Seni Mendelegasi

Atasan melimpahkan pekerjaan tanpa support ataupun arahan yang jelas. Pasti itu kondisi yang kurang nyaman bukan?

Saat Anda berada di posisi leader, bawahan Anda mengharapkan support dan motivasi, serta delegasi pekerjaan dengan clear. Untuk itu, penulis akan membahas menyoal seni mendelegasi dengan efektif.

Menjadi pemimpin dalam suatu unit kerja bukan berarti Anda mengerjakan semuanya A sampai Z. Seiring dengan meningkatnya lingkup pekerjaan dan jabatan karir, Anda tidak akan mampu lagi untuk mengerjakan semua tugas seorang diri. Walaupun tidak semua pekerjaan atasan dapat didelegasikan.

Tuntutan seorang pemimpin semakin tinggi, mendelegasikan pekerjaan secara efektif menjadi hal yang penting dalam organisasi. Seperti ahli mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk mengukur keberhasilan seorang pemimpin adalah bagaimana ia bisa mendelegasikan pekerjaan secara efektif kepada tim. Jadi bukan asal mendelegasi, namun delegasi yang efektif.

Continue reading

Work Ethics, Pentingkah?

Rapat koordinasi pagi itu berjalan dengan suasana menegangkan. Rosi dan Della terlibat suatu percakapan yang sangat alot. Keduanya bersitegang mempertahankan pendapat masing–masing.

“Anda seharusnya merasa terbantu dengan hasil kerja unit kami selama ini. Kita seharusnya bisa bekerja sebagai satu teamwork yang baik, bukan seperti yang selama ini Anda lakukan. Instruksi, instruksi, dan hanya instruksi. Ini target kita bersama!” nada suara Rosi sangat tinggi dan terlihat sangat marah.

“Loh, saya justru pihak yang dirugikan, itu tugas Anda! Seharusnya bisa lebih cepat selesai!” Della membalas dengan nada yang tak kalah tinggi.

Seisi ruangan terdiam, suasana benar–benar panas. Sebuah rapat yang tidak sesuai dengan judulnya “Rapat Koordinasi”, namun di dalamnya tidak terjalin koordinasi.
Continue reading

Berterimakasihlah

“Kenapa Bud? Muram kali wajah kau?” tanya Johan mengawali pembicaraan dengan logat Bataknya yang kental. Budi tidak langsung menjawab. Dahinya berkerut dan wajahnya makin muram. “Say thank you doesn’t hurt budget, does it?” hanya itu yang ia ucapkan sambil bergegas meninggalkan Johan yang terbengong-bengong memandangi punggung Budi yang berlalu di hadapannya.

Rupanya Budi sedang kecewa karena seseorang tidak pernah mengucapkan terima kasih atas segala jerih payahnya dalam pekerjaan. Mungkin rekan kerja, atasan, atau bawahannya, hanya Budi yang tahu. Johan jadi termenung, apakah ia pernah lupa mengucapkan terima kasih, atau bahkan ia tidak pernah mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sekelilingnya selama ini.
Continue reading