“Sudahkah Anda Bercermin Hari Ini?”

bercerminDari artikel ini penulis mengajak sedikit bernostalgia pada masa-masa penulis bersekolah di SMA berasrama di bilangan Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Di SMA itu kami siswa dan siswi dituntut untuk selalu berpenampilan rapi setiap saat. Karenanya, hampir di setiap sudut sekolah dan asrama terdapat cermin berbentuk persegi panjang kira-kira berukuran 1m x 0,5m yang siap digunakan untuk berkaca merapikan penampilan.

Di salah satu cermin yang tersebar di gedung sekolah itu, ada satu cermin yang diberi ‘label’ seperti judul artikel ini. Jika penulis tidak salah ingat, itu adalah cermin yang diletakkan di depan ruang Kepala Sekolah.

Hampir sepuluh tahun sudah penulis lulus dari sekolah tersebut. Bukan waktu yang singkat, pun belum bisa dikatakan panjang untuk ukuran orang dalam makan asam garam kehidupan. Fase mencicipi bangku kuliah, masa-masa berkenalan dengan banyak orang baru, terlibat dalam organisasi kampus, lalu menikah hingga akhirnya terapung-apung dalam lautan dunia kerja sudah dirasakan. Namun frasa ‘Sudahkah Anda Bercermin Hari Ini?’ kembali menyelinap masuk ke dalam pikiran di suatu malam. Apa sebenarnya makna dan nilai-nilai yang ingin ditanamkan melalui frasa tersebut?
Continue reading

Human Resources Planning, Tanggung Jawab Siapa?

HRplanning rszOrganisasi dan manusia merupakan sebuah kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan. Layaknya sepasang kekasih, organisasi dan sumberdaya manusia selalu ‘nempel kaya perangko’.

Mengapa organisasi tidak dapat dipisahkan dari manusia? Tentu kita sudah tahu jawabannya. Ya, hal itu dikarenakan organisasi merupakan sekumpulan manusia yang berusaha bersama-sama  dalam mencapai tujuan yang sama.

Organisasi akan berjalan dengan baik apabila ditunjang dengan sistem yang baik pula dalam kelengkapannya. Karena manusia merupakan jantung dari sebuah organisasi, maka perencanaan dan pengelolaan SDM pun menjadi hal yang kritis dan perlu untuk diperhatikan dengan seksama.
Continue reading

Work-Life Balance: The company role to balance it

worklife balanceWork-life balance, sebuah istilah yang selalu menarik untuk didiskusikan. Mengapa? Tentu saja karena hal ini berpengaruh terhadap produktivitas karyawan ketika bekerja, serta produktivitas karyawan tersebut ketika berganti peran di rumah.

Work-life balance (selanjutnya akan disebut sebagai WLB) adalah sebuah topik dinamis dimana selalu ada perubahan serta penyesuaian peraturan untuk mengakomodir keseimbangan hidup karyawan di dalam sebuah perusahaan.

Jika ulasan dalam artikel penulis beberapa waktu lalu memaparkan pandangan kepada si karyawan bagaimana cara menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaannya, untuk kesempatan kali ini penulis memberikan ulasan yang dapat dijadikan pegangan bagi perusahaan, bagaimana peran perusahaan untuk menyeimbangkan kehidupan karyawan dengan tanggung jawab pekerjaan mereka.
Continue reading

Work-Life Balance: How To Balance It?

work-life-balanceSuatu hari, terjadi percakapan antar dua sahabat karib melalui Whatsapp Messenger. Badu dan Jerry, mereka bekerja di perusahaan yang berbeda, waktu menunjukkan pukul 20.37 Waktu Indonesia Bagian Jakarta ketika percakapan berlangsung. Dari percakapan tersebut, Badu mengatakan bahwa dirinya masih ‘duduk manis’ di depan komputer menyelesaikan pekerjaan dadakan yang tiba-tiba diberikan kepadanya.

Hari itu berlalu, esok pun menyambut, Jerry kembali mengontak Badu dan mengabarkan bahwa sahabat kecil mereka yang dari jauh akan datang ke Jakarta untuk sebuah urusan dan meminta waktu untuk bertemu sekedar minum kopi sambil bercengkrama. Pagi itu pun Badu berujar bahwa jadwal pekerjaan yang dia miliki sangatlah padat. Saat itu saja (pukul 06.00 wib-red) dirinya sudah berangkat menuju kantor karena harus meeting dengan klien pada jam tujuh pagi.

Pernahkah Anda berada pada kondisi ilustrasi seperti di atas? Lebih dari itu, apakah Anda merasa kekurangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan? Atau pernah merasa bersalah karena sudah sangat jarang bertukar kabar dengan sahabat karib atau bahkan orang tua sendiri karena terlalu disibukkan dengan pekerjaan? Jika ya, itu adalah sinyal bahwa Anda harus berhenti sejenak. Carpe diem.

Tanyakan kembali kepada diri Anda, inikah keseimbangan hidup yang diinginkan? Kerja tiada henti seperti dikejar-kejar, tidak memiliki waktu luang untuk diri sendiri, kurang berkabar dengan orang-orang terdekat, sudah jarang melakukan hobi, dan lain sebagainya. Hal itu merupakan indikasi bahwa keseimbangan hidup Anda mulai berkurang.
Continue reading

ART Mudik: Ajang Implementasi Manajemen Rumah Tangga

Family-Involved-with-CleaningTak terasa bulan Juni 2015 sudah kita lalui. Hal ini menandakan sudah lebih setengah bulan pula kita menjalankan bulan suci Ramadhan. Jika kita melihat tanggal di kalender, Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada 17 Juli 2015.

Seperti kebiasaan orang Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya akan ada sebuah tradisi pulang ke kampung halaman atau biasa dikenal dengan istilah “Mudik.” Tradisi mudik tidak hanya dilakukan oleh  para keluarga perantau saja, tetapi juga dengan para asisten rumah tangga kita.

Seorang ibu rumah tangga dan juga ibu pekerja (working mom) pasti akan sangat terbantu dengan keberadaan asisten rumah tangga (ART) di rumah. Namun hal ini akan menjadi sebuah momok tersendiri ketika mudik semakin dekat. Mau tidak mau, para ibu harus merelakan para ART-nya pulang ke kampung halamannya masing-masing ketika hari raya Idul Fitri tiba karena mereka pun memiliki sanak saudara dan orang tua yang harus ditengok.

Untuk mengatasi hal ini, sebagai seorang ibu harus pandai-pandai untuk menyiasati keadaan. Hal itu bisa disiasati dengan menerapkan prinsip manajemen, dalam hal ini akan kita kenal dengan istilah Manajemen Rumah Tangga.
Continue reading

Fenomena Penjualan Batu Akik: Dari Kompetensi Hingga Chemistry

penjualan batu akik
Masih ingatkah Anda dengan musim penjualan tanaman Anthurium dengan harga menjulang selangit? Ya, saat itu pesona Anthurium menghipnotis banyak pihak dengan berbagai macam keindahan bentuk daun yang memiliki tulang yang kekar namun tetap terlihat anggun. Anthurium memiliki sekitar 1.000 jenis, terbagi menjadi anthurium daun dan anthurium bunga, dengan nama Jenmanii, Gelombang Cinta, Hookeri, dan lain sebagainya. Banyak orang rela membeli ataupun berinvestasi pada tanaman tersebut karena tergiur dengan harga penjualan yang fantastis.
Continue reading