Mempersiapkan Presentasi Bisnis

Kegiatan bisnis saat ini menuntut kita untuk lebih terampil dalam melakukan komunikasi interpersonal. Wawancara, percakapan dengan telepon, melalukan pertemuan atau rapat, dan segala kegiatan komunikasi bisnis mengharuskan kita untuk berhubungan langsung dengan atasan, rekan kerja, bawahan, calon klien dan sebagainya.

Salah satu bentuk komunikasi yang sering dilakukan saat ini adalah presentasi. Presentasi bisnis menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain, memperkenalkan produk baru atau bahkan memperkenalkan perusahaan kita, baik kepada pendengar (audiences) di dalam perusahaan maupun pelanggan atau klien kita.

Ada empat aspek yang menjadi inti dalam presentasi bisnis yaitu sikap dan gaya melakukan presentasi (attitude), pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience) dan persiapan (preparation) yang matang. Di antara ke empat aspek tersebut, persiapan merupakan aspek utama dalam melakukan presentasi bisnis
Continue reading

Menangani Konflik di Tempat Kerja

Syahdan, di suatu ruang kerja PT Maju Terus, Dipo seorang karyawan administrasi tergopoh-gopoh menghampiri Amir seorang staf penjualan yang sedang mengetik. “Mir, saya pinjam komputernya! Pak Rudi menunggu laporan pemasaran bulan ini”. ujar Amir, “Maaf Pak Dipo, saya sedang menyelesaikan laporan penjualan saya dulu, siang ini juga selesai.”

Merasa lebih senior, Dipo mencoba sekali lagi, “Ini penting! Kalau tidak selesai sekarang …wah….kamu tahu kan akibatnya?” Amir tidak kalah sengitnya, “Kok Pak Dipo mengancam saya?” Perselisihan keduanya memang acapkali terjadi. Maklumlah, komputer di bagian pemasaran hanya ada satu. Konflik di antara keduanya sering terjadi.

Cerita di atas bisa terjadi di tempat kerja kita, tidak harus mengenai komputer, bisa saja hal lain seperti tempat duduk, pekerjaan, lembur, absensi dan lain sebagainya. Setiap hari kita selalu dihadapi oleh konflik atau hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik. Apa yang harus dilakukan?
Continue reading

Menjadi Pendengar yang Baik

Menurut sejumlah penelitian, 75% dari seluruh waktu kita digunakan untuk berkomunikasi. Jika kita sekilas mengingat kegiatan di organisasi atau tempat kerja setiap hari: memberi instruksi, memotivasi karyawan, melakukan presentasi, menulis surat, mejawab telepon, menegur bawahan, rapat dsb., merupakan gambaran kegiatan kerja kita akan selalu diliputi oleh komunikasi.

Komunikasi merupakan suatu proses dalam mengirim dan menerima informasi. Jika komunikasi yang kita lakukan berjalan dengan baik maka orang lain akan mengerti apa yang kita inginkan, bicarakan atau bahkan mereka akan mengerjakan apa yang kita instruksikan. Selain itu kita pun dapat mengetahui informasi apa yang ingin mereka sampaikan, apa yang mereka butuhkan, dan sebagainya.

Masalahnya adalah untuk melakukan komunikasi yang baik kita seringkali mengalami hambatan, salah satunya adalah ketika kita menjadi pendengar dalam proses komunikasi. Banyak persoalan dan kesalahpahaman yang timbul dalam komunikasi yang disebabkan karena kita kurang berkonsentrasi pada saat mendengarkan seseorang berbicara.
Continue reading

Memanfaatkan Komunikasi “Buah Anggur”

Apa itu komunikasi “buah anggur (grapevine)”?

Di dalam proses komunikasi di suatu organisasi, kita mengenal berbagai bentuk pola komunikasi. Secara garis besar, pola komunikasi tersebut terbagi menjadi dua, yaitu komunikasi formal dan informal. Di dalam kegiatan organisasi, pola-pola tersebut digunakan untuk mengefektifkan alur informasi yang dibutuhkan.

Pola komunikasi “buah anggur” merupakan suatu pola komunikasi informal yang banyak kita temui di suatu organisasi. Pola ini demikian populernya untuk digunakan oleh banyak anggota organisasi, karena dianggap sebagai media yang sangat tepat dalam mengungkapkan aspirasi, pendapat bahkan keluhan mereka atas organisasi. Istilah “buah anggur” sendiri diambil berdasarkan kepada kemiripan antara pola komunikasi ini dengan setangkai buah anggur yang bercabang-cabang dan tidak beraturan.

Komunikasi “buah anggur” mulai terbentuk pada saat para anggota organisasi (baca: karyawan) mulai berbincang mengenai hal-hal apa saja yang terjadi di tempat kerja mereka. Perubahan kebijakan organisasi, masalah pengurangan karyawan, mutasi, keuntungan perusahaan, imbal jasa, perilaku anggota organisasi (terutama pimpinan), gosip dan rumor serta masih banyak hal lain merupakan topik-topik yang umum dalam pola ini.
Continue reading

Mendelegasikan Kerja

Delegate-TasksManajer didefinisikan sebagai individu yang bekerja bersama dan atau melalui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Dari definisi ini dapat dijelaskan bahwa seorang manajer tidak dapat bekerja sendiri. Untuk mencapai tujuan organisasi manajer membutuhkan kerjasama dengan bawahan. Salah satu bentuk dari kerjasama itu adalah pedelegasian tugas.

Apa itu pendelegasian?

Pendelegasian diartikan sebagai pengalihan sebagian wewenang formal manajer kepada bawahannya. Delegasi biasanya dibagi dalam beberapa aspek, yaitu: pengalokasian tugas, pelimpahan wewenang dan pemberian tanggung jawab kepada bawahan dan menerima pertanggungjawaban.

Mengapa perlu pendelegasian?

Seorang manajer tidak mungkin mengerjakan seluruh tugas yang diberikan kepadanya sekaligus. Ada beberapa tugas yang mungkin bisa diberikan kepada bawahan untuk dikerjakan. Ada beberapa alasan mengapa pendelegasian perlu dilakukan:
Continue reading

Mendisiplinkan Karyawan Bermasalah

difficult employeeJika kita mendengar kata disiplin kerja sering kali kita menghubungkannya kepada hukuman atau sanksi dan pelanggaran. Tetapi lebih dari itu disiplin memiliki makna yang lebih luas.

Disiplin adalah tindakan yang dilakukan seorang atasan untuk membentuk, memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap karyawan dalam melaksanakan peraturan dan standar organisasi.

Disiplin perlu dilakukan untuk memenuhi tiga tujuan, yaitu:
Continue reading

Menetapkan Sasaran Kerja

Perencanaan adalah salah satu fungsi  yang memegang peran sangat besar dalam kegiatan manajemen. Bahkan seorang pakar manajemen menyatakan bahwa perencanaan mempunyai porsi 50% dari keseluruhan proses manajemen.

Perencanaan yang baik selalu memiliki sasaran yang jelas. Demikian pula halnya dalam perencanaan kerja, selalu dimulai dengan menetapkan suatu sasaran kerja.

Mengapa Perlu Sasaran Kerja?

Pada dasarnya setiap orang yang bekerja memerlukan kejelasan tentang apa yang mereka kerjakan, hasil apa yang diharapkan dan juga alasan mengapa suatu pekerjaan harus dikerjakan. Dalam hal ini atasan bertanggung jawab untuk menjelaskan ketiga pertanyaan tersebut. Hal tersebut yang biasanya dituangkan dalam sasaran kerja.
Continue reading