Compassionate Leadership dalam Situasi Pandemi

Teringat hasil riset CHCD PPM Manajemen yang menunjukkan bahwa 80% responden mengalami gejala stres dalam musibah Covid-19. Survei dilakukan kepada kurang lebih 2500 responden karyawan dari seluruh Indonesia. Sebagian besar responden, yaitu 59% menyatakan penyebab terbesar stres adalah adanya kekhawatiran mereka akan kesehatan dan keselamatan anggota keluarga dari ganasnya Covid-19.
Continue reading

Tugas Berat Seorang Pemimpin, Menjadi Role Model (2)

Pada artikel sebelumnya (Sindo Weekly No. 40 Tahun VIII), kita sudah membahas tentang pemimpin yang menjadi panutan. Artikel ini seraya menyambung artikel kemarin, kita bahas satu-satu apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin agar menjadi role model yang positif bagi timnya.

WALK THE TALK

Role model yang baik akan menjadi orang pertama yang melakukan apa yang dia harapkan dari anggota timnya. Ia menjalankan tugasnya penuh dengan integritas dan selalu berusaha mengakselerasi semangat anggota tim agar mampu berbuat lebih serta berkontribusi optimal.

Ia juga selalu menjaga konsistensi antara pernyataan dan perilaku. Sebab, saat ia menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak sejalan dengan apa yang sudah diucapkan, kepercayaan sebagai elemen yang sangat kritis di dalam kepemimpinan akan hilang. Alhasil, motivasi tim akan sangat terganggu.
Continue reading

Tugas Berat Seorang Pemimpin, Menjadi Role Model (1)

Apakah tim Anda pernah sulit bergerak? Mereka tidak cekatan, bahkan tidak pernah melakukan apa yang diperintahkan dan perilaku mereka tidak seperti yang Anda dan organisasi harapkan?Jika iya, mungkin karena arahan dari atasan belum tersampaikan dengan jelas dan tidak adanya apresiasi terhadap tim. Bisa jadi mungkin penyebabnya adalah sebagai pemimpin, kita belum menunjukkan sikap dan perilaku sebagai role model yang baik bagi anggota tim. Alhasil mereka tidak memiliki panutan yang dapat ditiru dan dijadikan teladan di organisasi.

Dalam suatu unit kerja, bahkan dalam sebuah organisasi pun, seorang pemimpin memegang peran yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja untuk mencapai sasaran dan target organisasi. Seorang pemimpin dituntut memiliki kemampuan serta kemauan untuk mendorong, menginspirasi, dan memotivasi anggota timnya.
Continue reading

Seni Mendelegasi

Atasan melimpahkan pekerjaan tanpa support ataupun arahan yang jelas. Pasti itu kondisi yang kurang nyaman bukan?

Saat Anda berada di posisi leader, bawahan Anda mengharapkan support dan motivasi, serta delegasi pekerjaan dengan clear. Untuk itu, penulis akan membahas menyoal seni mendelegasi dengan efektif.

Menjadi pemimpin dalam suatu unit kerja bukan berarti Anda mengerjakan semuanya A sampai Z. Seiring dengan meningkatnya lingkup pekerjaan dan jabatan karir, Anda tidak akan mampu lagi untuk mengerjakan semua tugas seorang diri. Walaupun tidak semua pekerjaan atasan dapat didelegasikan.

Tuntutan seorang pemimpin semakin tinggi, mendelegasikan pekerjaan secara efektif menjadi hal yang penting dalam organisasi. Seperti ahli mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk mengukur keberhasilan seorang pemimpin adalah bagaimana ia bisa mendelegasikan pekerjaan secara efektif kepada tim. Jadi bukan asal mendelegasi, namun delegasi yang efektif.

Continue reading

Work Ethics, Pentingkah?

Rapat koordinasi pagi itu berjalan dengan suasana menegangkan. Rosi dan Della terlibat suatu percakapan yang sangat alot. Keduanya bersitegang mempertahankan pendapat masing–masing.

“Anda seharusnya merasa terbantu dengan hasil kerja unit kami selama ini. Kita seharusnya bisa bekerja sebagai satu teamwork yang baik, bukan seperti yang selama ini Anda lakukan. Instruksi, instruksi, dan hanya instruksi. Ini target kita bersama!” nada suara Rosi sangat tinggi dan terlihat sangat marah.

“Loh, saya justru pihak yang dirugikan, itu tugas Anda! Seharusnya bisa lebih cepat selesai!” Della membalas dengan nada yang tak kalah tinggi.

Seisi ruangan terdiam, suasana benar–benar panas. Sebuah rapat yang tidak sesuai dengan judulnya “Rapat Koordinasi”, namun di dalamnya tidak terjalin koordinasi.
Continue reading

Berterimakasihlah

“Kenapa Bud? Muram kali wajah kau?” tanya Johan mengawali pembicaraan dengan logat Bataknya yang kental. Budi tidak langsung menjawab. Dahinya berkerut dan wajahnya makin muram. “Say thank you doesn’t hurt budget, does it?” hanya itu yang ia ucapkan sambil bergegas meninggalkan Johan yang terbengong-bengong memandangi punggung Budi yang berlalu di hadapannya.

Rupanya Budi sedang kecewa karena seseorang tidak pernah mengucapkan terima kasih atas segala jerih payahnya dalam pekerjaan. Mungkin rekan kerja, atasan, atau bawahannya, hanya Budi yang tahu. Johan jadi termenung, apakah ia pernah lupa mengucapkan terima kasih, atau bahkan ia tidak pernah mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sekelilingnya selama ini.
Continue reading