting adalah perlunya diciptakan iklim, budaya, serta kepemimpinan organisasi yang mendukung keberhasilan inovasi.

Dalam bukunya Re-Code Your Change DNA, Rhenald Kasali secara jelas mengemukakan definisi budaya organisasi, yang sering disebut sebagai budaya korporat, adalah suatu sistem nilai yang membimbing orang-orang pada suatu institusi untuk berperilaku tertentu.
Continue reading

The Innovation Diamond: 4 Pilar untuk Mencapai Keberhasilan Inovasi

innovation-diamond-modelPerusahaan saling berlomba untuk menjadi perusahaan inovatif guna memenangkan persaingan. Inovasi menjadi tantangan bagi sebagian besar perusahaan. Perusahaan inovatif yang berhasil, berarti penciptaan nilai yang terkandung dalam proses inovasi tersebut mampu menghasilkan manfaat bagi manusia dan lingkungannya.

Ada beberapa definisi tentang inovasi. Salah satunya mendefinisikan inovasi sebagai “creation of a viable new offering”, mengandung pengertian bahwa inovasi lebih dari sekadar invensi, yang paham akan kebutuhan pelanggan, tapi tetap mampu menghasilkan keuntungan bisnis.
Continue reading